Setelah Mengerti dan Paham Jurus PS … What Next ?

Fachruddin PS LampungSeakan nyaris hilang kesabaran Bang Zen, beliau sangat menginginkan para senior telah mencapai mengerti dan paham jurus PS. Tetapi karena Bang Zen di hari hari tuanya  menunjukkan kematangan dalam bersikap, sehingga perasaan itu mampu disembunyikannya. Tetapi ketika pembicaraan kami tiba pada masalah kepemimpinan ummat Islam, maka saya menangkap adanya kegelisahan yang tak terhingga dalam pikirannya, beliau menunjukkan kegelisahannya yang amat sangat.

Kesimpulan ini adalah saya ambil dari ceramah singkat Bang Zen kepada saya di Bengkel PS Yogyakarta Agustus 2015 yang lalu, sayang hanya saya sendiri, saya  yang memiliki tubuh yang mulai renta.ini yang duduk dihadapannya pada saat itu, beliau sepertinya ingin sekali ucapannya didengar juga oleh mereka yang masih muda dan lebih menjanjikan masa depan dibanding saya.

Sayang ketika Bang Zen memanggil nama, seseorang anak muda yang sepengetahuan kami tadinya dia masuk kamar, rupanya anak muda itu telah keluar kamar pada saat kami sedang asyik berbincang. Andaikan anak muda itu hadir dipembicaraan kami berdua, maka tidak banyak pembicaraan itu yang berlalu secara  sia sia, karena gaya Bang Zen bicara yang penuh lambang lambang itu, tentu hanya sedikit sekali yang mampu sya tangkap dan mampu saya bicarakan dalam tulisan singkat, ringan dan remeh temeh ini. Tentunya akan lain ceritanya bila pembicaraan ini tertangkap oleh anak muda tadi. Masalah besar ini tentu akan menjadi berita besar pula.

Namun demikian ijinkan saya  bercerita sebatas kemampuan saya dalam berceriera. dengan harapan semoga ada sedikit manfaatnya terutama bagi mereka yang masih muda muda, karena mereka adalah calon penerima  tongkat estafeta. Saya merasa tidak boleh menyembunyikan kekhawatiran Bang Zen ketika setengah berbisik Beliau mendesahkan kata kata ” Pemimpin kita sepertinya telah menghilang”  kata beliau lirih. Ummat ini banyak menghadapi kesulitan dalam hidup, tetapi sepertinya para pemimpin ummat ini tak kunjung mampu hadir menyapa.

Dahulu pernah suatu masa, setiap ada permasalahan para pimpinan ummat angkat bicara, di media massa, dan pembicara pembicara lainnya juga banyak yang dikenal sebagai sosok yang memiliki komitmen kislaman yang tinggi. Dan kita sebagai ummat merasa terlindungi. dari berbagai permasalahan yang mengancam. Kini pastinya ummat sangat mendambakan pimpinan seperti itu.

Pada saat beliau bicara seperti itu, sayapun diam seribu bahasa,  saya berusaha untuk lebih memahami makna pembicaraan Bang Zen. Saya tak ingin mengusik  arah pemikiran Bang Zen, dengan mengalihkan ke pembicaraan ke yang lainnya, apatah algi mengajaknya berdebat.

Tidak .. !, tidak akan saya lakukan itu, saya sadar bahwa saya memiliki kontrak menulis di Blog PS Lampung, dan saya akan menuliskan apa adanya, bukan karena pengaruh dialektis. “Pemimpin kta pada saat ini tak mampu berbuat banyak … kata Bang Zen.  Saya hanya bisa tersentak.  Banyak sekali yang harus dilakukan untuk ummat. Tetapi kita harus mengerti dan paham terlebih dahulu. Tetapi setelah itu … What Next. (Sekayu, 5 November 2015)

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s