Paham PS, Bagaimana Caranya.

Fachruddin PS LampungBang Zen selaku Guru Besar PS  sering mengatakan bahwa banyak senior PS yang sudah mengerti PS, tetapi hanya sedikit diantaranya yang paham PS. Tidak pelak banyak senior PS yang bertanya tanya tentang makna paham PS. Nasmun sejauh ini para senior dan mungkin juga pelatih masih banyak yang belum  menemukan jawaban pasti, nampaknya ini sengaja dijadikan PR bagi seluruh pelatih dan senior agar masing masing mencari tahu, apa yang dimaksud  kan oleh Guru Besar. Siapapun kita akan mengalami kesulitan untuk menemukan jawabannya, bila tidak menguasai bahasa dan ilmu PS. Untuk sampai kepada tingkat Paham maka kita harus menguasai ilmu PS.

Sebelum paham, kita harus mengerti, sebelum mengerti kita harus tahu, sebelum tahu kita harus terampil terlebih dahulu, memiliki keterampilan terlebih dahulu, baru melangkan ke tahu, lalu mengerti baru mencapai paham atau pemahaman.  Masih banyak para senior dan juga pelatih yang terkadang lupa bahwa apapun yang harus dicapai melalui ilmu PS ini maka alatrnya adalah jurus. Maka dengan demikian untuk mencapai tahu, mengerti dan paham itu adalah menggunakan jurus, karena dalam PS alatnya adalah jurus.

Untuk mencapai tahu harus dengan jurus, untuk mencapai mengerti harus denganh jurus, dan untuk mencapai paham juga harus dengan jurus.  Sebelum tulisan ini memberikan uraian lebih lanjut, maka harus diketahui bahwa setelah kita mengenal jurus jurus PS, kita juga harus memiliki keterampilan, bila jurus kita laksanakan dengan sebaik baiknya maka keterampilan itu akan muncul. Bila jurus kita salah atau tidak sempurna maka keterampilan tak akan muncul.

Apakah kita sudah terampil memanfaatkan jurus apa belum, kita bisa terbantu oleh beberapa indikator, indikator dari keterampilan penguasaan terhadap jurus PS yaitu peka, cek dan tembus pandang. Oleh karenanya saya cenderung untuk menyebutnya sebagai keterampilan dasar. Saya belum banyak menuliskan tentang keterampilan dasar ini, insa  Allah pada kesempatan mendatang. Ketiga hal ini sangat membantu keterampilan kita dalam menggunakan jurus jurus  PS.

Ingin saya katakan bahwa seseorang akan mencapai paham itu mungkin pada saat mengampu  jurus Payung Rasul. Pada saat seseorang mengampu Payung Rasul dia sudah memiliki pengalaman ujicoba sebanyak 60 item. 30 Item didapatkan ketika mengampu Mahdi, dan 60 Item didapatkan ketika mengampu Syahbandar, ketika Mahdi pure mengujicobakan jurus jurus, dan pada saat Syahbandar mengujicobakan jurus terkait masalah sosial, Dan pada saat mengampu Payung rasul berarti sudah berada dalam  tataran rekayasa. Jadi untuk mencapai faham itu memang harus dipersiapkan setidaknya menjelang mengampu mahdi.

Paham itu artinya mengerti benar, sedang ‘pemahaman’  artinya proses  untuk mencadapatkan paham, yaitu dengan mengumpulkan sejumlah pengertian pengertian (mengerti). Sedangkan pengertian telah kita kumpulkan sejak lama, sejak masuk PS, selain berlatih kita mengmpulkan sejumlah pengertian pengertian. Orang yang berhasil mengumpulkan banyak pengertian nantinya akan mencapai paham, karena proses mengumpulkan pengertian itu pemahaman namanya.

Para ahli membagi tingkatan paham menjadi (1) Translation, (2) Interpretation, dan (3) Ekstrapolation. Tingkat paham yang yang paling pemula disebut translation, dia  baru sebatas apa yang mampu dia lihat, dan mampu dia dengar serta mampu dia tangkap, pernyataannya nanti tak lebih dari itu. Pada tahap ini seseorang sering dikatakan paham tetapi tak mengerti, Senior PS sudah banyak sekali yang sudah mencapai tingkatan ini.

Langkah berikutnya harus meningkat ke tahapan interpretation, untuk itu harus memiliki kemampuan memberikan makna makna atas apa yang mampu dilihatnya, mampu di dengarnya dan mampu ditangkapnya. Harus juga memiliki kemampuan menautkan antara yang satu dengan yang lain, sehingga sesuatu itu menjadi lebih bermakna.

Dan yang teringgi adalah tingkat ekstrapolation, pada tingkatan ini seseorang sudah memiliki pengalaman dalam berbagai rekayasa. Tetapi pada tahap ini juga seorang pengampu Payung Rasul harus mengumpulkan pengalaman demi pengalaman dalam proses perekayasaan. Ini adalah puncak kita belajar PS. Anda yang sudah mencapai ini berarti berada pada ring satu, disebelah Guru Besar. Wallohua’lam bishowab.  (Palembang, 29 Oktober 2015).

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s