“FIKSIONAL” DALAM KITAB SUCI BISA DISELESAIKAN OLEH PS DENGAN JURUS JURUSNYA.

Prana Sakti FachruddinTiba tiba saja novel Fiksi menjadi pembahasan yang menarik lantaran Pidato Internal Praobowo sebagai tokoh politik di Indonesia merujuk karya fiksi Ghosst Fleet dan menyimpulkan atau memperingatkan bahwa tahun 2030 Indonesia akan Bubar, para politisi bersukaria membuly lawan politiknya,  dengan cara melakukan pembodohan rakyat. Prabowo dijadikan bulan bulanan, dan diolok olok sebagai politisi yang merujuk kesebuah karya hayalan belaka,  Dengan ketidakpahaman para politisi itu diharap Prabowo akan kehilangan simpati dari rakyat.

Hingga tampilnya seorang Provesor, Guru Besar Ilmu Filsafat. Ricky Gerung namanya, yang secara berani dan gagah dibumbui sedikit congkak kepada para politisi yang rata rata miskin literasi itu dengan mengatakan bahwa Karya Fiksi itu sangat layak dijadikan literatur, karena Kitab Suci pun ditulis secara fiksi. Para politisi yang semula kegirangan karena mereka telah membuly sejadi jadinya, tersentak kebakaran jenggot. seperti terbuka kedok keterbatasannya.

Saya tak kenal Gerung dan pemikirannya  secara utuh sehingga saya tak ingin menolak ataupun menerima begitu saja gagasan gagasannya. Lebih baik saya menggunakan kaca mata PS, bukan saja karena saya telah dibesarkan di PS, tetapi lebih dari itu, saya dituakan, artinya PS telah mengasuh saya hingga memasuki usia saya yang menua menua ini, saya tetap berada dibawah bimbingan PS. Tak ingin rasanya saya berpisah dengan PS. karena saya merasa masih memiliki kewajiban yang dahulu pernah saya sanggupi, baik dihadapan Bang Asfan almarhum maupun dihadapan Bang Zen, dengan kata kunci semampu mampu saya saja.

Samar samar saya tahu bahwa Prof. Gerung adalah penganut Kristian, artinya saya memiliki perbedaan akidah, dan memiliki perbedaan pandangan saya terhadap Kitab suci masing dengan pandangan Gerung terhadap kitab sucinya. Saya ingat ketika Bang Asfan ceramah dengan menggunakan bahasa beliau sendiri dan berdialek Medan. Bahwa inilah satu satunya Kitab Suci yang layak jadi pegangan untuk mencapai Takwa, yang sedikitpun tak ada yang boleh diragukan, kata beliau diawal ceramahnya. Yang dimaksud oleh Bang Asfan itu tak lain dan tak bukan adalah al-Quran sebagai Guru Besar PS. Cara melaksanakan Al-Quran itu dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad. SAW. Kesemua itu ditangkap oleh PS dan doformulasikannya dalam jurus PS, dan jurus tertinggi itu adalah Sholat. Inti Sholat adalah doa. Rumusannya singkat, tegas dan mudah dipahami oleh yang berpendidikan rendah sekalipun.

Lalu apa hubungannya dengan heboh heboh Gerung di ILC. Dalam kesempatan itu Gerung mengatakan bahwa konten Kitab Suci ditinjau dari isinya jusateru banyak bersifat fiksi. Fiksi artinya belum terjadi, karena belum terjadi maka harus digambarkan secara fiksional, untuk menuntun pembacanya agar memahami isinya. Fiksi iytu berbeda dengan fiktif. Fiktif artinya tidak akan terjadi dan atau berbeda dengan kejadian yang sebenarnya. Oleh  Gerung mengatakan bahwa  banyak hal yang dikatakan oleh agama tetapi belum terjadi, untuk itu agama memberikan uraian uraian yang bersifat fiksional hingga nanti pada saatnya manusia akan sampai juga untuk menyaksikan langsung kebenaran yang diajarkan oleh agama.

