Pergiatlah Menghidupkan Intuisi.

Fachruddin PS LampungDua kunjungan terakhir Bang Asfan almarhum ke Lampung saya sempat merndapat wejangan yang panjang lebar,  sebenarnya wejangan itu lebih ditujukan kepada Bang Tarmizi almarhum, sebagai Ketua Pelatih PS Lampung, tetapi saya ikut menyimak secara seksama, sebenarnya Bang Tarmizi tidak bertanya apa apa, dan memang karakter bang Tarmizi dalam PS ini tidak minta apa apa, karena dia terbiasa mencari sendiri terkait jurus jurus PS dengan cara melakukan berbagai ujicoba secara pribadi. Bang Asfan almarhum sendiri yang memulai pembicaraan tentang itu.

Dalam dua kunjungan yang terakhir itu, dua kali pula bang Asfan membicarakan masaklah tembus pandang, tetapi dalam tulisan ini tembus pandang saya ganti dengan istilah intuisi, walaupun sebenarnya tembus pandang itu adalah awal dari berkembangnya intuisi. bagi seseorang. Intuisi yang dikembangkan di PS ini menurut Bang Asfan almarhum adalah bagikan seorang sarjana pertanian melihat tanam tumbuh disekitar satu kawasan, maka serta merta dia tahu kandungan apa yang terbanyak di tanah itu, lalu tanaman apa yang dianjurkan ditanam di situ. Itu yang akan kita kembangkan di PS.  Bila kita fokuskan ini ke intuisi maka sebaga tambahan poengetahuan bahwa ada tiga jalur seseorang itu bisa mengembangkan intuisinya.

Jalur pertama adalah jalur akademis, yaitu manakala seseorang sedang meneliti atau mendalami masalah tertentu pada disiplin ilmu tertentu, maka intuisi seseorang tentang ilmu itu akan berkembang, semakin sering dan serius Ia meneliti maka semakin berkembang intuisi yang dimilikinya. Jalur yang kedua  adalah bila menjadi ajudan atau asisten bagi seseorang, dan dalam menjadi asisten itu Ia berusaha sungguh sungguh untuk memahami orang itu. Intuisinya bisa berkembang dalam memahami keinginan atau selera orang itu. Dan yang ketiga  dan ini yang paling dahsyat yaitu mengembangkan intuisi dengan praktek spiritual, yaitu mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lalu apa yang dilakukan oleh PS terkait melatih dan mengembangkan intuisi para anggotanya. PS melatih dan mengembangkan intuisi para anggotanya dengan cara melatihkan jurus jurus PS itu kepada para anggotanya. Lalu  pertanyaan kita adalah, ‘Ada apa dengan jurus iPS itu’?. Jurus jurus PS itu antara lain terdiri dari sejumlah gerakan utamanya tangan dan kaki, dengan jurus jurus yang sangat lengkap. Kita tahu bahwa gerakan kaki dan tangan kanan akan menghidupkan otak kiri, sedangkan gerakan kaki kiri dan tangan kiri akan menghidupkan otak kanan, gerakan bersama kaki dan tangan, menyilang dan seterusnya akan memperkuat koordinasi otak kanan dan otak kiri. Intuisi itu letaknya di otak kita, tepatnya otak kanan, pada otak kiri ada kekuatan akademik, sedang pada otak kanan terdapat intuisi, kreatifitas dan lain lain.

Untuk menjadi anggota PS yang mengerti dan paham seperti apa yang dikatakan oleh Bang Zen  maka proses tahu, mengerti dan paham keseluruhannya dilakukan dengan jurus PS. Yang kita olah di PS ini adalah jurus PS, dengan demikian maka. Sehingga anggota  mendapatkan tahu, mengerti dan paham adalah dengan jurus PS, karena dalam PS anggota dilatih untuk mendapatkan itu semua secara intuitip, bukan akademik. Kita sebagai anggota  mengikuti pelatihan pelatihan di PS adalah dalam rangka panajaman intuisi yang kita dapatkan, dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, karena inti jurus PS adalah Laailaaha Illallaah.

Allah adalah sumber kekuatan, dan dengan jurus PS yang berintikan Laailaaha Illallaah itu adalah cara kikta mendekatkan diri kepada Allah. Bila Allah adalah sumber kekuatan maka siapapun yang memiliki kedekatan dengan sumber kekuatan maka Ia akan mendapatkan bagian dari kekuatan itu, dengan demikian maka berarti jurus PS  itu sejatinya adalah upaya mendapatkan  ketajaman intuisi dengan spiritual.  Itulah sebabnya dikatakan manakala sudah lama mendekatkan diri kepada Allah dengan jurus PS lalu tidak memiliki tanda tanda kedekatan itu maka berarti kita sedang bermasalah.

Adalah bermasalah namanya manakala kita sudah lama berusaha mendekatkan diri kepada Allah melalui jurus jurus PS tetapi belum juga memiliki indikator kedekatan itu. Bila kita tidak memiliki tanda tanda kedekatan dengan Allah, bisa jadi karena juruis yang dibuat adalah salah,  telitilah kembali jurus yang biasa kita buat, apakah telah sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Untuk itu maka berarti harus selalu mengujicobakan jurus yang mampu kita buat sebagai salah satu usaha menghidupkan intuisi, untuyk mencapay mengerti dan paham seperti apa yang diinginkan oleh Guru Besar )Palembang,  31 Oktober 2015)

Baca Juga :

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s