Tak Perlu merubah Jurus PS

Fachruddin PS LampungSaya tidak setuju bila ada pihak pihak yang akan merubah jurus PS. Jangankan merubah jurus, merubah kuda kudapun saya tidak setuju. Apakah jurus ini sudah final .. ? Tidak juga, saya yakin masih bisa dioptimalkan. Lalu mengapa saya tidak setuju untuk merubah jurus, alasan saya sederhana saja. Yaitu karena belum seluruh peruntukan jurus itu dikonfirmasi oleh para anggota. Sebagian besar anggota tidak pernah mengkonfirmasi jurus, lalu apanya yang akan dirubah. Bagaimana pungkin akan dirubah oleh pihak pihak  yang standar minimal saja belummampu dicapainya.

Konfirmasi saja dulu peruntukan peruntukan jurus yang ada, pengampu Mahdi mampu dulu menertibkan jurus jurus yang ada asehingga memiliki kesamaan pemahaman dan bobot jurus secara standar, sehingga memiliki pemahaman dan kemampuan konfirmasi yang sama, katakan dengan skort dari x hingga y. Para pengampu Syahbandar mampu melakukan ujicoba terkait dengan memanfaatan jurus dalam masalah dan problema sosial. Lalu pengampu Payung Rasul melaksanakan koordinasi ujicoba baik yang diselenggarakan oleh pengampu Mahdi maupun Syahbandar, serta memperkuatnya dengan pendekatan qurani. Itu standar minimalnya.

Lalu bagaimana mungkin ada pihak pihak yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau meningkatkan menjadi lebih baik sedang standar saja belum dicapainya. Kita butuh kejujuran berapa persen sih yang telah menyandang jurus tertentu dan mencapai standar kompetensi yang minimal saja. Memang ini belum menjadi pemahaman yang merata, Tugas kita sekarang adalah bagaimana caranya agar para anggota itu memiliki keseimbangan antara jurus yang diampu dan kompetensi yang tercapai. atau dimiliki. Selama ini kita banyak berlindung dibalik kata kata manis untuk membenarkan ketidakmampuan mencapai standar minimal.

Memang sangat sulit kita akan mencapai kesepakatan, sehingga besar kemungkinan kita bisa terjebak seperti mengukur rekor  prestasi muri. Artinya bahwa dari waktu ke waktu prestasi itu sebenarnya bisa selalu meningkat. Artinya bisa saja pada suatu saat seorang anggota dalam posisi mengampu jurus tertentu mencapai kompetrensi tertentu, tetapi pada saat mendatang dengan jurus sama prestasinya lebih tinggi lagi seperti rekor muri. Pada saat itu terjadilah perubahan yang berlangsung secara natural.

Kita butuh kejujuran dengan mengukur diri sendiri, apakah jurus yang kita ampu sudah sejalan dengan kompetensi yang harus kita miliki, baru ukur prestasi bersama, sekarang dalam posisi grafik naik ataukah grafik turun. Banyak pihak yang menilai grafik sekarang menurun, lalu apakah ketika grafik menurun lalu kita berusaha merubah jurus, sungguh sangat tidak lagis.

Harus kita ingatkan bahwa sudah berkali kali dikatakan bahwa Guru Besar PS itu sejatinya adalah al-Quran, maka semakin tinggi jurus yang diampu adalah semakin mampu pula menjelaskan PS itu dengan al-Quran. Sehingga pada saat kita mencapai Payung Rasul maka pikiran kita, ucapan kita, dan aktivitas kita adalah Qurani secara total. Semoga.

Palembang 27 Oktober 2014

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s