Dari uraian tersebut di atas jelas bahwa Gerung tidak terlalu akrab dengan al-Quran. Kebenaran yang tidak sangat terikat dengan periode keakheratan  semisal hari kiamat, syurga dan neraka, sebenarnya dalam Islam tidak sangat tergantung kepada uraian fiksional. Kecerdasan jurus PS berada di luar dugaan kecerdasan yang dimilii Gerung. Tidak semua janji baru dapat  dibuktikan kelak di alam kubur, diakherat, dan gambaran surga / neraka  tidak hanya dijelaskan secara fiksional, tetapi bisa dijelaskan secara empiric bahkan nyaris sempurna, karena itu semua ada dalam putaran khidupan manusia.

Janji janji agama  bukan hanya bisa diselaskan secara fiksiuonal, sebagaimana kita ketahui bahwa janji agama itu adalah kesejahteraan, kebahagiaan dan keselamatan. Masih banyak pihak yang menganggap fiksional. Tetapi anggota PS dalam hal ini dianggap luar biasa, karena jurus PS mampu menyegerakan empirical dari uraian fiksional yang menjanjikan kelak dikemudiah hari pembuktiannya.  Kebenaran dan kebaikan oleh jurus PS dibuktikan akan berujung kepada keselamatan, kenyamanan dan kebahagiaan.

Adalajh sasaran empuk bagi anggota PS untuk mengempirikkan sebuah kegagalan. Semisal bagi seorang yang cerdas dab rajin, mengapa mengalami kegagalan dalam berbisnis. Kemampuan deteksi dini oleh anggota PS memiliki kemampuan menguraikannya.  Walaupun banyak aspek, tetapi bisa ditelusuri secara rinci. Terkait ridho orang tua, dosa besar, bahkan suasana batin pasangan semisal isteri atau suami.  Bagi mereka yang terlambat memohon keampun  akan tergambar dengan jelas di rona wajah seseorang. Pernahkan anda memperhatikan wajah seseorang secara cermat dengan menggunakan jurus PS. Kita bergidik, mengejutkan.

Jika benar gerung bukan Muslim maka Ia tak akan mampu memberikan pencerahan bagi seorang anggota PS yang telah terbiasa memanfaatkan dan menggunakan jurus PS. Untk menyelesaikan berbagai hal. Termasuk empirikalisasi sesuatu yang hanya bisa ditangkap secara fiksional. Karena memang sesuatu eng diketahui secara fiksi oleh manusia kebanyak, itu semua bisa diselesaikan dengan cara menggunakan jurusjurus PS.   Wallohua’lam bishowab. (B. Lampung, 14 April 2018)

 

 

 

 

Iklan

JURUS TERTINGGI PS ADALAH SHOLAT, #PIKIR.

Fachruddin PS LampungBanyak senior PS di Lampung yang mengira ucapan Guru Besar PS bahwa jurus PS yang tertinggi adalah sholat, seperti yang baru baru ini disampaikanlah oleh Bang Zen selaku Guru Besar PS kepada TVRI Lampung. Sama ketika dahulu alm Bang Asfan mengatakan bahwa guru Besar PS yang sebenarnya adalah Al-Quran, Banyak para senior yang mengira kedua ungkapan itu hanya sekedar pencitraan dan pemanis kata seperti apa yang dilakukan oleh Banyak pejabat Pemerintah hasil Pilkada atau Pemilu. Bukan, sekali lagi bukan. Kata kata itu adalah sungguhan, dan yang sebenarnya diperjuangkan oleh PS. Sekali lagi yang sebenarnya. Oleh karenanya mari kita semua ikut memperjuangkannya minimal bagi pribadi masing masing terlebih dahulu.

Itulah sebabnya dalam tulisan terdahulu dikatakan bahwa jangan mengira anggota PS yang sudah mencapai jurus Payung Rasul, sudah mencapai tingkatan yang tertinggi, belum, sebelum Ia mencapai kesempurnan dalam sholatnya. Ukuran kesempurnaan jurus PS yang kita ampu adalah sebatas mana sholat yang kita laksanakan telah sesuai dengan aturan yang telah digariskan dalam pelaksanaan sholat, dengan kata lain, ukuran keberhasilan seseorang dalam mendalami ilmu PS sangat terukur melalui sholat yang wajib dilaksanakan setiap hari, termasuk berbagai sholat summat, baik rawatib maupuin sholat sunnat lainnya. Bahkan rentetan kegiatan sholat itu sendiri dimulai dari kesempiurnaan wudluk para anggota adalah merupakan bagian dari kesempuranaan sholat itu sendiri.

