Ajarkan Anggota Untuk Zikir Sir.

Fachruddin PS LampungSepulang dari Pelantikan Anggota Baru di lapangan seni Enggal Bandar Lampung Bang Zen selaku Guru Besar memberikan sebuah perintah kepada kami bertiga, yaitu Bang Anto, Mas Ishak dan saya, namun ditinjau dari banyaknya mata melirik, Guru Besar banyak melirik kepada Bang Anto yang kebetulan duduk disebelah kiri, sedangkan Mas Ishak duduk di bagian depan dan saya sendiri duduk di sebelah kanan. Dalam berbicara Guru Besar banyak melirik kekiri. Maka berarti  perintah itu lebih ditujukan kepada Bang Anto, sebagai pengampu jurus tertinggi diantara kami. Kita semua mafhum bahwa semakin tingi jurus yang diampu semakin besaar  harapan yang digantungkan padanya.

Apa perintah dan petunjuk Guru Besar di malam Minggu itu, perintahnya adalah untuk mengajar dan melatihkan para anggota untuk bisa melaksanakan zikir sir, zikir yang tidak bersuara, Sebagaimana kita ketahui bahwa jurus jurus PS intinya adalah  zikir, dengan zikir itu maka berarti bahwa dengan jurus PS kita akan menghadirkan Allah.

Zikir sir yang diajarkan bukan dengan cara berhalwat, mencari tempat yang sepi dan sunyi, tetapi dengan jurus PS zikir dapat dilaksanakan ditengah keraaian dan kebisingan sekalipun. Selama ini sebising apapun PS di Lampung berlatih dihalaman lapangan kesenian, nyatanya masih dapat berlatih dengan khusyuk. Dan ini akan lebih dahsyat lagi zikir sir dilakukan bukan dengan alat bantu gerakan jurus, dan benar benar masih berada di tengah kebisingan denyut kehidupan kita sekarang.

Artinya zikir poada jurus PS akan tetap berlanjut sekalipun tidak lagi melaksanakan jurus, karena zikir jurus PS bukan hanya sebatas gerakan jurus, tetapi adalah selama hayat dikandung badan. Zikirlah selama kita masih mampu menarik nafas. Sesibuk apapun, sebising apapun, sepusing apapun, betapapun beratnya persoalan yang menghimpit, tidak ada alasan bagi seorang anggota PS untuk berhenti berzikir, berzikirlah anda dalam segala situasi dengan zikir sir.

Jurus jurus PS yang dilatihkan kepada para anggota adalah upaya untuk melatih para anggota PS untuk memiliki keterampilan melaksanakan zikir sir. Dengan cara bergurau Bang Zen memisalkan bila jempol kaki kita ketika menglami luka sehingg sangat sensitifnya. Tiba tiba tersandung dan kita menjerit secara dalam meneriakkan kata aduuuuhhh ……, maka segala rasa kita dikonsentrasikan pada rasa sakit di jempol yang tersandung itu.

Maka latihkanlah kepada para anggota agar ketika menyebut Allah … dalam jurus itu  terkonsentrasi seperti kita tersandung, tetpi bukan kepada rasa sakit melainkan kepada Allah yang segala Maha itu. Dalam kebisingan apapun dan dalam persoalan apapun para anggoita harus memiliki keterampilan mengerahkan rasa kepada Allah, sehungga para anggota memioioki kemampuan melaksanakan zikir sir dalam segala situasi.

Pada pulu 01.15 saya dan Ishak pamit pulang, sementara Bang Anto masih harus menerima berbagai petunjuk Guru Besar, kalau sudah bicara berdua biasanya hingga menjelang subuh baru berakhir. Semoga bermanfaat.

Palembang, 18 Oktober 2015.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s