Antara Ketakwaan Dan Intuisi

Jurus jurus PS itu adalah gerakan yang memiliki kemampuan untuk mempertajam intuisi seseorang. Berikut ini saya kutip perihal Intuisi dari wikipedia Indonesia : Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

Sampai saat ini dipercaya bahwa intuisi yang baik dan tajam adalah syarat agar seseorang dapat sukses dalam hidup. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak buku-buku mengenai kiat-kiat sukses selalu memasukkan strategi mempertajam intuisi”.

Berdasarkan kutipan di atas maka dalam rangka menguasai jalur ekonomi adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan dalam rangka memelihara keimanan ummat. Agar selalu mencapai predikat takwa dan Berkembang menjadi takwa yang sebenarnya, dalam waktu yang bersamaan juga maka akan terjadi penajaman intuisi, karena bagi mreka yang bergiat mengembangkan intuisiituternyata menemukan fakta bahwa penajaman yang paling sempurna adalah dengan cara pendekatan spiritual, sama juga halnya dengan temuan para dokter di Jepang, mereka melaporkan bahwa dalam melakukan pengobatan sang dokter dan apalagi fasien dilarang sekali memiliki pemikirang kotor, berkata kotor dan semacamnya, karena akan terjadi kesulitan dalam mencapai kesembuhan.

Saya langsung teringat Bang Asfan ketika membantu seseorang beliau menyuruh membaca al-fatihah, seharusnya para senior dan pelatih bersegera melakukan ujicoba komfirmasi, jika di Jepang ditemukan bahwa terbukti berkata kata yang kurang senonoh disaat melakukan pengobatan baik oleh pasien ataupun si dokter akan mempengaruhi kesembuhan, artinya penyakitnya akan sulit disembuhkan. Lagu bagaimana bila membaca al-Fatihah, bagimana hasilnya.

Dari yang seperti itu kita harus melakukan ujicoba jurus PS, gunakan kepekeaan, cekn seterusnya, gunakan intuisi, karena itu semua dibangun oleh PS, sekarang bagaimana cara menghidupkannya.

Palembang, 30 April 2016.

bacaan : https://id.wikipedia.org/wiki/intuisi

 

 

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s