Guru Besar PS adalah Al-Quran kata Bang Asfan, maka al-Quran sebagai guru Besar harus kita temuI setiap hari, baik pagi maupun sore, baik siang ataupun malam, tampa batas kita bisa berhubungan dengan Guru Besar. Guru Besar adalah tempat kita bertanya dan bergaul sehari hari. setiap saat tampa batas waktu. Maka keberhasilan kita di PS sangat tergantung kepada intensitas kita bersentuhan dengan Al-Quran. Dan membaca al-Quran sebagai Guru Besar kita semua harus bersuara dan dengan tartil. Dipastikan bahwa jurus yang kita ampu tak akan sempurna tampa bersentuhan secara rutin setiap hari dengan al-Quran.

Salah satu perintah al-Quran adalah perintah untuk menegakkan sholat, dan sholat itu sendiri adalah merupakan jurus PS yang tertinggi, oleh karenanya maka kita harus tahu benar ayat dan surat mana yang memerintahkan kita untuk sholat. Dan untuk itu maka sudah seharusnya kita memahami filosofi sholat itu sendiri, sehingga kita memiliki pemahaman yang utuh atau kaffah.

Oleh karenanya maka, manakala kita ingin memiliki pemahaman dan penguasaan terhadap ilm,u PS maka mutlak kita harus memahami apa itu sholat dan  sekaligus melaksanakannya, sudah benarkah sholat kita, bila belum benar maka jangan berharap kita akan menguasai jurus PS, karena puncak dari jurus PS itu adalah sholat. (Bandar Lampung, 21 Januari 2018)

 

 

 

MULAI SEKARANG BERWUDLU LAH

Fachruddin PS LampungSeorang senior di PS Lampung merasa sangat minder karena jurus yang diampunya sudah tinggi, sementara yang dimilikinya hanya sebatas gerakan dan nafas saja yang  mampu dicapai sebagai prestasinya selama ini, sulit baginya untuk mengaplikasikan jurus jurus itu baik untuk kepentingan dirinya dan apalagi untuk kepengingan membantu kesulitan orang lain. Dia nampak gagah dan terkemuka ketika berlatih jurus, dan terpaksa berdiri di belakang manakala ada sesuatu kasus yang sejatinya bisa diselesaikan dengan jurus jurus PS. Saya sudah pernah mencobanya katanya  berbisik bisik, tetapi sama sekali tidak mengefek, katanya sedih. Bukan hanya itu jurus yang saya ampu  saya akui belummemiliki pengaruh apapun, katanya sedih. Namun demikian yang bersangkutan hingga sekarang masih sering nampak berlatih, bahkan ikut naik jurus.

Belum ada kesempatan bagi saya untuk bicara dari hati ke hati, bertukar pengalaman untuk solusi  tentang kesulitan yang dialaminya,  tetapi berdasarkan sedikit pengalaman ketika sedang aktif dan menggandrungi jurus jurus PS untuk sejumlah orang yang membutuhkannya. Maka ingin saya sampaikan bahwa dalam berlatih ilmu PS maka berwudlu itu sangat penting, dalam penggunaan jurus jurus kita. Dahulu Abang Asfanuddin Panjaitan (alm) bila akan menyampaikan ceramah beliau meminta diantar ke ruangan wudlu terlebih dahlu manakala wudlu beliau telah batal. Banyak ulama yang berwudlu dahulu manakala akan mengajar, karena mengajar ketika dalam wudlu dirasakan ada kemudahan dalam berkomunikasi dari hati ke hati.

