PS Harus Belajar Dari Kisah Tragis Nauru

Fachruddin PS LampungIlmu PS itu adalah ilmu yang luar biasa, tetapi manakala tidak kita pelihara maka jurus jurus PS  akan menjadi seonggok sesuatu yang tak ada apa apanya. Belajarlah dari Nauru, Nauru adalah sebuah Negara Kecil yang tak lebih luas dari Danau Toba itu justeru  sempat menjadi negara terkaya di dunia. Nauru yang sekarang sudah jatuh miskin dan terlilit hutang yang luar biasa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi semua negara, Bangsa dan Manusia dan terkecuali bagi PS, bila PS ingin tetap  survipe. Nauru, hanya membutuhkan waktu selama 30 tahun saja negara yang paling kaya itu berubah menjadi negara miskin hanya lantaran masyarakatnya tak berketrampilan, tak belajar dan mau mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Mereka malas, boros dan berfoya foya, serta  membanggakan masa lalu mereka.

Pada saat itu jika kita mengunjungi Nauru maka kita akan jumpa dengan banyak orang yang obisitas, bagaimana tidak mereka makan makan dan minum minuman beralkohol, sungguh tidak sehat dan mengancam masa depan. . Kini jika kita mengunjungi negara itu kita akan jumpai orang  orang yang ringkih, tak terurus, Ini suatu pelajaran dari Tuhan bahwa Tuhan tak akan memperbaiki suatu kaum manakala individu dari kaum itu tak berusaha merubah nasibnya.

Rejeki itu datang dari Tuhan, yang manakaa Tuhan akan memberi maka tak seorangpun yang mampu mencegahnya, demikian juga manakala Tuhan tak akan member maka tak seorangpun yang mampu memaksanya. Nauru kaya karena mendapatkan durian runtuh. Wilayah negara kecil itu terdapat ribuan ton fosil tahi burung yang sangat bermanfaat untuk pupuk. Sejumlah negara berebut untuk menambang fosil itu, dan negara itupun kaya dengan mendadak. Tetapi bangsa itu tak sempat mengantisipasinya ketika fosil itu dinyatakan habis dengan menyisakan lahan rusak yang sangat luasnya.

Andaikan kekayaan itu dimanfaatkan untuk membangun pendidikan dinegeri itu dengan baik sehingga rakyatnya menjadi cerdas, pintar dan berketerampilan, dapat dipastikan Negera Republik Nauru yang yang dipimpin oleh seorang Presiden dibantu oleh 14 orang Camat itu akan mampu mempertahankan kekayaan dan kesejahteraannya. Pendidikan kurang baik, menghasilkan orang yang bermalas malasan, belajar tampa target, berhasil syukur tidak berhasil berarti nasib. Tidak da sesuatu yang mereka kembangkan, tidak ada sesuatu yang perlu mereka ujicobakan. Dan hasilnya adalah kehancuran yang mereka raih hanya dalam waktu singkat saja.

Kita berharap tidak demikian dengan ilmu PS, bila kita belajar PS maka kta haruis mendapatkan pemenuhan kompetensi yang mampu diberikan oleh PS, sehingga kita mampu mengantisipasi segala perkembangan yang terjadi jangan sampai ilmu ini sirna atas kemalasan kita.  Wallohua’lam (Sekayu Muba Sumsel, 30 Agustus 2015).

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s