Senior dan Pelatih PS Harus Jadi Motivator

Fachruddin PS LampungDahulu Bang Asfanuddin Panjaitan selaku Guru Besar selalu melakukan ceramah dan konten ceramahnya mencapai 65% sifatnya adalah motivator. Lain dahulu lain sekarang pelaku motivator sejatinya bukan hanya atau harus dilakukan oleh Guru Besar, Guru Besar dapat menunjuk atau membentuk tim, atau menugaskan seseorang atau orang orang tertentu yang mendalami teknik motivasi atau semacamnya. Yang bersangkutan paham Jutrus Prana Sakti, paham Ilmu Agama Islam serta paham sejarah, filosofi dan perjuangan Prana Sakti. Pemahaman ini menjadi sangat penting sehingga motivasi yang diberikan kepada para anggota, terutama anggota muda menjadi terararah, sesuai akidah dan kaidah yang ditetapkan oleh Prana Sakti.

Tentu ceramah motivasi akan berbeda dengan ceramah motivasi pada umumnya, ceramah motivasi yang harus dilaksanakan oleh Prana Sakti adalah terkait dengan do’a, ikrar, jurus, nafas dan lafaz Prana Sakti terkait kebahagiaan, kecerdasan dan keberhasilan dan kesejahteraan. Bahwa kebaghagiaan, kecerdasan, keberhasilan dan kesejahteraan dalam hidup ini sangat mungkin tercapai dengan jurus jurus Prana Sakti itu.

Seyogyanya para penceramah motiovator ala Bang Asfan di lingkungan Prana Sakti kini sudah menyebar di seluruh Cabang baik yang mncul dari aktivis masing masing Cabang maupun para aktivis Prana Sakti Yogyakarta, semakin tinggi jurus yang diampu, semakin mahir dalam memahami arah motivasi yang telah diconmtohkan oleh almarhum Bang Asfan. Sehingga durasi kunjungan yang dilakukan oleh Guru Besar sekarang dalam rangka penerimaan (pelantikan) anggota baru di Cabang Cabang.

Dalam rangka memperttahan keimanan bagi generasi mendatang, kita perlu mengkampanyekan akhlakul karimah, dan dengan akhlakul karimah diyakini akan mencapai kecerdasan dalam study, dalam bekerja/ berkarir dan berprikehidupan. Para senior Prana Sakti harus mahir mengkampanyekan akhlakul karimah sebagai gerbang menuju kebahagian hidup dunia dan akherat.
Kampanye juga harus dilakukan bagi para anggota Prana Sakti untuk memilih berniaga sebagai pilihan. Berniaga sengaja ditampilkan melalui Rasulullah SAW. sebagai contoh mencapai sukses hidup dan sukses berdakwah yang harus didukung dengan penguasaan ekonomi. Dakwah akan lebih efektif bila dilakukan bergandengan keberhasilan penguasaan ekonomi. Rasulullah SAW bersama sahabat sahabat adalah contoh kongkrit dalam menggandengkan antara dakwah dengan keberhasilan dalam berniaga.
Bila seandainya perhatian para senior selama ini terlanjur lalai dalam merespon ceramah motivasi yang dilancarkan oleh almarhun Bang Asfan maka ini berarti kita harus mencari trobosan agar para senior memahami dan menguasai ceramah inovasi. Mulai dari bahan rujukan hingga strategi pelaksanaan pemotivasian. Tidaklah mengapa kita belajar motivasi kepada orang diluar Prana Sakti, tetapi kita semua harus tahu bahwa motivasi terkait Prana Sakti tentu saja bahwa jurus jurus Prana Sakti ditempatkan pada posisi sentral, yang intinya adalah al-Quran.
Guru Besar Prana Sakti itu adalah al-Quran, semakin tinggi jurus Prana Sakti yang diampu semakin dalam al-Quran dipahami. Pemahaman terhadap al-Quran itu dalam Prana Sakti diimplementasikan dalam jurus. Semakin tinggi jurus yang diampu maka semakin paham dengan jurus jurus yang doiajarkan dalam Prana Sakti, dan semakin dalam juga pemahamannya terhadap al-Quran, maka tidak heran manakala seorang pengampu jurus tertinggi dalam Prana Sakti bagaikan al-Quran berjalan, yang manakala melakukan motivasi, maka al-Quran adalah rujukannya.
Para senior seyogyanya mengkampanyekan (1) studi berprestasi dengan jurus Prana Sakti, (2) mengkampanyekan kerja profesional dengan jurus Prana Sakti serta (3) mengkampanyekan perjuangan dengan jurus Prana Sakti. Seperti apa yang teriakkan kepada anggota yang sedang berlatih bahwa dalam membuat jurus : “Bismillah Jangan Lupa ….Istighfar Jangan Lupa” apa maknanya, dan apa maksud serta tujuannya serta apa kaitannya dengan suksses study, sukses profesi dan sukses perjuangan.
Puncak perjuangan kita adalah mempertahankan keimanan, yang sejak dahulu sering dikobarkan dengan “Mengislamkan Orang Islam” yang kenyataannya kini adalah dalam rangka memelihara keimanan itu nampaknya adalah dengan meningkatkan kesejahteraan. Bahwa kemiskinan menghampirkan seseorang pada kekufuran. Ingat kejayaan Ulama Nusantara tempo dulu adalah bahwa dakwah dan (sukses) dunia perniagaan adalah bagaikan dua mata uang koin yang tak terpisahkan. Dan jurus Prana Sakti mampu berbuat banyak untuk itu semua. Jika dahulu para da’i adalah sekaligus sebagai ulama, sebagai orang yang memiliki kemampuan bela diri, memiliki kemampuan meracik obat herbal, dan istimewanya adalah mereka juga yang terbilang sukses berniaga, sehingga para da’i pada saat itu juga terkenal sebagai saudagar yang sukse. Maka pada saatnya nanti setelah kita mempersiapkan segala sesuatunya, maka pengampu jurus Payung Rasul adalag terdiri dari mereka yang sukses study, sukses berkarir dan sukses berniaga.

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

1 thought on “Senior dan Pelatih PS Harus Jadi Motivator”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s