Nabi Muhammad sendiri nampak oleh sahabat seringkali usai berwudlu beliau tak mengeringkan sisa air wudlunya, beliau membiarkan air wudlu itu kering sendiri. Kita tahu bagwa dalam berwudlu kita itu selalu berdoa, bahkan doa wudlu kita bacakan sebelum dan sesudah wudlu, bahkan ketika wudlu itu sendiri kita juga tak kurang kurang berdoa. Kertika mencuci tangan, muka, kepala, telinga, dan lain lain kita berdoa. Itulah pula sebabnya para kiyai terkenal menampilkna wajah gembira dalam berwudlu, seolah Ia menunjukkan wajah bersahabat kepada air. Karena memang makhluk air itu memiliki kemampuan menangkap dan mengantarkan sesuatu dengan ijin Allah. Tidak jarang air air itu memantulkan cahaya, insya Allah nanti setelah mengampu jurus yang tinggi kita kita akan mampu menangkap bagaimana peran air dalam menyebar doa, lewat jurus jurus kita.

Saya sangat menyadari dan merasakan kritikan dari para senior tentang keyakinan ini, mereka menganut aliran rasionalis.  tetapi itu bagi saya tak mengapa, berarti mereka itu lebih baik dari rata rata kita sebagai anggota PS, karena mereka tak lagi membutuhkan media apapun. Sementara kita masih membutuh air wudhu untuk menebar doa melalui seluruh anggota tubuh kita yang terkena air wudhu kita itu. Terkait gerakan jurus kita dalam berlatih dan mengguanakan jurus jurus PS.  Ingin rasanya saya menyarankan  sahabat tadi yang merasakan jurus PS kurang mengefek  bagi dirinya, maka mengambil air wudlu dalam berlatih dan kesehariannya, akan bisa membatunya dalam mengaplikasikan jurus PS yang dia ampu.

Justeru orang luar yang terkagum kagum kpeda Islam yang memiliki tuntunan berkewajiban melaklukan toharoh yang memanfaatkan air sebagai medianya. Karena dengan penelitian yang dilakukan oleh mereka bertahun tahun akhirnya mereka mengetahui bahwa air memiliki respon terhadap pesan pesan suci yang diucapkan dan dan dibatini manusia yang suci  bersih hatinya, dan pesan itu akan sampai kepada masage  hingga dalam sinaran ataupun tetetsan yang terakhir dan bahkan lebih lama lagi sebelum yang bersangkutan melakukan sesuatu situasi yang buruk. Yang dalam agama Islam disebut batal. Mereka merasa iri, mereka melakukan penelitian selama bertahuntahun, dan hanya paham sedikit. Sementara umat Islam telah diajari oleh Rasulullaah yang hidup berabad abad yang lalu. Jika sekarang ummat Islam tidak memanfaatkan wudluk sebagai sarana prasarana menyampaikan do’a maka ini adalah kerugian yang sangat besar.

Kembali ke masalah yang dihadapi oleh senior tadi maka dianjurkan bahwa bahwa sedapat mungkin selalu berada dalam wudlu, dan ketika berwudlu jangan lupa berdoa, apabila mengalami batal wudlu, maka segeralah berwudlukembali. Dari waktu ke waktu,  dari harti kehari, perbaikilah pelaksanaan wudlu kita, belum tentuwudlu yang kita lakukan selama ini sempurna, maka adalah tugas kita untuk menyempurnakan wudlu, manakala selama ini tidak melengkapi wudlu kita dengan doa, maka berdoalah,  manakala seusai wudlu kita belum lazim melalkukan sholat sunnat, maka mulai sekarang lakukanlah. Ketahuilah orang non muslimpun mengakui melalui air dapat menyampaikan masage, kenapa PS tidak mau melakukan ujicoba bahwa air wudlu akan melancarkan doa. Sementara jurus jurus yang tertinggi adalah sholat, dan inti sholat adalah doa maka air wudhlu membantu penyampaian masage dan doa. Jurus PS anda akan lebih dahsyat manakala  kita sedang dalam keadaan wudlu. (Bandar Lampung, 10 Januari 2018).

