Rejeki Itu Goib, Coba Buktikan Dengan Jurus PS.

Fachruddin PS LampungTidak gampang cari rejeki karena rejeki itu gaib, tidak mudah mengurai kegaiban itu, namun demikian bukan berarti tak bisa mengurai rejeki cara memperoleh rejeki. Karena yang mengatur rejeki adalah Allah, yang maha gaib. Karena berasal dari Allah maka cara mencari rejeki yang benar adalah meminta langsung kepada yang mahamengatur. Menurut logika maka seyogyanya orang orang Islam adalah kelompok yang paling kayaraya, karena setiap saat selalu mendekatkan diri kepada Allah yang maha mengatiur konstribusi  dan distribusi rejeki. Tetapi kenyataannya justeru sebaliknya ummat Islam ditinjau dari kacamatan rejeki ternyata menjadi manusia nomor dua.Kekayaan lebih banyak dikuasai oleh pihak non muslim seolah mereka yang paling dekat dengan Tuhan.

Seharusya  jalur perekonomian dukuasai ummat Islam. Karena ummat Islam selain dapat memanfaatkan berbagai teori umum dalam membangun ketahanan perekeoniam, juga dapat memanfaatkan kaidah spiritual. Apalgi berdasarkamn penelitian bahwa mereka yang hasil dalam berniaga adalah mereka yang memilik intuisi yang tajam. Dan kita semua tahu bahwa cara cara yang paling jitu dalam mempertajam intuisi adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.

Pada saat saya menulis tentang peka, cek dan tembus pandang rame rame saya dibuly di FB, tentu saja dengan bahasa bahasa sadis ala FB, tak menjadi masalah karena saya yakin sebagian besar dari mereka adalah bukan anggota PS atau setidaknya belum paham PS. Karena terkait keimanan kepada Allah berarti mengimani akan adanya sesuatu yang gaib. Dan salah satunya masalah yang gaib yang harus kita hadapi adalah masalah rejeki, manakala kita sudah mulai mencari rejeki maka kita akan tahu bahwa masalah rejeki adalah masalah yang benar  benar gaib.  Dalam rangka kampanye berniaga yang direncanakan oleh PS Lampung, maka tentu saja kegaiban rejeki itu adalah sesuatu yang harus diurai.

Bagaimana cara mengurai kegaiban rejeki dari Tuhan itu maka bagi anggota PS tentu saja jurus jurus PS  itu adalah alatnya.  Itulah sebabnya maka saya mulai pembicaraan itu dari peka, sudah itu kemampuan cek,  dan tidak ada salahnya tembus pandang, dan itu merupakan awal untuk mendapatkan intuasi, bisa juga itu justeru akumulasinya. Tetapi kembali kepada kemampuan intuitup

Seharusnya para anggota PS dengan kepekaannya, dengan kemampuan ceknya mampu memangkap apa yang terjadi manakala seseorang makan dan minum atau makan saja, atau minum saja manakala tidak membaca bismillah. Lalu hendaknya mampu pula menangkap apa yang terjadi manakala  manakala melakukan dosa dosa kecil.  Apapula yang terjadi nakala kala kita berburuk sangka. Itu akan terkait secara gaib dengan rejeki yang sejatinya penuh misteri. Nanti kita bisa mengukur, apakah kita sejatinya jauh apa dekat dengan Allah.  Wallohu a’lam bishowab.

(Belitang, Oku Timur, 29 April 2016).

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s