“Saya Tidak Marah” Kata Bang Asfan, Serius.

Fachruddin PS Lampung
Fachruddin PS Lampung

Gerakan penghianatan G 30 S PKI 50 Tahun Yang lalu, setiap kali tanggal bersejarah kelam bangsa Indonesia itu sebagai anggota PS saya tidak akan melupakan Bang Asfan, lalu apa korelasinya, Pada saat itu saya menyerahkan sebuah naskah catatan saya tentang PS, yang pada saat itu saya baru mengampu jurus halusan 3, baik …,  kata beliau, …  akan saya baca baca dulu. Katanya singkat. Naskah ketik tangan dua spasi sekitar 125 halaman itu dibawa beliau terbang dengan pesawat  ke Jakarta yang ditumpanginya, Tiga bulan kemudia saya menjemput beliau di Bandara Beranti Bandar Lampung, teman teman berebutan bersalaman, sambil berjalan menuju kendaraan yang disiapkan oleh Pengurus PS Lampung. Tiba pada giliran bersalaman dengan saya Bang Asfan mengehntikan langkahnya, “Saya tidak pernah mengambil Keputusan dengan marah” kata beliau kepada saya serius. Para senior yang lain tidak paham, sepertinya hanya saya yang paham. Dan saya harus mohon maaf kepada beliau.

Malamnya di lapangan   seusai beliau memberikan ceramah saya mendekati beliau untuk minta maaf atas kesalahan tulisan saya,. di luar dugaan saya, beliau mengatakan silakan dicetak bila akan dicetak kata beliau, cuma itu yang kurang tepat menggambarkan kemarahan saya sebagai aktivis Angkatan 66, itu keliru kata beliau saya memang tidak ingin mengambil keputusan ketika saya sedang marah.Tolong kalimat di naskah itu diganti dengan kata kata yang benar benar mewakili sikap saya, kata beliau. Dan saya mengangguk seraya mengucapkan terima kasih, tak lama kemudian para senior mengerumuni beliau untuk bergantian menanyakan sesuatu. Dan seperti biasanya saya menyimak jawaban jawaban Guru Besar dengan seksama, lalu meneruskan pembicaraan kami yang terputus.

Saya tercenung, pada saat itu saya sedang berhadapan dengan seorang aktivis angkatan 66 Lasykar KAMI/KAPPI, Asfanuddin Muda yang hari harinya berteriak lantang dalam melaksanakan Demo Demo pada saat itu dengan Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat), Bang Asfan juga adalah Ketua Badko HMI. Saya tidak marah, saya bukan marah … kata Bang Asfan lirih. Beliau tak mau dikatakan marah, karena beliau memang tidak marah, tetapi segala sesuatunya kami lakukan dengan rasa cinta, kata beliau nyaris tak terdengar, nampaknya Bang Asfan sangat kecewa ketika aku menggambarkan semangat heroisme dan kemarahannya KAMI/KAPPI kepada PKI, dan Bang Asfan saya gambarkan ada di dalamnya.

Mungkin sebagai manusia ada rasa kekecewaan kepada politik PKI tetapi rasa kecewa itu dikalahkan oleh rasa cinta beliau kepada mereka mereka yang kehilangan kegirahan hidup lantaran takutnya mereka kepada PKI, selama bertahun tahun mereka tertekan oleh sikap politik PKI yang menghalalkan segala cara dalam upaya merebut kekuasaan. Biarlah  Pemerinmtah yang menghukum para tokoh PKI, tetapi yang menjadi pikiran Bang Asfan adalah keterpukulan sejumlah ummat yang benar benar seperti kehilangan hak dan semangat sivicsnya.

PS tidak didirikan atas kemarahan terhadap siapapun termasuk penghianatan PKI, tetapi PS didirikan atas dasar cinta kepada ummat. Lama saya termenung malam itu, dalam upaya memahami perjuangan Bang Asfan dengan PSnya. Sungguh pemahaman saya terasa sangat dangkalnya. Saya baru sadar bahwa PS ini hidup dan tetap eksis manakal dibangun dengan rasa cinta seperti apa yang dilakukan Bang Asfan Dan manakala kita akan melanjutkan perjuangan beliau mengembangkan PS maka kembangkanlah dengan rasa cinta.

Palembang,  2 Oktober 2015

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s