 

 

 

 

Jangan Sombong

Fachruddin PS LampungDari durasi yang cukup panjang Pengarahan Guru Besar PS di Lampung awal Desember 2017 ini jika saya boleh menyimpulkan maka saya akan menyimpulkan pengarahan beliau cukup dengan dua kata, yaitu “Jangan Solmbong:  Demikian banyak para senior PS yang berlatih selama bertahun tahun, dengan ketinggian jurus yang diampu, dengan sejumlah prestasiyang pernah dia capai, dengan sejumlah masalah yang telah diselesaikannya dengan menggunakan jurus PS, akhirnya terjadi tragedi tak sejuruspun mampu dia gunakan baik untuk mengatasi masalah yang dia hadapi, apatah lagi yang dihadapi oleh orang lain dengan jurus jurus yang dia capai, penyebabnya lain tidak adalah karena sombong.

Dengan nampak seperti menahan tawa, beliau menggambarkan kekecewaannya kepada para anggota PS yang masih dapat ditipu dengan sesuatu yang berbau klenik dan tipuan sulap sekedar mengelabui orang lain, demi sedikit uang dengan memamerkannya di meia massa dan media sosial. Padahal dia di latih dengan jurus PS justeru dimaksudkan untuk membersihkan dirinya dari berbagai klenik, takhyul, sihir dan semacamnya, karena diujung itu semua selain hanya kosong dan hampa belaka, tetapi justeru dosa dan siksaan yang akan menimpa.

Saya berharap para senior secara bersama sama memberikan kajian kritis bagi kami yunior, jangan hanya bersama kami ikut menyumbang tawa karena Guru Besar menyampaikan ini secara gurawan dan lucu. Para senior jangan mengira bahwa kami telah memiliki kemampuan menangkap dan mencerna pesan Guru Besar secara utuh, kami sangat membutuhkan bimbingan senior, agar kami tidak menemui pengalaman pahit seperti yang dialami mereka yang kehilangan daya dengan jurus jurus tinggi yang mereka ampu, dikarenakan kesombongan, padehal jurus kami belum seberapa.

Nampaknya untuk itu para senior PS di Palembang banyak bergabung di Grup WA Musdzakaroh PS. Untuk mengantisipasi kesombongan itu banyak senior di Grup itu yang ingin cepat cepat memanfaatkan ilmu Tasauf. Walaupun dengan keyunioran saya baik dalam ilmu ke PS-an maupun keterbatasan literatur saya tentang Tasauf, sehingga belum sepenuhnya saya mampu mengikuti dan memahmi kajian kajian berat yang sesekali mera munculkan di Grup WA. Namun saya sangat mengagumi dan menaruh hoprmat yang setinggi tingginya, walaupun saya tak mampu untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, dan saya harus belajar lebih banyak dengan cara tetap menyimak di Grup itu.

Dengan keterbatasan saya, saya membutuhkan waktu untuk mencerna informasi dari grup itu, sehinga untuk sementara saya belum dapat sepenuhnya menerima secara utuh gagasan mereka menggabungkan Ilmu PS dengan Tasauf walaupun memang hingga pada saat ini mereka juga baru hanya sebatas wacana yang lebih bersifat pribadi pribadi dan bukan organisatoris, tak jauh halnya dengan tulisan tulisan saya yang saya muat di blog ini, yasng juga dengan berbagai perbedaan hystoris dan kronologisnya.  Gagasan gasan di Grup itu banyak mengarah kepada pendidikan pribadi, sementara saya menulis  akan mengarah kepada Kepribadian, Keislaman dan dan Ke-Indonesiaan, jelas yang saya lakukan ini lebih mustahil, bagaimana mungkin saya akan membahasnya semenatara jurus yang saya masih sangat rendah.

