Proses Pembelajaran di PS.

Fachruddin PS LampungPS itu Perguruan, artinya ada gurunya, ada murid dan  ada  “Ilmu”   (dalam tanda petik”   yang  diajarkan. Namun ada bedanya antara belajar di PS dan sekolah sekolah formal. Di sekolah formal peserta didik diajarkan baca, tulis dan hitung (calistung), calistung diajarkan sampai lancar hingga dia mampu membaca sendiri, menulis sendiri dan menghitung sendiri, dan akhirnya dia mampu belajar dengan sendiri, untuk itu peserta didik diberikan asupan muatan akademis. Puncaknya peserta didik memiliki wawasan dan kemampuan akademis, yang ada di otak kiri.

Sedangkan di PS anggota baru diajarkan gerak motorik, dengan satu keyakinan bahwa gerakan motorik ini adalah sangat bermanfaat bagi perkembangan otaknya, khususnya otak kanan, yang ada pada otak kanan. Itulah sebabnya maka dalam pembelajaran sangat dipentingkan sensitifitas (peka), karena sasaran antara dari pembelajaran di PS adalah intuisi, itulah sebabnya maka sensitifitas dipentingkan. Kata para pakar, bahwa intuisi itu memiliki kecepatan dan ketepatan 1000 (seribu) kali lebih cepat dan lebih tepat dibanding kemampuan akademis dalam menganalisa dan menyelesaikan sebuah persoalan.

Dalam belajar secara akademis peserta didik membutuhkan informasi yang linier, untuk mencapai suatu konklusi dibutuhkan sejumlah premis premis yang terstruktur. Sedangkan proses belajar di PS itu tidak selalu linier, tidak membutuhkan data empiris secara mutlak kesimulan secara intuitip dapat ditarik secara lebih cepat dan juga lebih tepat. Membangun intuisi itu sangat penting, karena berdasarkan penelitian bahwa orang orang yang sukses di dunia dan apatah lagi sukses dalam dunia bisnis, meraka semuanya memiliki intuisi yang tinggi dan tajam.

Dengan demikian maka kita akan gagal menjadi anggota yang tahu, mengerti dan paham bila itu ditempuh dengan cara cara yang akademis. yang harus linier, dibuktikan secara empiris dan terstruktur pula, dengan menggunakan kaidah kaidah logika, sehingga mampu mentapkan konklusi berdasarkan premis premis yang benar. Dengan PS kita mampu mencapai tahu, mengerti dan paham adalah dengan menggunakan jurus jurus PS sebagai medianya.

Media belajar di PS adalah jurus jurus PS, core PS/ jurus PS adalah Laailaaha Illallaah,  dengan jurus PS kita mencapai tahu, dengan jurus PS kita mencapai mengerti, dan dengan jurus PS pula kita mencapai paham. Artinya tahu, mengerti dan paham  melalui jurus PS adalah dengan Laailaaha Illallaah. Dan dengan jurus jruis PS yang kita pelajari setahap demi setahap itu. Dan daslam kita belajar di PS maka yang akan kita tuju sebagai sasaran antara adalah tiba pada paham, dengan segala proses pemahamannya.

Sama dengan belajar di sekolah formal, maka yang diharapkan dari belajar di PS ini juga yang diharapkan adalah perubahan prilaku. Kenaikan demi kenaikan jurus di PS itu selain diharapkan bertambahnya kompetensi maka juga diharapkan akan berubahnya prilaku. Akan terjadi perubahan cara berfikir, bersikap, berbicara (konten pembicaraan) dan berbuat atau prilaku.

Segala perkembangan dan perubahan mulai dari sikap, cara berfikir, berkata adalah dengan Laailaaha Illallah. Segala sesuatunya harus direspon dengan Laailaha Illallah. Itulah cara belajar di PS.

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s