Keterampilan Ilmu PS dan Sholat Khusyuk

DSC07206
Masjid Agung Palembang

Terus terang ini baru pengamatan dari luar saja, tidak menggunakan kaidah survey atau pengumpulan serta analisis  data secara metodologis lainnya. Kesimpulan sementara saya adalah bahwa para anggota PS yang memiliki keterampilan dalam memanfaatkan jurus jurus PS menunjukkan gejala bahwa  sholat lebih khusyuk dibanding yang lain. Bisa jadi sholat lebih khusyuk mereka maksudkan juga  untuk menjaga keterampilan itu  agar lebih terpelihara atau lebih tajam lagi, selain alasan theologis lainnya.

Pengamatan yang saya lakukan belum lagi mencapai sepuluh orang, sehingga kemungkinan bias sangat terbuka, namun demikian itulah data yang saya punya. Mereka terdiri dari orang orang yang sempat ngobrol atau bicara lebih serius tentang PS dan penggunaan jurus PS serta sekitar pengalaman dalam membantu orang orang yang membutuhkan bantuan dengan jurus jurus PS yang mereka ampu.

Sasaran pengamatan saya sebenarnya hanya terbatas pada masalah sholat saja,  walaupun ada juga diantaranya yang secara tidak sengaja saya menangkap kebiasaan yang bersangkutan bersedekah kepada fakir miskin. Tetapi masalah kebiasaan sedekah ini belum sempat saya amati secara lebih mendalam, karena tidak memiliki kesempatan yang cukup.

Berbeda halnya dengan sholat yang dilaksanakan lima kali dalam sehari semalam, artinya kebersamaan dalam beberapa jam saja, kita telah memiliki kesempatan melakukan pengamatan secara seksama, mulai dari wudhu, ketepatan waktu awal, pelaksanaan sholat, qobliyah atau ba’diyah, serta doa doa yang menyertai pelaksanaan sholat wajib tersebut. Yang ditambah lagi dengan tindak tanduk, prilaku atau setidaknya cara bicara, dan materi (konten) pembicaraan.  Hanya dalam beberapa kali pengamatan saja kita hampir dapat mengambil kesimpulan, karena demikian muidahnya mencari bahan bandingan. Kesimpulan saya adalah mereka yang memiliki keterampilan dalam menggunakan jurus PS, adalah lebih khusyuk sholatnya.

Keberanian saya menyimpulkan ini adalah  karena kesamaan dalam beberapa kali melakukan survey dan pengamatan, di mana saya mendapatkan data adanya konsistensi dalam beberapa item yang menjadi survey sederhana ini. Mungkin anda memiliki pengalaman yang jauh lebih menarik, serta didukung methode yang lerbih baik. Melalui tulisan ini sebenarnya yang ingin saya katakan bahwa  dalam rangka pengembangan PS secara keseluruhan dibutuhkan aktivitas survey dan penelitian lainnya, karena sesuatu akan dapat berkembang manakala memiliki data yang cukup.   (Palembang, 21 Oktober 2016)

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s