Tower Jam Di Makkah

20160916_220256-1Belum lagi turun dari bus di pelataran komplek Masjidil Harom di Makkah sekelebatan saya lihat ada menara tinggi, yang pada saat saya ke Makkah tahun 2005 dahulu tidak ada, begitu turun di komplek Harom di termil Sif Amiir mata[un segera terantuk pada kegagahan berdirinya menara yang nampaknya sepakat disebut tower jam. Saya terheran heran untuk mengaitkan tower jam ini dengan aktivitas di Makkah selain sebagai petunjuk waktu.

mungkin karena keterbatasan saya sehingga saya membutuhkan waktu tidak kurang dari dua hari atas pertanyaan yang muncul dibenak, yang sebetulnya keterangan itu telah didahului oleh khatib kami ketika kami melaksanakan sholat Jumat yang hanya beberapa jam saja om. sebelum kami sampai ke komplek Masjid Haru/ Saya berharap semoga Allah yang menuntun saya teringat kembali dengan konten khutbah yang sepenuhnya menggunakan bahasa Arab, yang tentu saja  terlampau sedikit yang dapat saya serap, dan yang sedikit itu diantaranya bicara tentang waktu.

Terbayang dalam benak saya bagaimana bera[i apinya Khatib menjelaskan tentang waktu, di Eropa diebutkan bahwa waktu adalah uang, sedang di Arab sendiri disebutkan bahwa waktu adalah pedang yang siap akan melukai siapa saja yang kurang cermat memanfaatkan wajktu. Ibadah dalam Islampun tidak terlepas dari waktu, ketika seseorang akan melaksnakan puasa, sangat terikat dengan waktu, ketika seseorang akan melaksanakan sholat sangat terikat dengan waktu, dan ketika seseorang akan mengikuti manasik haji maka pelaksanaannya juga sangat terikat dengan waktu, dan dalam manajemen modernmpun sesuatu itu harus time bon, harus jelas kapan program itu akan dilaksanakan, jika ingin sukses.

Demikian bagi seorang anggota PS maka dia juga harus jelas kapan dia akan mendapatkan dan naik jurus, dan kapan pula dia harus bisa memanfaatkan jurus jurus yang dia ampu. Tidak jauh dari jam yang menunjukkan waktu itu ada ka’bah yang setiap  saat selama satu kali dua puluh empat jam ada yang berputar putar melaksanakan tawaf mengelilingi ka’bah. Sementara setiap harinya ka’bah dikelilingi oleh 1500 Malaikat, dan setaiap Malaikat hanya sekali diberikan waktu mengitari ka’bah dalam umur hidupnya.

Itu adalah lambang putaran waktu yang berjalan terus, kita tidak bisa membayangkan manakala terjadi detik detik kekosongan aktivitas tawaf di sekitar Ka’bah. Selama ini tawaf hanya terhenti ketika  dilaksanakan sholat lima waktu saja, dan tawaf istirahat sejenak pada saat sholat fardu. Pada suatu saat saya juga ingin mendengar cerita dari para senior PS apa sesunggunya yang terjadi pada saat orang melaksanakan puaran tawaf yang sangat dahsyat itu, lalu apa artinya bagi kehidupan dunia yang fana ini. (Palembang,  17 Oktober 2016).

 

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s