Ujicoba itu Juga Rekayasa

Fachruddin PS LampungUjicoba Jurus PS akan lebih bermakna sebagai rekayasa dibanding sekedar survey. Bila seseorang akan maju dalam pemilihan Presdiden, Gubernur ataupun Bupati/ Walikota, maka yang dibutuhkan dalam jangka waktu dekat adalah melakukan suvey kepopuleran dan elektabilitas. Dunia kedokteran secara rutin melaksanakan pertemuan ilmiah guna melakukan pembahasan atas temuan temuan terakhir dari hasil penelitian mereka, dunia arkeologi juga secara rutin melakukan petemuan membicarakan hasil penggalian yang paling akhir. Baik dunia arkeologi maupun kedokteran tidak jarang hasil temuan terakhir justeru “Membantah” temuan temuan terdahulu, tetapi saya ingin menegaskan bahwa dalam jurus PS kita bukan sekedar survey melainkan lebih sebagai rekayasa, dan kita tidak perlu menidakkan hasil ujicoba terdahulu karena ujicoba jurus PS sifatnya selalu “Memperkaya

Ujicoba jurus PS itu akan terkait dengan pengalaman spiritual yang juga akan terwarnai oleh kondisi internal individual, karena keberhasilan jurus jurus PS juga akan terkait kepada kepatuhan beribadah seseorang, jurus PS bagi seseorang yang tekun beribadah jauh memiliki ketajaman dibanding mereka yang terbilang kurang dalam beribadah, seperti kita semua ketahui bahwa jurus bagi PS akan bermakna jurus, nafas dan lafaz. Bisa saja seorang senior dalam PS yang demikian aktif berlatih jurus PS memiliki gerak yang bukan hanya sekedar sempurna  tetapi juga indah, bisa saja memiliki nafas bukan saja hanya panjang, tetapi sempurna dan tak mengalami kebocoran, tetaopi manakala mereka kurang beribadah sebagai konsekuensi logis dari pernyataan ikrar Laailaaha Ilallaah, maka jurus mereka sejatinya kurang tajam.

Sekalipun diselenggarakan deseminasi oleh para senior PS tentang hasil ujicoba mereka masing masing umpamanya, maka diseminasi itu tidaklah akan dapat saling menidakkan atau menjadikan temuan yang akhir membantah temuan yang lebih awal. Temuan temuan yang terkait dengan kedekatan kepada Allah akan menjadi sesuatu yang kurang dipahami oleh mereka yang masih dianggap perlu meningkatkan kekhusyukannya dalam beribadah. Sehingga segala sesuatunya akan menjadi sulit diuraikan secara umum.

Itulah sebabnya maka ketinggian jurus PS yang diampu haruslah sejalan dengan upaya upaya peningkatan dan penyempurnaan ibadah seseorang dan begitu juga tentang penguasaan ilmu keagamaan ‘ketauhidan’ (dalam tanda petik’) Demikian sebaliknya anggota yunior dapat memiliki keterampilan melebihi seniornya dengan keberhasilan melebihi ibadah yang dilaksanakan oleh seniornya.

Lalu ujicoba jurus PS akan benar benar dirasakan bukan hanya sekedar survey melainkan rekayasa karena manakala jurus jurus itu dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya sering tidak sekaligus berhasil, melainkan dilaksanakan berulangkali sambil meningkatkan ibadah bahkan sedekah secara berulangkali baru terijabah dan berhasil, karena memang pada hakekatnya jurus PS adalah juga sebagai doa. Wallohua’lam. (Bandar Lampung, 25 Januari 2016)

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s