Pengampu Payung Rasul Itu Harus Mumpuni.

Fachruddin PS LampungPS itu adalah sebuah Perguruan, ada Guru, ada murid, dan ada yang diajarkan, mengajarkan para muridnya agar menjadi orang yang mumpuni, tingkat kemumpuniannya adalah dengan pencapaian pengampuan jurus Payung Rasul. Pada saat mengampu Mahdi seseorang harus mampu menyelesaikan 30 kasus terkait jurus, lalu naik ke jurus Syahbandar dan pada saat mengampu jurus Syahbandar harus telah menyelesaikan 30 item kasus sosial,yang itu semua diselesaikan dengan menggunakan jurus jurus PS, maka dengan demikian pada saat mendapatkan jurus Payung Rasul maka seseorang benar benar telah siap menjadi seseorang yang mumpuni dan memiliki kematangan yang luar biasa dalam PS.

Kematangan yang luar biasa itu adalah sesuatu yang sangat mungkin tercapai oleh setiap anggota manakala yang bersangkutan benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik dalam setiap hong yang harus dilalui oleh seorang senior PS. Ada tiga puluh item permasalahan yang harus diselesaikan oleh yang bersangktan pada saat mengampu Mahdi, permasalahan ityu masih terkait permasalahan internal belaka, terkait dengan jrus. Terkait dengan kompetensi dan keterampilan dasar. Dimana manakala kita membenahi jurus maka kita sejatinya sedang membenahi keimanan seseorang, karena trilogi jurus PS adalah gerak, nafas dan lafaz. Inti dari pada itu semua adalah kalimah thoyibah “Lailaahaaa Illallaah”, itulah juga sebagai core PS.

Mengakumulasi penyelesaian tiga puluh kasus keimanan, sampai dengan keimanan yang bersangkutan menjadi lempeng, itu saja sudah menjadi hal yang sangat luar biasa. Karena sebelumnya yang bersangkutan telah melempangkan keimananya terlebih dahulu. Itu terjadi pada saat yang bersangkutan masih mengampu Mahdi, sehingga memiliki kepantasan  untuk mendapatkan jurus Syahbandar. Pada saat menganmpu Syahbandar yang bersangkutan berhasil mengakumulasi tiga puluh item penyelesaian kasus sosial baik yang dihadapi oleh para anggota maupun di luar anggota, itu semua dilakukan dengan jurus jrus PS, yang mengacu kepada Al-Quran, karena sejatinya Guru PS adalah al-Quran. Dengan demikian yang bersangkuta memili kepantasan untuk menerima jurus Payung Rasul.

Bagi seorang anggota yang telah berhasil mengemban segala tugas anggota PS pada saat mengampu jurus Mahdi dan Syahbandar, secara otomatis memiliki kepantasan untuk mendapatkan jurus Payung Rasul. Kepantasan ini dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain adalah aktivitas berlatih yang tak terputus putus, sehingga jurus menjadi sempurna, memiliki pemahaman yang memadai terhadap al-Quran serta menafaatkan jurus PS sebagai alat untuk mrmahaminya, berhasil meningkatkan keimanan para anggota dengan jurus PS, serta berhasil memanfaatkan jurus PS untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Ada satu lagi yang kami tegaskan untuk menjadikan renungan kita bersama, yaitu bahwa seseorang yang pantas menerima jurus Payung Rasul adalah para anggota yang setidaknya 85% dari urusan pribadinya telah selesai, memiliki pemahaman terhadap agama yang memadai, dengan jumlah buku literatur yang juga relatif memadai. Dan ditinjau dari segi perekonomian juga memiliki kemapanan, serta dikenal oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat yang baik baik. Para anggota dan senior PS bisa berdiskusi lebih banyak tentang yang satu ini.

Pengampu jurus Payung Rasul memang dituntut untuk memiliki keterampilan, wawasan dan pemahaman yang luas guna dapat mengaplikasikan jurus PS bagi kehidupan bersama. Bagi semua pengampu Payung Rasul bahwa ilmu dan jurus jurus PS itu  benar benar harus fungsional, bahwa ilmu dan jurus PS  harus bisa diaplikasikan guna menopang kahidupan sehari hari dalam mencapai ketertraman, kesejahteraan hidup baik sendiri maupun bersama.

Baturaja, 25 Agustus 2015

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s