Tak Salah Muslim Mencari Kaya

Fachruddin PS Lampung
Fachruddin PS Lampung

Seorang sahabat yang juga anggota PS tertawa terkekeh kekeh hingga air matanya keluar berkaca kaca, tak kuabisa  menahan geli mendengar saya bicara bahwa dengan jurus PS seorang anggota bisa menjadi milyarder. Ditengah tawanya yang tak tertahankan saya menyela, ” Ya benar Kecuali bagi anda” kata saya dengan suara lantang dan wajah serius. Tiba tiba saja tawanya yang menguasai ruangan itu tiba tiba saja terhenti. Ia merasa tersudutkan dan bali memandang saya serius … dan tak berapa lama Ia kembali tertawa keras, nampaknya Ia ingin kembali menguasai keadan.

Jelas Ia tertawa, jelas ia menangis pilu bila ada seorang anggota PS yang demikian meyakini bahwa dengan jurus PS seseorang bisa menjadi milyarder. Baginya ini adalah sesuatu yang harus dice

BANER 1 (Kkecil)gah sejak dini. Ini dianggapnya gila, dan harus dicegah sedini mungkin sebelum segala sesuatunya terjadi. Alasannya adalah karena dunia ini adalah neraka bagi Islam dan syurga bagi orang kafir. lalu mengapa ada kelompok islam yang ingin mengejar keduniaan, dan ini dianggapnya merupakan gejala gejala pengingkaran terhadap islam.

Nampaknya dia termakan oleh kampanye Barat bahwa Muhammad adalah orang miskin papa. Barat sengaja menuitup nutupi keberhasilan Muhammad SAW dalam berbisnis, hampir semua sahabat Rasul adalah orang kaya, dinatara Khalifahpun hanya Ali Bin Abhi Thalib yang tidak kaya, tetapi Ali Bin  Abi Thalib lebih terkenal sebagai seorang ilmuan.

Jika Nabi Muhammad bersama sahabatsahabatnya saja adalah orang kaya, maka wajar saja bila kita sebagai ummatnya berusaha untuk menjadi orang kaya seperti Nabi Muhammad SAW. menjadi orang kaya itu tidak hina, menjadi orang kaya itu memiliki potensi untuk membantu orang yang kurang beruntung, Orang kaya mampu mendirikan yayasan yang mengelola sekolah sekolah yang berkualitas.

Tulisan tulisan ilmuan orientalis banyak menyesatkan kita tentang makna bahwa dunia adalah syurga bagi orang kafir dan neraka bagi ummat islam, tidak sedikit para dai kita yang mengkampanyekan hidup secara miskin. Padahal yang dimaksd oleh hadits itu adalah bahwa sesusah susahnya orang kafir di dunia adalah syurga bagi mereka, karena di akherat kelak mereka akan lebih susah lagi. Sementara sesenang senangnya muslim di dunia itu masih terbilang susah karena kelak diakherat akan jauh lebih senang lagi.

Saya menyarakan kepada sahabat tadi agar segera menghentikan gelak tawanya dan menghapus air matanya, karena dia telah tertawa dan menangis diakibatkan oleh kekeliruan yang sangat fatal. Islam membenarkan kepemilikan, asalkan sesuatu yang dimilikinya itu berfungsi sosial. Wallohua’lam bishowab.

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s