Mengajarkan dan Mempertahankan Ilmu PS Itu Harus Sabar

Fachruddin PS LampungDengan penuh semangat Bang Zen mengatakan kepada seseorang dalam suatu kesempatan di Palembang

Tulisan Pah Fachruddin ini di Blog nya sudah banyak   … Kata Bang Zen

Coba baca … lanjut Bang Zen menambahkan

Maaf Bang …. kata yang diajak bicara. Kalau saya ikut baca nanti tersesat saya, cukuplah saya latihan,  saya berkeringat dan saya sehat …, lalau beribadah …., katanya dengan segala keyakinannya. Bang Zen nampak terdiam dan tak lagi melanjutkan pembicaraannya tentang Blog, sementara pembicaraan yang lain belum diketemukan gagasannya. Bagi saya yang selalu mengisi Blog itu tidak merasa heran, karena sikap seperti itu adalah sikap sebagain besar anggota PS terlebih memang gaptek (gagap teknologi) banyak juga mereka yang ingin membacanya tetapi penguasaan teknologi menjadi hambatan. Dalam suatu pertemuan pernah saya bertanya langsung apakah mereka berkesempatan  membaca Blog PS Lampung, merekapun balik bertanya “Apa itu Blog …?”

Dengan terbata bata seseorang yang dahulu mengajak saya masuk PS menanyakan kebenaran perihal saya dipersilakan oleh senior untuk meninggalkan PS melalui facebook ataun tegasnya mengusir dari liongkungan PS, dengan penuh emosi sahabat tadi mengatakan bahwa Dia siap untuk menghadap Guru Besar agar tidak mengabulkan usulk para senior itu. Saya hanya tertawa saja, inilah akibat dari seseorang yang tidak memahami secara utuh apa permasalahannya tahu tahu sudah menentukan sikap, dan akan lebih lagi manakala sikap itu terbilang ekstrim. Dan akan lebih berbahaya manakala dalam kesempatan itu memang sengaja memberikan informasi yang berbau fitnah. Dengan nada bergurau katakan kepada teman tadi bahwa barangkali tulisan saya tentang PS di Blog ini bukan untuk mereka mereka yang sekarang yang setiap saat dapat berkomunikasi dengan Guru Beaar, atau secara periodik dan teratur dapat jumpa dengan Guru Besar sehingga apapun persoalannya setelah mereka menemui Guru Besar maka persoalanpun selesai sudah.

Tetapi bagi mereka yang sulit akan jumpa guru Besar, atau pada suatu saat situasi berubah dan siapapun mendapatkan kesulitan untuk jumpa langsung dengan Guru Besar maka pada saat yang demikian mereka sejatinya sangat membutuhkan tulisan tulisan para seniornya untuk mencari tahu perihal PS ini. Dan itu pula sebagai salah satu motivasi saya menulis di Blog. Saya ingin agar para senior yang memiliki kesempatan untuk menulis agar menyempatkan diri untuk menulis tentang PS dan kami menyediakan ruang untuk itu. Saya sempat memuat tulisan tulisan di Blog yang memiliki durasi yang memadai sehingga ada informasi yang relatif untuk disampaikan dlam tulisan itu maka tulisan kami muat di blog, tetapi nampaknya tidak semua senior yang menulis lalu bersedia tulisannya dipublikasikan melalui blog ini agar dapat dibaca para anggota.

Saya menghimbau admin Group FB PS Lampung agar tidak menghapus apapun yang dituliskan oleh para senior di Graoup itu, sekeji apapun tulisannya, bagi saya itu bisa saja  suatu sat justeru menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis. Saya mencatat dengan baik nama nama senior yang sering melontarkan kata kata yang tak senonoh, dan hampir secara kesluruhan kata kata itu ditujukan kepada saya secara pribadi, dan ada juga beberapa diantaranya ditujukan kepada orang lain, dan ketika saya klonfirmasi  kepada yang bersangkutan, ternyata yang bersangkutanpun menyatakan tak masalah namanya dicoreng morengi oleh orang orang tersebut. Saya yakin mereka masih muda, dan mereka sejatinya tidak tahu dengan apa yang mereka katakan dalam komentar komentar itu, nanti mereka juga akan terbawa oleh usia serta pengalaman dalam berorganisasi dan berlatih PS, mereka insya Allah akan mengalami kematangan secara bertahap, setelah dalam organisasi dibebani tugas, nanti mereka baru akan menyadari betapa luasnya cakrawala ini, dan ketika ilmu PS itu akan dimanfaatkan untuk ikut ambil bagian dalam persoalan ummat Islam yang sangat komplek ini. Pada saat itulah mereka membutuhkan tulisan tulisan yang berisikan pemikiran para senior PS yang juga memiliki pengalaman dalam menyeklsaikan atau mengatasi sebuah persoalan dengan ilmu PS nya. Sorry belum selesai bos … nanti disambung lagi

