Permudah Jalan Anggota PS Menuju Puncak Prestasi.

Fachruddin PS LampungPS ini akan menjadi besar manakala para anggotanya banyak yang mampu mencapai puncak prestasi, artinya memiliki kompetensi sesuai dengan ketinggian jurus yang diampunya, yang ditandai sejumlah keberhasilan menyelesaikan masalah hidupnya dengan jurus jurus PS. Sekupulan orang orang yang memiliki prestasi dalam jurus dan ilmu PS itulah yang memiliki kemampuan membesarkan PS. Oleh karenanya maka untuk itu sejatunya kita harus mempermudah jalan para anggota untuk mencapai puncak prestasi, karena mereka yang tidak memiliki prestasi apa apa di PS tidak akan mampu membuat PS itu menjadi berkembang dan besar.

Oleh karena itu hendaknya kita mempermuidah jalan bagi mereka yang ingin berprestasi dengan jurus jurus PS. Satu demi satu, sedikit demi sedikit permasalahan hidup yang dia hadapi harus  dihadapinya atau diselesaikannya dengan menggunakan jurus jurus PS. Semakin banyak permasalahan yang dihadapinya mampu diselesaikannya, maka dia sudah memiliki kemampuan sharing masalah yang dihadapi oleh orang lain. Karena dia sudah memngantongi sejumlah pengalaman.

Jelas seorang pelatih PS itu dituntut pengalamannya mengatasi permasalah  permasalah hidup mulai dari yang ringan hingga yang berat. Keberhasilan demi keberhasilan itu disebut dengan sukses  story. Seorang pelatih jurus PS memang dituntuut mengoleksi sukses story sebanyak banyaknya. Anda bisa bayangkan manakala ada pelatih yang hanya tahu gerak, lafaz dan nafas jurus PS saja. (titik) Tampa mengetahui secara mendalam makna filosofis dari jurus yang dilatihkannya.

Dari makna filsofis itulah  Ia akan mampu mengaitkannya dengan berbagai informasi terkait aqidah Islamiyah.

Provesor Itu Guru Besar

Fachruddin PS LampungBila seandainya para pelatih PS itu melazimkan diri melakukan ujicoba atau pelatihan serta rajin mencatat temuan temuannya untuk dikembangkan maka nantinya para pelatih PS itu akan menjadi pakar PS, setingkat Provesor  di Perguruan Tinggi, Provesor adalah Guru Besar dalam proses perkuliahan di perguruan Tinggi. Kepakarannya ditandai dengan banyaknya ujicoba yang telah dilakukannya, dicatat hasilnya, didrsimenasikan penafsirannya dijadikan thesis untuk diteliti antitesisnya dan nantinya akan melahirkan tesis tesis baru tentunya. Pada saat itu PS akan benar benar profesional, sebagai sebuah Perguruan yang Dipimpin oleh seorang Guru Besar.

Para pelatih PS itu padasuatu saat kelak benar benr diharapkan menjadi Profesornya dilingkungan PS, sebagai anggota yang mumpuni yang memiliki pemahaman tentang aqidah di atas rata rata, serta memiliki kemampuan mengaitkan  aqidah Islamiyah itu ke dalam seluruh aspek kehidupan manusia, meliputi ideologi,  politik, sosial,  sosial dan budaya bahkan pertahanan dan kemanan  rakyat semesta (Ipoleksosbud Hankam Rata) tidak ada hal hal yang boleh tercerabut dari  aturan qaidah Islamiyah. Sebagai makna dari  melalui PS aqidah itu  akan hadir secara tuntas setiap denyut tarikan nafas kita. Tidak ada satu tarikan nafaspun selain tuntas dengan ikrar Laailaaha Illallaah.

Jurus jurus PS itu adalah alat dalam rangka mengimplementasikan iqrar kita, itulah sebabnya Bang Asfan selalu mengatakan bahwa  ” …jurus PS itu adalah lambang kehidupan manusia di atas bumi … “. Artinya apapun profesi kita maka kita semua akan terkait dengan jurus jurus itu. yang kita semua juga tahu bahwa inti jurus juga adalah Laailaaha Illallah.

Seberapa banyak pengalaman kita menyelesaikan masalah masalah kehidupan yang kita hadapi dengan menggunakan jurus PS itulah yang akan membuat kita menjadi pakar dalam PS.  Semakin banyak anekaragam pengalam itu yang membuat kita memiliki kemampuan membimbing anggota anggota PS kita yang lainnya dalam menghadapi semua persoalan yang kita hadapi dalam semua aspek kehidupan di muka bumi.

