Kembalinya PKI di Indonesia ?

Fachruddin PS LampungDunia politik Indonesia memanas, itu bermula dari Gubernur DKI Jakarta dalam suatu acara kedinasan di Pulau Seribu yang dalam kesempatan itu antara lain Gubernur menyamoaikan bahwa banyak yang telah ditupu dengan memakai surat Al-Maidah 51 dan mereka terbodohi, begitu kira kira kalimatnya dalam penggalan kata dari kalimat itu ada … dobodohi … pakai …. sirat al-Maidah 51 …. setelah ummat Islam banyak yang membaca, merenung renung lalu mempertimbangkan, maka muncul protes dan pengaduan kepada pihak Kepolisian  denga dugaan penistaan agama.

Semula pengaduan ini ditolak Kepolisian karena tidak ada fatwa MUI. Alhamdulillah ternyata MUI berkenan mengeluarkan fatwa, dan hasil pendalam yang dilakukan oleh MUI dengan bukti rekaman video, akhirnya MUI memfatwakan bahwa benar Gubernur telah menistakan agama Islam. Namun demikian Kepolisian belum juga bergerak  lanyatan belum ada petunjuk dari Presiden sebagai ijin pemerosesan.

Ternyata bukan hanya ummat Islam yang tak sabar dengan lambannya Polisi bertindak, tetapi Sang Gubernur juga  mendatangi pihak Kepolisian sebelum dipanggil,  tentu dengan kepentingan yang berbeda. Sang gubernur ingin segera dinyatakan bahwa beliau tidak bersalah, tetapi ummat Islam  menginginkan agar Sang Gubernur dinyatakan bersalah, dijadikan tersangkan dan diamankan (ditangkap) seperti penista sebelumnya.

Banyak analisa pengamat yang mengatakan bahwa peristiwa penistaan agama ini dahulu merupakan kegemaran PKI, dan sekarang PKI berusaha kembali eksis doi Indonesia, dengan cara memanfaat siapasaja  terutama seseorang yang memiliki kekuasaan untuk menyerang Islam.

Penyerang  penyerang Islampun sudah bermunculan. Bila memang benar PKI itu telah bermunculan lagi maka adalah sewajarnya bila kita waspada, kita harus mengantisipasi segala sesuatunya, karena berdasarkan info yang ada bahwa kader PKI kini telah menempati berbagai posisi strategis, dan nyaris menggiring Pemerinmtah untuk meminta maaf kepada PKI.

Yang harus kita ingat bahwa PS ini didirikan juga sebagai uapaya bang Asfan sebagai pendiri dan Guru Besar PS dilatar belakangi rasa keperihatinan terhadap ummat Islam yang kehilangan rasa Kemerdekaan untuk mempertahankan dan menggunakan hak civiksnya, ummat Islam membutuhkan motivasi agar mendapatkan kembali perasaan kemerdekan itu, maka disusunlah jurus jurus PS serta peruntukannya.

Kini PKI kewmbali akan beraksi, maka tentu saja PS tidak boleh diam untuk memperisai ummat agar memilki kemampuan mempertahankan kleimanan, beribadah, berdakwah sesuai dengan tuntunan Islam. Siap[a tahu ada pertputaran sejarah, maka tentu saja kita harus memanfaatkan pengalam pengalaman PS ketika  mengeksiskan PS dahulu, walau dengan cara cara yang lain, karena PKI juga tidak mungkin akan sepenuhnya menggunakan cara cara lama. Yang harus kita pahami benar adalah bahwa jurus PS itu dulu dipakai untuk menumpas PKI. (Palembang, 25 Nopember 2016)

Penulis: Fachruddin

Saya Fachruddin, District Advisory Team (DAT) pada PT. Tetira International Consultants Jakrta, Kerjasama dengan ADB dalam rangka Pelaksanaan Pengembangan Kapasitas Penerapan SPM Dikdas, di Wilayah Suamtera Selatan. Saya mengelola Blog, dan menulis di Blog tersebut, walaupun tulisan hanya tulisan populer, dan tidak terlalu mendisiplinkan diri dalan kaidah ilmiah. Namun diharapkan tulisan tersebut dapat dijadikan bahan saya berkomunikasi dengan para pihak. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s