Bang Anto : Keberhasilan Dalam Berlatih Jurus PS itu Pilihan

DSCI0682Dalam pertemuan 2 Januari 2015 di Bengkel PS Lampung Bang Anto mengatakan sepertiu halnya kaya dan miskin maka dalam berlatih jurus PS itu berhasil atau tidaknya kita berlatih adalah juga pilihan. Bagi siapa siapa yang dengan tertib mengikuti kaidah kaidah yang telah ditetapkan oleh PS dalam berlatih jurus PS maka Insya Allah dia akan mendapatkan apa apa yang sangat mungkin bisa didapatkan dari Jurus PS baik untuk dimanfaatkan bagi dirinya sendiri atapun juga dimanfaatkan bagi orang lain. Demikian Bang Anto menegaskan dalam pertemuan yang sekaligus juga untuk memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Dalam pertemuan itu juga dibicarakan cara cara serta langkah langkah tahapan penyelenggaraan Ujicoba Jurus PS Upaya Mencertdaskan Otak serta Menghidupkan/ mengaktifkan Otak Kanan Untuk Kesejahteraan Ummat Ujicoba ini akan dilaksanakan oleh Tim. Tim akan berada di bawah Arahan langsung Bang Anto dan M.Yusuf selaku pemangku Jurus Payung Rasul yang ada di Lampung.  Sementara pelaksanaannya dikomandani oleh Ishak Shaleh, didampingi oleh Cak Syam, Migan, Suhaimi dan Oman, peragaan jurus jurus akan dibantu oleh beberapa orang pilihan yang berasal dari pengampu Tikahan, Halusan dan Kasaran.

Ujicoba ini mentargetkan untuk mencari jurus jurus PS yang memberukan efek untuk mencerdaskan seseorang serta menghidupkan/ mengaktifkan  otak kanan seseorang. Jurus PS diyakini memilikinefek yang sangat besar untuk mengaktifkan baik otak kiri maupun otak kanan karena dalam jurus PS baik kaki maupun tangan kanan dan kiri sangat aktif. Sebagaimana kita ketahui bahwa hasil dari banyak penelitian menyebutkan bahwa gerakan kaki dan tangan kanan akan menghidupkan otak kiri, sementara gerakan kaki dan tangan kiri akan menghidupkan otak kanan. Dan dalam jurus PS semua jurus jurus itu selalu diobarengi tuntunan Laailaaha Illallah.

Gerakan gerakan yang disertai dengan tuntunan hati itu memiliki efek yang paling luar biasa bagi upaya penajaman intuisi seseorang, Intuisi itu letaknya sama dengan kreatifitas yaitu berada di otak kanan. Pendidikan kita seperti halnya pendidikan formal pada umumnya di semua belahan dunia lebih berefek kepada berkembangnya otak kiri. Itulah sebabnya masyarakat dunia seperti berlomba layaknya mencari cara untuk menghidupkan otak kanan bersama intuisinya. Beruntunglah ummat Islam dan juga PS karena memiliki ajaran yang ternyata memilikio cara untuk menajamkan intuisi itu.

Sayang praktek peribadatan khususnya sholat yang sejatinya adalah cara yang paling ampuh untuk  menajamkan intuisi itu ternyata banyak dilakukan secara tidak sempurna, demikian juga dengan jurus jurus PS yang sama sama telah kita terima. Sering kita lakukan asal asalan saja, sehingga wajar saja bila kita tidak mendapatkan apa apa yang seharusnya kita dapat. Semula latihan tetapi tidak serius, tidak dihayati, jurus sekena kenanya saja. Lalu menjadi kebiasaan yang sulit untuk dirubah. Bisa saja suatu kekeliruan bila dilakukan terus menerus apalagi secara bersama sama, lama lama kita kira justeru itulah yang benar. Karena keslahan yang diloakukan terus menerus bisa dianggap benar.

Itulah antara lain maksud dilaksanakjannya ujicoba jurus PS dalam mencerdaskan otak dan menghidupkan otak kanan, yang manakala ujicoba ini berhasil maka kita kan terhindar untuk terbiasa melakukan keslahan keslahan dalam membuat jurus.

Baca Juga :

Mengapa Bang Zen Mendorong Saya Terus Menulis di Blog.

Fachruddin PS LampungDua kali Jumpa Bang Zen di Palembang, sebanyak dua kali pula kembali Bang Zen mendorong saya untuk terus menulis tentang PS di Blog PS Lampung, dahulu sebelum blog ini di buka Bang Zen memang telah meminta saya menulis tentang PS, alasan beliau adalah terlalu sedikit tulisan tentang PS  sehingga menyulitkan bagi mereka yang ingin tahu tentang PS. Bang Zen meminta saya menulis setidaknya di depan Bang Anto dan Mas Ishak, pernah terlalu lama saya tidak menulis di Blog sehingga Bang Anto sempat menegor saya, dan Ishak hampir setiap kali jumpa memberikan inspirasi sebagai bahan tulisan di Blog PS Lampung. Tetapi apakah kami bertiga berarti telah sepakat dengan tulisan saya, atau sejalan dengan pemikiran Bang Zen tentang PS, jawabannya adalah “Belum tentu”.

