Zikir Sir Dan Kemampuan Mengakses Kekuatan Dari Allah Dengan Jurus PS

Fachruddin PS LampungPerintah Guru Besar untuk mengajarkan zikir sir kepada para anggota artinya bahwa hidup itu dinamis, bahwa ciri ciri seseorang itu hidup adalah beraktivitas, dan eksisitensi setiap seseorang dalam hidupnya produktivitas. Artinya eksistensi seseorang dalam hidupnya adalah tergantung dari apa aktivitasnya, yang bermanfaat baik bagi dirinya, dan dalam  waktu bersamaan bermanfaat juga bagi orang lain, dan di dalam aktivitas itu jurus PS selalu hadir menyertai aktivitas dan dinamika dalam hidup setiap anggota. Itulah zikir sir yang diperintahkan untuk segera di latihkan bagi anggota PS di Lampung.

Menyertakan jurus dalam semua aktivitas kehidupan kita adalah selain menjadikan komitmen Laailaaha Illallaah sebagai alat kontrol juga berperan sebagai penguat, karena dengan difungsikannya jurus PS dalam aktifitas kehidupan itu adalah menghadirkan Allah dalam dinamika kehidupan. Dan menghadirkan Allah dalam dinamika kehidupan adalah penguatan, karena Allah adalah sumber segala kekuatan. Dan kekuatan dari Allah itu berdasarkan Al-Quran yang oleh PS diakui sebagai Guru Besar yang sesungguhnya, dan untuk mendapatkan kekuatan dari Allah itu maka jurus PS adalah alat untuk mengaksesnya.

Dengan demikian maka mengajarkan zikir sir bagi anggota PS adalah mengajarkan kepada anggota bagaimana mengakses kekuatan dari Allah dengan jurus jurus PS itu, kekuatan dari Allah sangat dibutuhkan selain untuk memperisai diri dari berbagai kekeliruan juga untuk penguatan dalam menghadapi berbagai hambatan, rintangan, tantangan dan bahkan ancaman. Inti kita berlatih jurus PS adalah untuk terampil dalam memanfaatkan jurus jurus itu untuk mengakses kekuatan dari Allah

Terlalu besar dosa kita sebagai senior dan pelatih kepada para anggota manakala kita tidak mengajarkan para anggota untuk terampil mengakses kekuatan dari Allah dalam menghadapi berbagai persoalan hidup ini. Jangan sampai para anggota ketika berhadapan dengan suatu persoalan lalu tidak mampu berbuat apa apa, padahal dia memiliki jurus jurus PS yang diampunya. Manakala kita tak mengajarkan itu semua kepada para anggota maka bukan hanya sekedar berdosa kepada mereka yang kita latih, tetapi sejatinya kita menghianati komitmen kita untuk berpegang kepada Allah.
Komitmen yang diajarkan kepada seluruh anggota PS adalah komitmen brepegang ‘kepada’ laailaha Illallah, ‘Apapun yang terjadi, sampai mati, (tetap) berpegang “Laailaaha Illallaah” ‘  cara bepegang kepada komitmen itu adalah bahwa kita akan selalu ber illah hanya kepada Allah semata. Dan kita menghadirkan Allah dalam segala aktivitas baik ketika dalam kemudahan, ketika dalam kesusahan. Dan itu semua kata Allah hanya akan terjadi manakala kita memiliki kemampuan mengapresiasi segala tanda tanda dan sinyal yang diberikan Allah menrtai berbagai perubahan dalam dunia yang dinamis ini, mereka yang memiliki kemampuan mengapresiasi itu dalam al-Quran disebut “Ulil Albab”. Bagi PS maka alat bantu untuk mengapresiasinya adalah jrus jurus yang ampu itu. Wallohu a’lam bishowab. (Seklayu 23 Oktober 2015)

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s