Siapakah Orang Kuat Itu.

Fachruddin PS LampungSekeluar saya dari Mall Palembang Trade Centre (PTC}  dekat daerah Kenten (sekretariat PS Palembang), terpaksa saya menyetir sendiri, jalanan demikian macet, padahal itu hari  Jum’at,  lewat jalan Basuki Rahmat saya akan menuju pulang ditempat saya tinggal sementara bila sedang di Palembang,  di Rio Kemuning Kota Palembang, jalan padat merayap membuat  saya membelok  di Prapatan Jl. Angkatan  66. Karena waktu semakin mendesak saya menghentikan kendaraan parkir didepan ruko, alunan bacaan Al-Quran terdengar merdu ditelinga, lewat lorong berjalan kaki saya menuju Masjid yang ternyata tidak terlalu jauh dari SMK 4 Rebong Siarang tempat saudara saudara kita PS Palembang berlatih di hari Minggu. Kebetuilan sekali Khatib masjid itu membahas masalah orang kuat.

Ya,  memeng dalam situasi sulit ini Indonesia sendiri sedang membutuhkan kehadiran para orang kuat, dan seyogyanya pula lembaga pendidikan dan dakwah ikut melahirkan orang kuat. Lalu orang kuat seperti apa yang dibutuhkan, Apakah orang kuat itu semisal Mike Tyson, atau Elyas Pical, Nico Thomas, Swito Laccolla, Ajib Albarado, Muhammad Rachman, Christ John, atau Daud Jordan yang pernah berjaya dan berulangkali meluluhlantakkan musuh musuhnya di atas ring, atau mereka yang lain yang sempat berjaya arena adu kekuatan. Atau mereka yang dikenal sebagai orang berpangkat dengan segala kediktatorannya, atau mereka yang banyak uang yang mampu membayar siapa saja untuk mengikuti keinginannya, atau mempengaruhi keputusan pengadilan.

Tidak, sejak masa Bang Asfan Almahum,  PS juga mendidik muridnya untuk menjadi kuat, tetapi bukan dengan kreteria tersebut di atas. Sejalan dengan yang diajarkan oleh Bang Asfan selaku pendiri PS, bahwa PS juga menciptakan orang kuat, yang tentunya mengacu kepada ajaran Islam, bukan orang kuat yang mengacu kepada ring tinju atau semacamnya, tetapi  jauh lebih dalam dan mulia dari itu semua di bawah ridho Allah, sementara kekuatan yang diperagakan pada ring tinju atau semacamnya jelas jelas haram hukumnya, dan PS tidak mengacu ke situ.

Orang kuat dalam PS adalah orang sabar, tabah, rendah hati, jiwa besar serta kesatria, dan itu semua jangankan oleh orang luar, oleh anggota PS sendiripun tidak akan dipahami secara pas manakala jurus jurus PS yang diampunya itu tidak pernah dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan yang sejalan dengan peruntukan jurus, yang mengacu kepada akidah Islamiyah.

Kumpulkanlah pengalaman itu  sebanyak mungkin selagi kita memiliki keuatan dan kesempatan (waktu) .untuk berlatih secara rutin, sehingga anda memiliki banyak perbendaharaan kata kata untuk memperjelas aplikasinya, serta mengkomunikasikannya, dari bahasa bahasa yang sangat difahami dikalangan PS menjadi sesuatu yang yangn bisa dioahami orang orang pada umumnya.

Apa artinya tabah, dan apa pula artinya sabar, itu tidak akan didapat dengan sempurna sebelum jurus jurus dimanfaatkan untuk melepaskan diri dari berbagai kesulitan  baik  kesulitan hidup yang dialami sendiri, maupun dialami orang lain. Pada saat itu nanti kita semua akan temukan betapa  jurus PS itu memiliki kekuatan yang  luan biasa yang disokong oleh kesabaran. dan beberap  sikap mulia lainnya. Ingin saya peringatkan sekali lagi bahwa manusia itu sejatinya adalah makhluk rohani yang pada masa hidupnya menjalani kehidupan jasmani.  Dan inti kekuatan itu ada pada sisi rohani yang sebagiannya tergambar dalam sisi jasmani.

Itulah sebabnya mengapa para senior semakin berisi semakin merunduk, semakin akan menyadri keterbatasannya, namun demikian kesadaran akan kualitas diri adalah berdasarkan sekian banyak ujicoba yang telah dilakukan dan berhasil. Sehingga merunduknya para senior PS merunduk dalam banyak aktivitas, bukan merunduk pasif. Ketahuilah bahwa akan sulit bagi seseorang untuk mengetahui kualitas diri setelah mengikuti pelatihan PS ini sebelum mempraktekkan jurus jurus itu untuk menyelematkan dari atau orang lain dari berbagai kesulitan dalam hidup ini.

Adalah kurang tepat manakala merunduknya seorang senior PS karena lantaran ketidak tahuan akan batas kemampuan yang dimilikinya. Karena apa makna hakiki tabah, sabar, rendah hati dan jiwa besar serta kesatria dan lainnya yang diajarkan oleh Guru Besar tak akan kita rasakan sebelum kita manakala tidak menggunakan jurus PS untuk melepaskan diri dan atau orang lain dari berbagai kesulitan hidup dengan menggunakan jurus jurus PS.

Belajar jurus PS minus pengalaman ujicoba penggunaan jurus PS maka tidak akan munglkin Ia akan memahami 100% apa makna kesabaran, ketabahan, kerendahan hati, jiwa besar dan kesatrian serta sikap mulia lainnya  yang biasa diajarkan Guru Besar  untuk membangun kekuatan, dengan kekuatan yang sejatinya.  karena PS itu adalah orang orang kuat.Jadilah orang kuat seperti yang dibutuhkan oleh Bangsa Indonesia sekarang ini.

Palembang,  9  Oktober 2015.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s