Tentu saja manakala  anda  telah mampu memanfaatkan jurus jurus PS dalam menghadapi segala aspek persoalan dalam hidup sehari hari, maka berarti andak  layak  disebut Profesor dalam lingkup ilmu PS. Bila anda merasa tidak akan mampu mencapai tarap itu, maka jadilah orang yang membantu dan memfasilitasi agar orang lain mencapai tarap itu, yang jelas yang demikian itu harus ada di setiap cabang dan wilayah, sebagai wakil dan perpanjangan tangan Guru Besar PS di Yogyakarta. Semoga. (Palembang  19 Februari 2017)

 

 

 

 

Masuk PS Seperti Masuk Kuliah S3

Ini tidak mudah tetapi harus, suatu saat harus diterapkan. 

Fachruddin PS LampungBila kita akan mengikuti perkuliahan program S3 maka kita diwajibkan untuk menyusun makalah  sekitar 60-70 halaman atau di bawah 100 halaman untuk menuliskan sesuatu yang menjadi perhatian kita dan rencananya itu juga nantinya yang akan disusun sebagai disertasi, itulah sebabnya dalam menulis makalah tersebut selain mengikuti kaidah cara penulisan yang dianut oleh Perguruan Tinggi yang bersangkutan, juga harus mencantumkan daftar bacaan sejumlah puluhan judul dan dari judul bacaan itu ada dua puluhan atau belasan diantaranya adalah buku asing. Buku buku yang dijadikan bacaan dan acuan tersebut 70% diantaranya diterbitkan paling lama 5-10 tahun, semakin baru semakin bagus.

Jangan kaget bila pihak penyelenggara akan mengukur kemampuan bahasa asing, yang bila ternyata kurang kita harus mengikuti pelatihan khusus, hingga kemammpuan bahasa kita memenuhi standar persyaratan, baik reading, lisening, speaking maupun writing.  Baru nantinya pihak Penyelenggara akan mencarikan dosen pembimbing yang memiliki spesialisasi yang berhubungan langsung dengan judul tersebut di atas. Kuliah yang sangat diutamakan selain kuliah pokok adalah kuliah methode penelitian, serta filsafat ilmu itu sangat dipentingkan, agar benar benar disertasi yang kita susun itu mencapai hasil yang memuaskan.

Saya membayangkan suatu saat orang orang masuk PS itu menuntut kejelasan untuk mendapatkan apa dan dalam jangka waktu berapa lama, itu tuntutan profesionalitas kerja. Orang tidak mau menghabiskan waktu atas sesuatu yang tak jelas kemana arahnya, tetapi dilain pihak mereka juga  siap mmbayar berapapun harganya. Maka pada saat yang sama kita juga harus layani itu secara profesional, dan untuk itu maka sejak sekarang kita harus mempersiapkan diri dan menyiapkan segala sesuatunya, karena hal tersebut entah kapan waktunya, tetapi pasti akan tiba masanya. Pada saat itu kita harus benar benar siap.

Pada saat itu kita harus lebih dahulu profesional, bila yang akan datang ke kita menggunakan jasa kita menuntut bagaikan masuk S3 maka kita layani dia dan kita memang Profesor dalam bidang itu, yang kita terlebih dahulu sangat memahami segala lika likunya secara profesional. Boleh boleh saja yang datang itu akan meminta untuk mendapatkan pencerahan dalam masuk PS, tetapi kita harus pandai mendeteksi serta mengukur sebenarapa luas  wawasan pandangnnya.

Kita ukur wawasan akidahnya, serta kita ukur juga kemampuan fisiknya, karena masuk PS itu memang harus menggunakan gerakan fisik yang cukup berat, artinya bila anggota baru yang hanya  memiliki fisik yang loyo, maka jangan  berharap terlalu banyak  kepada jurus jurus PS, artinya sesuaikanlah. Demikian pula jika memiliki wawasan akidah yang sangat terbatas maka jangan terlalu berharap akan memahami ilmu PS secara maksimal. Sesuaikan dengan kemampuan.

Artinya deteksilah dan diskusikanlah keadaan si anggota baru, lalu bahaslah agar sesuai dengan tuntutan dan keinginan yang bersangkuta, jika kemampuannya masih SMP maka jangan berharap akan mencapai sesuatu yang setara Sarjana. Tarap demi tarap akan ada manfaatnya, jelaskan manfaat manfaat itu, dan disitulah masuk unsur dakwah PS itu seperti apa. Karena inti PS adalah akidah, dan dengan akidah itu seseorang akan memahami apa arti hidup.