Semoga saja kajian di Grup WA Madzakaroh PS dan dan tulisan tulisan saya akan menemukan jalan yang dapat dilakukan secara konsisten untuk mendorong para anggota PS agar memiliki kemampuan memmanfaatkan dan menggunakan jurus jurus PS yang diampu oleh para anggota untuk menyelsaikan persoalan persoalan yang dihadapi, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, bahkan untuk masyarakat, Bangsa dan negara bahkan Agama.  Dan itu semua dapat dipastikan akan mendmui kegagalan yang segagal gagalnya, manakala ada sedikit saja kesombongan menghinggapi kita.  Wallohu a’lam bishowab. (Bandar Lampung 24 Desember 2017)

UPAYA MEMAHAMI HIMBAUAN GURU BESAR

Fachruddin PS LampungPARA SENIOR PS di Lampung umumnya masih gagal paham dalam menafsirkan himbauan Guru Besar untuk meninggalkan Gravitasi Bumi menuju orbit yang disampaikan oleh Guru Besar dengan penuh tekateki yang nampaknya saling silang agar akurat ditinjau dari segi apapun. Tetapi tak pelak kami salin tanya dan tak jua menemukan kunci jawabannya. Jangankan tek teki yang terakhir, ketika beliau mengatakan banyaknya senior di Lampung yang tahu dan mengerti tapi tak paham, itupun hingga sekarang kami tak mampu menjawabnya. Apatah lagi pertanyaan yang nampak dan terasa lebih berat dan lebih kompleks adanya.

Di lingkungan PS ini segala tugas dan pertanyaan baik dengan canda maupun dengan serius, maka kisi jawabannya adalah dengan jurus. Jawablah segala masalah itu dengan jurus, itulah cirinya PS. Termasuk ketika harus meninggalkan gravitasi bumi dan memasuki area pengorbitan, maka dalam menuju itu semua peralatannya tak lain dan tak bukan adalah jurus. Yang manakala ditinggalkan itu berarti bukan PS. Kita ketahui jurus tertinggi dalam PS adalah sholat, dan inti sholat adalah do’a. Guru Besar PS adalah al-Quran, ini Al-Quran adalah Laailaaha Illallaah, dan inti Laailaaha Illallaah adalah Allah. Untuk mengenal Allah gunakan ilmu Tauhid, dan alat bantunya adalah tasauf.  Yang itu semua harus ditapaki secara bertahap.

Sebelum kita meninggalkan gravitasi bumi dan memasuki orbit, kiuta harus berjaya dulu di bumi. Tidak ada lompatan, karena ilmu PS adalah ilmu yang harus diamalkan. Jang sekali mengira mereka yang jurusnya tinggi dan banyak karya tulisnya menjadi orang paling paham di PS. sebelum Ia mempraktekkan apa yang telah Ia dapatkan tentang jurus PS, walaupun Ia tak pandai ceramah dan menulis tentang PS.

Imam Malik, seorang ulama besar mendapat pertanyaan tentang hukumnya memerdekakan seorang budak, untuk menjawab pertanyaan seorang jama’ah itu Ia membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya, baru di jawab. Ternyata Imam Malik tak mau mengeluarkan sebuah fatwa yang Ia sendiri belum pernah melakukannya. Selam satu bulan penuh Ia beruaha mencari uang untuk biaya memerdekakan seorang budak, setelah itu dilaksanakannya, barulan beliau menjawab pertanyaan itu,bau Ia mau mengeluarkan fatwa tentang memerdekakan seorangh budak setelah Ia sendiri memerdekakannya sendiri.

Begitu pula seorang pelatih di PS dalam menerima sebuah pertanyaan maka  tak akan menjadi elok manakala Ia memberikan penjelasan tentang sesuatu yang belum pernah dilaksanakannya.  Oleh karenanya maka gunakanlah jurus jurus yang diampu sesuai dengan kegunaan sesuai buku petunjuk sehingga dalam menjelaskan tentang jurus PS itu adalah sesuatu yang pernah dilakukan. Teladanilah Imam Malik yang sangat menghindari memfatwa sesuatu yang belum pernah dilakukannya, walaupun dia sendiri tahu atas hasil baca. Itulah hendaknya tabiat yang tertanam bagi seseorang yang benar benar akan meninggalkan gravitasi bumi dan menuju orbit, hendaklah Ia berjaya di bumi sebelumnya, dan keberjayaannya itu adalah dengan menggunakan jurus PS.

