Bertamu Kepada Allah, dengan Jurus PS.

Fachruddin PS LampungBukan mengada-ada, tetapi demikianlah adanya, anda akan dapat bersimpuh bertamu kepada Allah dengan jurus PS yang anda ampu, dan dalam pertemuan (pertamuan) itu mintalah segala sesuatunya kepada Allah, karena Allah Maha Kaya, dan Allah akan langsung menuntun anda untuk mendaptkan apa saya yang anda mau. Kita semua berhak bertamu kepada Allah, bahkan bertamu kepada Allah itu wajib hukumnya. Sejatinya bertamu kepada Allah adalahan kebutuhan individual bagi kita semua.

Beberapa hari lagi adalah Idul Adha, disebut juga Idul Qurban, kita dianjurkan untuk menyembelih hewan qurban, minimal kambing. Jika mampu setiap anggota keluarga kita 1 kambing, tetapi bila tidak mampu satu kambing atas nama keluarga, dan bisa atas nama satu kampung, manakala memang dikampung itu terdiri dari orang miskin semua. Dikatakan bahwa yang datang kepada Allah bukan darah dan daging Qurban itu, dan yang datang kepada Allah adalah nilai ketakwaan kita. Bukan fisik jasmaninya melainkan rohaninya.

Sejatinya kita manusia itu adalah makhluk rohani yang menempati jasmani. Pada saatnya kelak jasad akan kita tinggalkan, Dan kita sebagai makhluk rohani akan kembali kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan selama kita disatukan dengan jasmani kita. Selama kita menyatu dengan jasmani, tetapi sebagai rohani kita sejatinya memiliki  kemampuan bertamu kepada Allah.

Ketika kita melakukan sholat, ada tahapannya kita duduk bersimpuh, dan duduk bersimpuh itu disebut dengan duduk tahyat, duduk rahyat itu disebut duduk bertamu. Ketika kita hadir di masjid untuk melaksanakan sholat, maka kitapun disebut dan disapa sebagai tamu tamu Allah. Masjid yang kita datangi dan dihadapkan ke kiblat, ka’bah  baitullah itu, kita sebut sebagai rumah Alah. Secara fisik itu semua kita gunakan sebagai alat untuk bertamu kepada Allah.

Tetapi dengan komitmen kita untuk berpegang kepada Laailaaha Illallaah, dan sholat bagi para anggota PS tidaklah berakhir dengan salam kekiri dan kekanan,  tetapi selama hayat dikandung badan, selama denyut jantung dan nafas nasih beraktififitas pada hakekatnya kita sedang melanjutkan sholat kita, dan selama itu pula berarti kita masih bertamu kepada Allah, berbicara kepada Allah, meminta petunjuk kepada Allah, dan Allah menuntun kita. Itulah yang diperjuangkan oleh PS.

Palembang, 20 September 2015.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s