Untuk Mengembangkan Ilmu PS, Kuasailah Pemuda dan Kobarkan Semangat Sumpah Pemuda

Fachruddin PS LampungPada saat dilaksanakannya Upacara Sumpah Pemuda, pada saat itu saya berada di Kantor Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan  Kabupaten OKU Timur Sumsel. Pemda OKU Timur memang menjadi salah satu Kabupaten yang harus saya dampingi dalam rangka Peningkatan Kapasitas Penerapan  Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar, Sasaran program yang saya tangani ini antara lain para pejabat terkait Pendidikan, para pengawas sekolah, Kepala Sekolah, Guru, Komite Sekolah, LSM bidang pendidikan serta perusahaan dalam rangka kepedulian pendidikan.

Pagi itu para pejabat dan karyawan pada umumnya ikut upacara, kecuali beberapa orang yang harus melaksanakan tugasnya pada saat itu juga, salah satunya adalah Pak Amir Hamzah  yang ditugaskan melayani kepentingan saya. Saya datang disambut dengan secangkir kopi hangat. Ini kopi dusun, kata Pak Amir, kopi ini dipetik oleh siempunya setelah benar benar matang dipohon, sehingga kualitas kopi ini sangat tinggi, lihat saja bau kopi ini sangat harum, dari segi rasa, sangat memuaskan, demikian tambah Pak Amir berbau  promosi.

Sebelum saya menulis naskah ini saya berkesempatan membuka FB dan terbaca oleh saya bahwa ada sejumlah senior yang sangat aktif lahihan PS di Lapangan Seni Enggal bandar Lampung, tetapi sama sekali tidak pernah membaca tulisan di Blog PS. Mereka sangat terkendala karena gaptek, demikian informasi dari Boy Novezar yang menulis pada acun facebooknya. Beliau menambahkan agar saya manakala pulang ke Lampung menyempatkan diri  untuk menyelenggarakan ceramah khusus masalah kePS-an yang sejatinya sudah sering dilaksanakan di Bengkep PS Lampung.

Apa yang diharapkan oleh Pak Boy Novezar, baiklah ini menjadi janji dan komitmen saya, karena Pak Boy adalah seorang yang menyatakan selalu membaca tuntas setiap tulisan di Blog PS Lampung, dan beliau sangat menyayangkan bagi para senior yang sama sekali tidak mengikuti (membaca) tulisan di Blog PS Lampung, mereka itu rugi besar kata Pak Boy, dan untuk mereka mereka itu sebaiknya mendengar ceramah secara langsung.

Saya menjadi teringat apa yang disampaikan oleh Pak Amir yang alumni IPB Bogor itu, sebaiknya buah kopi jangan dipetik sebelum benar benar matang dipohon sehingga mampu menghasilkan minuman yang berkualitas. Dari kacamata PS ini bisa dikatakan bahwa sejatinya kenaikan jurus jurus hendaknya diberikan sejalan dengan kematangan yang bersangkutan, ada penambahan wawasan baik kePS-an dan  keislaman. Sebab manakala jurus jurus itu diberikan kepada mereka yang belum memiliki kapasitas yang memadai, maka jurus itu tak akan nerkembang ditangan mereka. Terlebih manakala mereka minus pengalaman dalam menerapkan jurus itu bagi kepentingan hidup dan kehidupan sehari hari, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Benar apa kata pak Boy menunggu mereka memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi yang tersedia, entah kapan akan terjadi. Maka hendaknya disiapkan waktu yang khusus dengan ceramah tradisional walaupun akan menyerap waktu, tenaga dan bahkan biaya yang lebih besar. Tetapi tidak bagi para pemuda, atau mereka yang masih memiliki semangat pemuda dan berjiwa sumpah pemuda, yang merasa memiliki satu komunitas yaitu komunitas PS, satu ilmu, yaitu ilmu PS dan satu bahasa, yaitu bahasa ilmu PS.

Pada tulisan tulisan terdahulu telah disampaikan petunjuk Guru Besar  dalam berbagai kesempatan yang mengatakan bahwa untuk mengembangkan PS yang akan datang maka  perkuat organiosasi PS, perdalam ilmu PS dan kuasailah bahasa (ilmu) PS. Seperti semnagat sumpah pemuda yang bertekad Bertanah Air satu, Tanah Air Indonesia  Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia. dan Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.  Semangat seperti itu juga harus diacu dalam mengembangkan eksisitensi PS, yaitu berorganisasi di PS, menggali ilmu PS dan mendalkami bahasa (ilmu) PS. Kita harus memiliki semangat perjuangan membesarkan PS yang jelas dipahami lingkupnya, dipahami struktur ilmunya dan dikuasai bahasanya. Manakala tidak maka jangan terlalu banyak berharap kita mampu mengembangkan PS. Itulah semngat yang harus kita pupuk bersama.Insa Allah. (Palembang, 28 Oktober 2015)

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s