Kalau anggota PS ingin meninggalkan gravitasi bumi dan menuju orbit maka sebelumnya berjayalah dahulu di bumi, lalu  ciptakanlah teknologi canggih yang dirancang dan dibangun dengan menggunakan jurus jurus PS itu sendiri, bukan  menggunakan   teknologi milik dan ciptaan pihak lain,  dalam memgorbit  PS sebagai pengendali   bukan sebagai penumpang.  (Bandar Lampung,  14Desember 2017)

 

UMMAT ISLAM HARUS BISA BELADIRI

Fachruddin PS LampungSaya terus terang agak kecewa dengan para senior di PS Lampung yang demikian sinis kepada anggota lainnya yang ingin mempelajari jurus jurus PS sesuai dengan buku petunjuk yang dibagikan kepada para anggota dari angkatan ke angkatan, mereka menemukan petunjuk bahwa jurus PS itu memiliki kemampuan untuk digunakan membela diri pada saat saat tertentu dalam posisi yang demikian genting.

Bayangkan Ustad Abdul Shomat di Bali digeruduk diperskusi oleh sejumlah anak muda yang terbilang masih ingusan dalam hal berbangsa dan bernegara atas sepengetahuan petugas kemanan yang telah dipersiapkan pihak hotel tempat sang ulama menginap. Mereka mengadili dan menghardik hardik seorang ulama yang harus hadir seorang diri, semenatara mereka  sambil memaksa serta mengacung acungkan pisau, tampa seorangpun yang boleh menadampingi Sang Ualama itu  dari orang yang seiman. Tetapi karena dia seorang ulama dan insya Allah memiliki kekuatan doa sehingga pisau itu tak menyentuh kulit sang Ulama itu, walaupun perlakuan kasar serta biadab itu nampaknya harus terjadi pada diri beliau pada saat itu.

Terlepas dari benarkah mereka itu resmi dari penganut agama tertentu atau didukung organisasi tertentu, bersenjata tajam benaran atau bukan, apakah terhunus atau persimpan, maka yang ingin saya katakan bahwa semua ummat Islam itu harus bisa atau memiliki kemampuan dan keterampilan belad diri. Terlepas dari sekarang era orbit dan terlepas dari grafitasi bumi, karena itu semua harus diawali dengan sukses di bumi,  maka jika ingin belajar dari pristiwa yang dialami seorang Ulama Besar sekelas Ustadz Abdul Shomat yang sesungguhnya juga dalam proses sukses di bumi,  maka kesimpulannya kemampuan bela diri itu harus dimiliki oleh setiap muslim, sehingga selain dapat melindungi diri, juga bisa juga melindunghi orang lain.

Serahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum utamanya Kepolisian sehingga bisa disidik dan diselidik secara hukum yang berlaku secara beradab dan bermartabat. tetapi dilain pihak kita harus mengajarkan kepada ummat Islam agar memiliki kemampuan membela diri, karena tidak tertutup kemungkinan kitapun mengalami situasi apa yang dialami Ustadz Abdul Shomad, bisa di lain waktu, lain tempat dan lain situasinya, yang mungkin bisa lebih ringan dan juga mungkin justeru bisa lebih berat, dariapa yang terjadi pada diri Ustadz Abdul Shomad di sebuah hotel yang terbilang newah di Kota Wisata Internasional Bali yang sangat dikenal dunia itu.

Dibanding dengan apa yang terjadi terhadap Muhammad SAW , maka apa yang terjadi pada Ustadz Shomad belumlah seberapa. Rasulullah SAW diperlakukan lebih kasar dan dengan pedang yang terhunus, bukan hanya mengakibatkan pakaiannya menjadi kotor dan lusuh, beliau bukan hanya dilempari dengan tahi kerung, tetapi juga tahi segar tetapi beliau juga mengalami luka memar dan luka berdarah di sekujur tubuhnya, bahkan gigi gerahamnya tanggal akibat perlakuan yang kasar itu. Tetapi memang pada saat itu Undang Undang yang diberlakukan belum lagi sesempurna semulia UU Kepolisian RI kita sekarang, pada saat itu aturan sepenuhnya ditetapkan melalui penuturan para Penguasa Kafir Kuraisy yang jahilyah itu.

