Pertajamlah Bahasa dan Ilmu PS.

Fachruddin PS LampungBenar apa kata Bang Zen, selaku Guru Besar PS : Kuasailah Bahasa Ilmu PS, kalimat itu dilontarkan oleh Bang Zen pada suatu hari ketia menjawab pertanyaan seorang senior PS di Cabang Palembang. Nampaknya itu juga terjadi pada kesempatan Uji Coba Jurus PS yang dilaksanakan oleh PS Cabang Lampung yang dilakukan pada hari Sabtu 11 Juli 2015 dalam acara buka puasa bersama di Bengkel PS Lampung. Intinya sudah banyak yang paham ilmu PS tetapi tak memiliki keterampilan Bahasa Ilmu PS, sehingga hanya terbata bata dalam melaporkan hasil apa yang dilihat sewaktu melakukan ujicoba jurus, sekali lagi ini dikarena kurang menguasai Bahasa Ilmu PS seperti apa yang diharapkan oleh Bang Zen.

BANER 1 (Kkecil)Selain memahami dan menguasai ilmu PS, maka harus pula meningkatkan pemahaman, yang masih mitis harus meningkat menjadi ontologis, yang sudah ontologis juga harus meningkat menjadi fungsional. Tidak  sedikit diantara yang hadir pada ujicoba itu yang sama sekali tidak tahu apa yang terjadi, mereka disebut baru pada tarap mitis, tetapi sebagian diantaranya yang sudah tahu dan melihat apa yang terjadi, tetapi karena kurang menguasai Bahasa Ilmu PS sehingga sulit dalam menyampaikan laporannya, mereka disebut sudah mencapai tarap ontologis, dan tentu hanya sedikit sisanya yang sejatinya tahu apa yang harus dilakukan dengan apa yang telah dilihat terkait dengan ujicoba yang diperagakan itu.

Bahasa PS dan Ilmu PS.  Sebagai perbandingan tentu kita harus melihat hal hal yang lebih umum dan mudah difahami DSC09366dibandingkan pristiwa yang sedang dihadapi para anggota PS terkait kegiatan ini. Dahulu ada seorang Guru Bahasa Inggris yang sangat fasih dalam berbahasa Inggris di era televisi yang kita tonton masih TVRI sebagai satu satunya yang kita punya, Pada suatu waktu Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan konfrensi lingkungan hidup sedunia di Jakarta. TVRI mengundang tokoh tokoh lingkungan hidup Nasional itu untuk berdialog di TVRI dan tentu saja Inkemaris muncul sebagai sang Moderator, IMG_2917tetapi ketika dialog itu sampai pada pembahasan masalah yang sangat teknis Inkemaris yang ahli dalam bahasa itu meminta Emil Salim sebagai Menteri Lingkungan Hidup untuk menterjemahkan dan menjelaskan apa yang dimaksud dan yang dikatakan oleh seorang Profesor ahli lingkungan hidup dari negara tamu. Apalagi yang bersangkutan juga membawa titipan pesan politis dari negara yang diwakilinya, terkait dengan hutan chatulistiwa di Indonesia, yang diklaim sebagai jantungnya dunia itu.

Pada saat sekarang ini banyak hal yang harus dijelaskan kepada ummat, ketika kita bertekad dan berkeinginan bahwa sejatinya Ilmu PS ini dikembangkan memang demi kebahagiaan kesejahteraan ummat. Dan pada saat itu kitapun harus mentransfer bahasa dan ilmu PS dengan bahasa bahasa yang dapat difahami awam. Dengan demikian maka tugas para senior dan pelatih tentu saja akan lebih berat, ktika bagaimana meningkatkan pemahaman para anggota yang masih mitis, dan sama sekali belum tahu mengenai apa yang terjadi pada saat dilaksanakannya jurus, untuk ditingkatkan menjadi ontologis, Dan bagaimana pula caranya meningkatkan tingkat pemahaman para anggota yang sudah ontologis, baru mencapai tahap tahu dengan apa yang terjadi tetapi tidak dapat bernbuat apa apa menjadi tingkat pemahaman yang fungsional (siap pakai).

Bukankah ketika kita latihan bersama, selain ada yang meneriakkan komando juga ada beberapa senior yang memperhatikan bagaimana cara para anggota melaksanakan jurus. Maka seyogyanya pengamatan proses pelaksanaan jurus itu diperhatian secara seksama, dan segera tegur sipembuat jurus dan dilakukan klinic perbaikan atau penyempurnaan jurusnya. Jangan biarkan mereka membuat jurus yang salah itu secara berkepanjangan, dan apalagi ketika mengampu jurus yang lebih tinggi ternyata tradisi jurus yang salah itu masih mengalami keberlanjutan.

Tidaklah kasihan kepada mereka yang sejatinya memiliki potensi yang sangat besar, aktif berlatih hingga puluhan tahun lamanya, dan mereka masih tetap berada pada level terendah, jangankan mencapai tingkat fungsional, untuk mencapai tingkat ontologispun belum, mreka masih berkubang pada taraf mitis, sehingga baik ilmu dan bahasa PS masih jauh dari penguasaan mereka, maka berarti dosa para pelatih dan seniorlah bila ada senior kita masih berkubang dalam taraf mitis, janganlan akan berbuat, berbicara tentang PS-pun, mereka tak mampu.

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s