Diskusi diskuai itu nantinya akan melahirkan kesepakatan bersama akan apa yang bisa dicapai yang bersangkutan dengan jurus jurus PS, lalu setelah itu pelatih yang sekaligus pembimbing membuat program program yang  harus dilakukan oleh yang bersangkutan, yang setaiap tahapanya harus mengetahui hasil evaluasi dari pelatih.

Tentu saja nantinya yang akan menarik minat adalah terkait  dengan profesi seseorang, yang itu semua akan sangat mudah diketahui, apakah seseorang itu berhasil atau tidak, maka untuk menjelaskan semua itu adalah para pelatih yang mendalami masalah itu. Maka mendatang para pelatih itu selain melatih jurus PS secara umum juga harus memiliki spesialisasi dalam memanfaatykan jurus PS, nanti kita akan dianggap profesional, dan memang itu yang dibutuhkan. Wallohu a’lam bishowab. (Palembang, 19 Februari 2017)

Perbaiki Diri Untuk Koleksi Sukses Story

Fachruddin PS LampungSetiap anggota PS harus mengoleksi sejumlah sukses story hingga yang bersangkutan menjadi siorang sukses dalam profesi yang dipilih untuk digelutinya, kumpulkanlah sukses story itu mulai dari yang kecil dan ringan ringan, pelihara lalu mencapai sukses strory yang berat,berkelas dan mahal agar seseorang menjadi orang mahal. Dan sukses stori bagi anggota PS adalah dengan menggunakan jurus jurus PS yang telah diampu oleh masing masing anggota. Kenaikan jurus demi kenaikan jurus itu ditandai juga dengan sukses story yang semakin bermakna. Lakukanlah itu dibawah bimbingan pelatih, tetapi kita ikut juga menentukan target, karena kita labih tahu apa yang harus kita kejar dalam mencapai sukses.

Ketika status kita pelajar mungkin masih di bangku SMA, kita ada kesulitan belajar, maka konsultasikan dengan  dengan pelatih, jurus mana yang harus diperbaiki dan disempurnakan,  bagaimana cara kita membuat kita fokus dalam belajar, mungkin kita pemalu, mungkin kita peragu, mungkin minder, mungkin sombong, dan lain sebagainya. Mungkin ada sejumlah perangai buruk  yang menghinggapi kita dan bagaimana cara mengenyahkan perangai itu, serta bagaimana cara menggantinya dengan sifat sifat kemuliaan sebagai modal mencapai kesuksesan.

Hilangkan sejumlah perangai buruk dan koleksilah sejumlah perangai baik, sukses hidup itu manakala perangai baik lebih mendominasi  diri kita, dan sumber malapetaka dan kebangkrutan  adalah dominasinya perangai buruk di diri kita, dan ketahuilah bahwasanya itu semua dapat diatasi  dengan jurus jurus PS yang anda laksanakan setiap kali berlatih jurus.

Analisalah diri secara jujur  agar menemukan jalan keluar dari permasalahan yang membelit. Ketika anda masih berstatus pelajar, kenalilah mereka yang memiliki pencapaian belajar yang terbilang sukses, bandingkan dengan pruilaku mereka, dan telitilah, benarkah mereka yang bebudi luhur dan mulia lebih mudah mencapai sukses study dibanding mereka yang culas. Jikka benar benar jujur maka  akan dengan mudah kita mendapatkan jawaban yang objektif, tetapi manakala kita tidak netral dalam menilai tunggulah kita akan menemui berbagai kepalsuan dalam menyimpulkan sesuatu, dan kelak berujung pada kegagalan.

Manakala telah selesai satu sukses maka tambahlah dengan sukses yang lainsehingga benar benar mengoleksi sejumlah sukses story, semakin banyak koleksi milik anda semakin terbuka anda akan menjadi manusia terpenting di lingkungan anda. (Palembang, 31 Januari 2017)

 

Bang Asfan Senang Bila Ada Sukses Story terkait Jurus PS.

Fachruddin PS LampungSama dengan Bang Asfan, Bang Zen juga berharap anggota menceritakan kisah sukses para anggota. Gak enak bila saya yang cerita kata Bang Asfan, nanti di kira saya sok, karena belum terlalu banyak mereka yang memiliki pengalaman yang sama ataupun mirip, bagusnya yang bercerita itu anggota, bila ada kisah sukses  terkait jurus, maka ceroitakanlah kepada Guru Besar, nanti Guru akan memberikan petunjuk petunjuknya sesuai dengan ukuran kemampuan anggota yang bersangkutan, sehingga bisa meningkatkan pengalaman pengalamannya sehingga lebih banyak dan lebih tajam. Sama dengan tulisan di Blog ini  juga diharapkan akan muncul tulisan yang lebih bagus dari para anggota yang lain.