Sangat perlu kita ajarkan kepada ummat agar memiliki kemampuan untuk membela diri tampa melakukan kontak fisik sehalus apapun gesekannya. Sehingga tak ada alasan bagi pihak yang membenci Islam menuntut kita, karena kita dalam membela diri tidak melakukan penyerangan fisik dan apatah  lagi mengacung acungkan senjata tajam. Mari ini kita jadikan bahan renungan … bahwa kita harus bisa melindungi diri dan melindungi orang lain. Wallohu a’lam bishowab. (Bandar Lampung, 12 Desember 2017)

ANJANGSANA ALA BANG AMIN

Fachruddin PS LampungBang Amin almarhum adalah salah satu senior PS Yogyakarta yang sudah tak terhitung lagi berapa kali minap di Bengkel PS Lampung, ada juga beliau menginap di rumah senior PS Lampung, dan pernah juga konon beliau menginap di rumah Bang Anto juga senior PS  Yogyakarta asal Lampung, yang kini sudah menetap kembali di Lampung bersama keluarganya, isteri dan anak anaknya. Bang Amin tak lagi canggung singgah di PS Lampung, dia bisa memilih lawan ngobrol dari yang pemula seperti kami atau yang sudah sama sama tinggi dengan Bang Anto tentunya, dan bersama Bang Yusuf pastinya.  Kapan ada anggota PS yang meneruskan tradisi anjangsana ala Bang Amin, yang memang sering melintas di Lampung dengan rute Jogyakatra – Medan. PS Lampung sangat meindukan itu.

Pagi ini Master Pantura, mungkin nama samaran, karena para senior PS di Yogya nampaknya ada beberapa yang gemar  memiliki nama samaran, dan senior di Lampung yang gemar memiliki nama nama samaran adalah Bang Yusuf. Pagi ini Master Pantura berkenan mampir di akun facebookku ketika aku mengabdit singkong goreng dan teh tubruk di status itu, maka tentu saja tak ada orang yang beralasan segan dengan statusku itu. Terjadilah komunikasi … dan  saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau “Kapan Mas maen ke Lampung”.

Di luar dugaan … , ternyata Master Pantura sudah pernah ke Lampung, dahulu tahun 2011 ke Kotabumi Lampung Utara, artinya sekitar 125Km melalui Kota Bandar Lampung. Saya berharap jika Master Pantura berkesempatan lagi  ke Lampung, maka janganlah hendaknya kesempatan ini kita sia siakan, tidak dimanfaatkan menjalin silaturrahmi.

Bang Amin almarhum telah memberikan pelajaran yang berharga kepada PS Lampung, bagaimana cara menghormati cara senior PS ketika mampir ke PS Lampung, mudah mudahan ajaram Bang Amin dengan kesederhaan beliau masih melekat dihati kami, bagaimana caranya memanfaatkan tingkat jurus serta pengalaman yang tinggi,  untuk menambahkan wawasan bagi para anggota PS Lampung yang umumnya masih terhitung pemula ini.

Selama ini sejatinya kami tak akan beranjak dari petunjuk yang telah disampaikan kepada kami oleh Guru Besar dan para pelatih kami. Tetapi dengan segala keterbatasan kami,  maka sangat dipastikan banyak hal yang luput dari kemampuan kami mencerna, apa yang telah disampaikan Guru Besar maupun Para senior PS Lampung, baik Bang Yusuf maupun Bang Anto. Sehing Guru Besar juga sering menyindir kami yang sudah mengerti namun belum faham, atau sebaliknya pura pura paham, tetapi belum mencapai pengetian.  Namun itu semua kami terima secara ikhlas, dan memang senior kami memberikan berbagai pengertian pengertian sedikit demi sedikit agar kami memiliki pemahaman yang memadai. Dengan adanya kunjungan dari senior lain Cabang maka yakin kami akan mendapatkan lebih banyak pengertian, sehingga kami betul betul paham tentang ABC nyas PS ini. semoga (Bandar Lampung,  7 Desember 2017).