Selamat Jalan Oma.

FachruddinTerus terang aku baru sekali jumpa Oma, itupun sebentar, isteriku hanya bersalaman lalu pamit, lalu Oma bertanya …. “Buru buru mau kemana … ?”  Ikut teman teman, mau  lihat lihat … kilah istriku,  oma nampak berdiri melepas keperegian kami. Itu saja. Tapi hati ini terasa begitu dekat dengan Oma karena Bang Asfan alm sering bercerita tentang Oma, ada yang disampaikan dalam ceramah beliau tetapi lebih banyak yang beliau ceritakan kepada kami dalam berbagai kesempatan.

Seperti biasa, setiap alm Bang Asfan bercerita maka saya hanya mendengar, saya tidak pernah bertanya, apalagi berdiskusi, apalagi menentang. Saya benar benar ingin berguru kepada bang Asfan dan saya merasa sangat tidak layak untuk bertanya karena bisa dipastikan pertanyaan saya tidak akan banyak artinya dibanding pentingnya memanfatkan waktu yang demikian sempit tetkala jumpa almarhum. Saya sangat tahu bahwa tak pernah Bang Asfan bercerita kosong kepada mrit mritnya.

Banyak hal yang telah ditiadakan di PS ini,  sebagian besar itu  adalah atas perintah Oma, kata Bang Asfan sambil menyebutkan beberapa contoh, dalam satu kesempatan kepada sejumlah senior yang terbatas. Tetapi sebetulnya ada yang lebih ekstrim untuk diujicobakan, kata beliau,  tetapi saya tak ingin membuat Oma gelisah, kata Bang Asfan. Bang Asfan nampaknya ingin menegaskan bahwa Ilmu PS tak akan berkembang dengan optimal  di tangan seseorang orang orang yang tak memiliki hubungan baik dengan kedua orang tuanya, utamanya ibunya.

Dalam hal ini Bang Asfan sering sekali menyebutkan Adam Malik (Wakil Presiden) adalah contoh bagaimana seseorang mengabdi kepada orang tua, sangat mengagumkan bagaimana ketika pada hari Raya Idul Fitri sekalipun tampa publikasi pada saat itu Adam Malik sungguh sungguh mengekspressikan pengabdian seorang anak dari seorang Ibu. Seperti itu yang diacu oleh Bang Asfan bersama adik adiknya kepada Oma.

Dengan demikian terpelihara dan berkembangnya ilmu PS sesungguhnya juga berkat ridho seorang Oma yang setiap saat mencermati apa yang dilakukan seorang Asfan muda yang sedang gigih mengembangkan sebuah ilmu yang dekian penting dan demikian dahsyatnya, tetapi nampaknya Oma sangat paham bahwa apa yang dikembangkan Bang Asfan muda manakala tergelincir bukan hanya akan dapat menyesatkan Bang Asfan selaku Guru Besar,   tetapi akan menyesatkan seluruh para anggotanya. Kekhawatiran seperti nampaknya yang menjadi pegangan Bang Asfan. Bang Asfan tidak mau kehilangan doa dari Oma.

Kita jangan membayangkan ketika Bang Asfan telah semakin matang, setelah melaksanakan ibadah haji, setelah banyak buku yang dibacanya, tetapi Oma mengasuh Bang Asfan, bukan hanya sejak muda, tetapi justeru sejak kanak kanak. Itulah Oma. Kini Oma telah tiada.Telah meninggalkan kita untuk selamanya. Seseorang yang tak henti mendoakan kita semua sebagai angota PS, karena dalam doa Oma itu doa untuk anak anaknya dan doa untuk PS adalah sesuatu yang tak terpisahkanm.

Doa kami Oma agar engkau mendapat tempat yang layak dari Allah Swt, semoga hati oma selalu damai memandang kita semua sebagai anggota PS walaupun itu dari kejauhan, dan alam yang berbeda. Fatihah untuk Oma.

Penulis: pslampung

Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam Islam Prana Sakti Cabang Lampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s