Setidaknya ada dua yang kita tangkap, pertama carilah pengalaman yang sebanyak banyaknya, kedua ceritakanlah pengalaman terbaik yang didapatkan kepada Guru Besar, untuk mendapat petunjuk dan arahan dari Guru selanjuntnyaberceritalah keoada sesama. Sehinga pengalaman ini dapat dijadikan pelajaran bersama bagaimana mencapai sukses.

Yang diharapkan bukan hanya sekedar lebih banyak yang memiliki sukses story, tetapi setiap anggota harus memiliki sukses storynya  mada dia adalan sebagai  anggota yang paling ideal. Tidak terbayangkan bila ada seorang anggota yang tidak memiliki sebuah sukses storypun terkait dengan jurus jurus PS, hampir mendekati kesia siaan, ibarat makanan yang sudah tersaji dan kitapun telah dibagikan piring serta  sendok garpu, tetapi kita tidak ikut menikmati sajian tersebut, dan lebih malang lagi manakala kitapun kelaparan, hanya lantaran tak tahu bagaimana cara makan.

Dengan perumpamaan tersebut di atas  maka adalah dosa kita semua manakala ada seorang yang kita latih bertahun tahun untuk makan, kita pertenjukkan aneka jenis resep makanan, kita pertgunjukkan aneka  makanan yang resep pembuatannya telah kita perkenalkan sebelumnya, dan kita pula  telah menyediakan sendok, garpu dan bahkan pisau serta piring yang indah, mahal dan menarik, tetspi kita alpa mengajarkan kepada kita bagaimana cara makan.

Dalam satu acara makan  bisa saja seseorang hanya mencicipi  satu atau dua jenis makanan saja, hanya lantaran dia tidak tahu, bila makanan jenis  apa dimakan dengan piring yang mana, sendok yang mana serta garpu yang mana, dan pisau yang mana pula, sehimngga Ia memilih tak mencicipi makanan mahal yang tersaji itu, hanya lantaran belum ada keterangan tentang itu. Itu tak boleh terjadi dengan sesuatu yang terkait dengan jurus PS yang ditekuninya selama bertahun tahun itu. Untuk mencapai sukses story maka pelatihpun bertanggung jawab

(Palembang 31 Januari 2017)

Iqra, Bacalah, Gunakan Jurusmu Dalam Membaca Itu.

Fachruddin PS LampungPerintah membaca itu datang dari Allah,  itu adalah wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW, berkali kali beliau menolak dan mengatakan bahwa dia tidak bisa membaca, setiap kali menolak dipencet hidungnya oleh Malaikat sehingga sesak nafasnya  hingga terdiam, baru perintah itu dilanjutkan hingga Nabi Muhammad mafhum apa isinya. Membaca itu artinya pelajari, kenali, bandingkan , ujicobakan dan seterusnya. Bagi seorang anggota PS maka dalam rangka Iqra maka gunakanlah jurus jurus yang diampu. Tak keliru menggunakan jurus jurus PS Iqra atau membaca  karena core jurus PS itu adalah Laailaaha Illallaah. Dan perintah melalui wahyu itu dikatakan bacalah dengan nama Tuhanmu, Allah.

Rencana menuliskan hal ini sebenarnya kutunda tunda, denga niatan tulisan ini akan kususun sebaik baiknya untuk menjadi puncak dari tulisanku, tapi akhirnya  akupun menyerah, karena ternyata dalam menuliskan ilmu PS aku tak mungkin sampai kepuncaknya, bukan karena jurusku baru Tikahan delapan saja, Bukan Karena Usiaku Sudah  Tua dan aku terserang Reumatik dan asam Urat sehingga tak mungkin aku membuat jurus yang sempurna, dan tak mungkin pula aku mencapai jurus Payung Rasul, dan terakhir Ternyata Jurus Payung Rasul itu bukan juruys Akhir PS, tetapi sesungguhnya itu baru jurus awal  mengenali jurus PS. Tak tahu nanti hingga ke titik mana langkah ini dapat kutapaki dengan jurus  yang kuampu. Maka kugoreskan bagian dari tulisan puncak  yang kurencanakan itu.

