Akan Membuat Jurus PS Baru …. ? Jangan Dilakukan Itu !

Fachruddin PS LampungRing telepon celuler … Saya terima dan saya mengucapkan salam terlebih dahulu … diujung sana menjawab salam saya, ternyata seorang sahabat sesama anggota PS dari Cabang lain, lalu Ia menanyakan apakah sedang beraktivitas yang tak bisa diganggu. Saya bilang saya sedang membaca berita via internet … , kalo demikian mohon dimatikan dahulu internetnya …, terkesan sangat serius.   saya bilang,  saya memanfaatkan fasilitas kantor yang unlimited, tak masalah silakan … kata saya … jika ada yang ingin dibicarakan. Sepertinya sangat serius, kata saya menambahkan

Singkat cerita, Dia mengatakan dia dan beberapa orang teman yang lebih senior di PS berdiskusi dan telah bersepakat dalam diskusi kecil itu bahwa setelah mereka lama berlatih PS, kini mereka bisa dan mampu membuat jurus baru. Lalu membuat kalimat argumentasi untuk membenarkan apa yang telah mereka bicarakan dan kesimpulan yang telah mereka bulatkan. Lalu Ia bertanya bagaimana pendapat saya ?.Ituterjadi sekitar dua minggu yang lalu.

Saya tersentak dengan cerita dan pertanyaan itu. Lalu saya berusaha menjawabnya dengan ekstra hati hati. Apalagi sebelumnya dia menyebutkan sejumlah nama yang sejatinya tak saya kenal.  Saya katakan bahwa PS itu sebuah lembaga, organisasi, perguruan dan alat perjuangan, dan kita ada di dalamnya. Masa depan PS itu ada ditangan kita bersama sebagai anggotanya. Semakin lama kita berada di lingkungan PS itu menunjukkan bahwa kita sependapat bahwa PS ini penting kita jaga dan pertahankan keberadaannya, dan kita kembangkan eksistensinya, dan harus kita hindari dan antisipasi segala sesuatu yang yang akan mengancamnya, Agar tetap utuh.

Terlepas dari manfaat bobot dan kualitas jurus baru yang diciptakan oleh anggota, maka penciptaan itu adalah sesuatu yang terlarang dalam organisasi …,  serta merta sahabat tadi … memotong kalimat saya, ia mengatakan bahwa mereka sudah yakin betul dengan kualitas jurus yang diciptakannya.

Sejatinya  saya merasa sangat terganggu ketika sahabat tadi memotong kalimat saya yang belum saya selesaikan. Apalagi sahabat tadi mertasa perlu menyampaikan juga sejumlah argumentasi penguat pendapatnya dan pendapat group diskusi itu.

Dengan kebiasaannya memotong pembicaraan lawan bicara …, maka diskusi via telepon celuler itu bisa dibayangkan berlangsung seperti apa, selanjutnya terjadilah diskusi dan perdebatan yang tidak terkendali. Di bagian akhir dikusi yang berlangsung sedikit liar itu, saya menegaskan bahwa manakala kita betul betul menerapkan jurus itu untuk mengatasi persoalan yang kita hadapi atau dihadapi orang lain suaya memastikan memang kita memiliki peluar besar, menemukan sesuatu yang baharu untuk memanfaatkan dan menerapkan jurus jurus yang ada, utamanya jurus gabungan. Maka gunakanlah jurus jurus gabungan itu, atau juga jurus tunggal umpamanya, untuk mengatasi situasi tertentu yang sama, atau mencapai tujuan sesuai dengan atiuran agama. Tetapi bila membuat jurus baru atau merubah jurus yang diajarkan oleh Guru Besaar itu adalah sesuatu yang tak dibenarkan dalam organisasi, demikian kata saya dalam membela pendapat. Demikian sebuah diskusi yang muncul begitu saja, tampa rekayasa dan tujuan yang jelas.

Peristiwa yang benar benar saya alami itu  dapat dijadikan semisal pelajaran bagi kita semua bahwa diantara para anggota memang ada yang selalu memberika perhatian khusus terhadap jurus PS, jurus jurus PS dipandangnya dari sudut sudut yang disukainya, sehingga Ia memiliki potensi besar untuk menemukan sesuatu, memiliki kepekaan yang lebih besar diaatas rata rata. Pada titik titik tertentu mereka membutuhkan penyaluran terhadap apa yang telah mereka dapatkan dari PS. Seyogyanya Pengurus, Senior dan pelatih harus mampu memfasilitasi sehingga mereka menemukan jalan yang dibenarkan oleh organisasi dalam masalah jurus jurus PS yang selalu menarik perhatiannya itu.

Adalah keliru besar manakala Pengurus, senior dan pelatih justeru memusuhi mereka dan bahkan menganjurkan mereka untuk segera  angkat kaki  dari PS dengan sebuah tantangan umpamanya dengan kalimat “Jika berani mengapa harus takut takut, tetapi jika memang takut, jangan pura pura berani’  Tetapi perankanlah diri kita sebagai (wakil) Guru, yang memiliki kemampuan sebagai motivator, agar menggali dan membangkitkan motivasi, dan bila perlu memfasilitasi agar potensi menjadi berkembang pada jalur yang dibenarkan oleh organisasi, dengan merujuk kepada kewenangan Guru Besar. Sehingga mereka yang memiliki potensi lebih diatas rata rata itu akan selalu ada dalam pengamatan dan koordinasi kita yang memimpin, melatih dan mengkoordinasi mereka.  Manakala tidak maka potensi potensi itu justeru akan menjadi batusandung. bagi PS sendiri.

Perlu saya tambahkan kalimat akhir diskusi kami, saya menanyakan kepadanya, Apakah anda sudah membaca tulisan tulisan saya di Blog PS Lampung. Di sana sudah lama ada tulisan yang mampu menjawab pertanaan anda.  Sahabat tadi bukan menjawab pertanyaan saya tadi dengan kata kata sudah atau belum, tetapi Ia balik bertanya, Dia menyakan anda sudah mencapai jurus apa … ? Lalu saya menyebut jurus yang saya ampu …, Dan Ia tampa saya tanya menyebutkan jurus yang sudah dicapainya di PS …, saya diam sejenak menunggu kalau kalau ada tambahan kata kata … ternyata benar. Dia menasehatkan saya agar rajin berlatih agar nanti pada suatu saat mencapai juga jurus seperti yang telah diampunya. Terima kasih … Salam likum … katanya mengakhiri diskusi. Lalu saya menjawab salamnya, karena sepertinya dia memang tak ingin mendengar kata kata lain lagi dari saya.  Tingkatan jurus saya yang jauh lebih rendah  ternyata telah menjadi kendalala sehingga mereka tang ingin membaca tulisan saya.  (Palembang, 29 Oktober 2015)

.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s