Ada sekitar tujuh orang pada saat itu mendengarkan Bang Asfan Berceritera,  diantara ketujuh orang itu akulah yang belakangan masuk PS, karena pada angkatan itu aku baru naik Halusan Satu. Di tengah tengah teriakan para pelatih mengomando jurus bagi anggota baru, nasib baik aku berkesempatan mengikuti para senior mendapatkan petunjuk dari Guru Besar secara langsung. Diantara sekian banyak ujarannya, beliau menceritakan bahsa seorang anggota PS Malaysia menjelaskan guru kepada Guru Besar tentangt perilaku syaithon ketika  anggota PS membacakan ABCD-nya.

Selain itu dia juga melaporkan bagaimana Syaithon lari menjauh ketika dibacakan Azan atau iqomah, tetapi dia datang lagi ketika orang sudah mulai sholat,  keterampilan ini didapatkannya dengan menggunakan jurus jurus PS, maka sebagai Guru Besar selaku penyampai ilmu ini, maka Guru Besar memberikan berbagai petunjuk, sesuai dengan kelas dan kemampuannya kata Guru Besar Bang Asfan kepada kami bertuju itu.

Sebagai anggota PS telah diberikan kemampuan untuk membaca, atayu mempermudah seorang anggota untuk membaca, maka gunakanlah kemampuan untuk membaca. Manakala kita tidak pernah membaca dengan menggunakan jurus jurus PS yang kita ampu maka berarti kita termasuk orang yang kurang amanah dalam menerima jurus jurus. Maka setelah mengampu sekian tinggi jurus PS, saatnya kita Iqra, Membaca, Menggunakan Jurus PS yang Kita Amu Untuk membaca. (Palembang 31 Januari 2017)

Patrikanlah Laailaaha Illallaah Ke Dalam Dada Dengan Jurus PS.

Fachruddin PS LampungTak seorangpun diantara kita mengira pada era sekarang ada seseorang menjadi tersangka karena menuliskan kalimat “Laailaaha Illallah” di bendera merah putih. karena ada UU yang melarang Bendera Merah Putih ditulis, digambar, dirobek, diinjak dan apalagi dibakar. Kasus ini masih dalam proses  apakah tuduhan itu dibenarkan dan terbukti di sidang, bahwa kalimah Laailaaha Illallaah telah menodai kesucian Bendera Merah putih.

Peristiwa tersebut adalah pristiwa politik, terkait politik memang hanya akan menyentuh kulit ari persoalan, tetapi gaungnya dan kerusakannya adalah sangat dahsayat ketika politik itu keluiru dan akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan manakala politik itu menegakkan kebenaran. Namun demikian politik itu tak abadi karena kepentingannya selalu berubah rubah, dalam politik tidak ada yang tak berubah, kecuali kepentingan itu sendiri, yang akan selalu ada, kini gilirannya adalah kalimah Tauhid dinista, mungkin karena bahasa.  Kita berharap bangsa ini akan semakin dewasa, sehingga mampu menyelesaikan permasalahan ini secara adil dan beradab.

Itulah sebabnyamaka judul tulisan tersebut di atas saya tuliskan  “Patrikanlah Laailaaha Illallaah ke Dalam Dada dengan Jurus PS” yang tudak gampang dipolitisir dan dibulak balik demi kepentingan tertentu. tetapi jadikanlah Laailaaha Illallaah sebagai penggerak relung yang paling dalam. Itu adalah pertahanan terakhir. ertahankan itu sebsgai pertanda kita ada.

Sejarah mencatat bahwa dalam memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa ini selain pekik Merdeka juga para pejuang meneriakkan Allohuakbar dan jeritan Laailaaha Illallaah baik tetkala butuh penyemangat dan juga dalam situasi yangat menentukan. Kita ekpressikan  secara fisik dan nyata dalam situasi yang  aman dan normal,  Ibarat sholat, maka Magrib, Isya dan Subuh  memang kita membaca dengan keras, tetapi pada saat Dzuhur dan Ashar kita lakukan sholat dengan sir, tersembunyi. Baik sholat yang sir maupun sholat yang disuarakan, zahar, adalah sama mulianya.

Mungkin pada suatu saat orang orang yang tak suka dengan Islam akan mengancam kita manakala kedapatan mengekpressikan keimanan kita, maka jrus jurus PS itu sangat lengkap bahwa dengan Laaillaha Illallaah, maka kita harus memiliki kemampuan untuk mempertahankan Laailaaha Illallah sebagai sesuatu yang harus kita pertahankan. Kalimah ini juga yang hartus kita ucapkan dipenghujung kehidupan kita menuju tempat yang abadi. Hiduplah kita dalam memperjuangkan atau mempertahankan Laailaaha Illallaah atau kita mati dalam berjihad, keduanya sama mulianya.  Pertahankan kemuliaan itu dengan jurus PS.  (Bandar Lampung, 27 Januari 2017)