Apa syarat yang diberikan oleh Bang Zen untuk menulis tentang PS untuk dipublikasikan, syaratnya hanya dua, pertama anggota PS dan paham PS,  kedua tidak keluar dari koridor Islam. Bang Zen lebih suka tulisan tulisan tentang PS itu ditulis oleh anggota PS sendiri, ketimbang orang luar PS menulis tentang PS. Kemungkinan biasnya tulisan tentang tentang PS manakala ditulis oleh orang luar PS sangat tinggi, sementara manakala tulisan itu ditulis oleh anggota PS sendiri maka kemungkinan bias tulisan menjadi lebih rendah.

Kata Bang Zen lebih lanjut, bahwa manusia itu akan mengalami perubahan,  terlebih terkait kemajuan dan perubahan ilmu sain dan teknologi. Kajian PS kata Bang Zen harus sejalan dengan kemajuan  sain dan teknologi, ini diucapkan beliau baik ketika jumpa di Lampung maupun di Palembang, bila dahulu kita baru mampu membuat kijang petak, membuat lekak lekuknya saja kita belum mampu, tetapi sekarang ini sudah zaman Inova, kata beliau memberikan perumnpamanaan yang sangat mudah dicerna. Beliau berharap para nggota PS memahami apa makna dari ungkapan ini.

Apa yang disampaikan oleh bang Zen itu benar adanya, PS harus berkembang sejalan dengan berkembangnya sain dan teknologi yang telah dicapai manusia. Kemajuan PS dan kemampuannya menyesuaikan dengan kemajuan saion dan teknologi sejatinya ada di tangan para senioprnya. Menurut hemat saya harus berbagi tugas antara para pemangku Mahdi, Batasan dan tugas itu daoat dibagi arealnya berdasarkan kepantasan kepantasan  serta beban tugas PS secara keseluruhan. Syahbandar dan payung Rasul, dan masing masing harus bertanggung jawab pada arealnya.

Tugas dalam rangka membangun PS, manakala masing masing telah dialksanakan secara bertanggung jawab oleh masing masing pengampu jurus Mahdi, Syahbandar dan Payung Rasul  manakala telah dilaksanakan sesuai dengan areal tughas dan kewajiban masing masing, maka objek tulisan tulisan tentang PS adalah sangat luasnya. Tidak perlu mencari-cari serta merenangng dalam dalam, tulis saja apa adanya, apa yang terjadi ketika para pengampu melaksanakan tugasnya.

Itu semua akan menjadi tulisan yang sangat menarik, bermutu  serta sangat bermanfaat bagi. kita semua. dan dengan demikian maka keinginan dan harapan Bang Zen akan munculnya tulisan tulisan tentang PS yang bermutu akan terpenuhi. Wahai pengampu jurus jurus tingi PS berbuatlah.

Baca Juga :

Jurus PS Untuk memelihara Keimanan

Fachruddin PS LampungAdalah merupakan tanggung jawab kita bersama untuk memelihara keimanan ummat, memelihara keimanan ummat byukan hanya dengan nasehat nasehat sesuai nas al-Quran dan haddits, tetapi memeliharta keimaman ummat juga harus dengan pembinaan ekonomi ummat, sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam bahwa kemiskinan itu akan menghampirkan seseorang dalam kekufuran, dengan demikian pada hakekatnya ummat Islam itu tidak boleh miskin.

Adalah kekeliruan yang besar apa yang banyak disampaikan para da’i dahulu yang selalu saja menceritakan bahwa Nabi muhammad SAW adalah orang miskin. Ini berasal dari sebuah doa yang sering dibaca oleh Easul, yaitu permintaannya menjadi kelompok yang “sedikit” , dan kata kata sedikit itu diartikan oleh banyak da’i sebagai miskin. Sehingga manakala seseorang mengalami kemiskinan dalam hidupnya merekapun merasa telah mengikuti sunnah Rasul. Sementara jelas jelas dijelaskan oleh Rasul sendiri bahwa kemiskinan bagi ummat Islam adalah ancaman akan lunturnya keimanan.

Padahal yang dimaksud dengan kelompok yang sedikit oleh Rasulullah adalah adalah kelompok orang yang pandai bersyukur, Allah sendirilah yang mengatakan bahwa orang yang pandai bersyukur itu jumlahnya sedikit sekali. Dan rasulk memohon kepada Allah agar Ia dimasukkan ke dalam kelompok yang sedikit itu. Tetapi memang ada kelompok yang senang menyimpangkan pengertian sesuatu sehingga ummat menjadi kesasar dalam bersikap, apa lagi dalam sebuah hadits disebutkan bahwa dunia adalah neraka bagi ummat Islam, dan merupakan syurga bagi orang kafir, lalu mereka mengekspressikan kemiskinan dalam hidupnya.

Mereka salah dalam manfsir. Pengertian yang sebenarnya adalah bahwa “Se senang-senangnya ummat Islam di dunia adalah merupakan neraka dibanding kesenangan di akherat kelak, dan se-sengsara sengsaranya orang kafir di dunia adalah merupakan syurga bagi orang kafir, karena di akherat kelak mereka akan jauh lebih sengsara dari itu”. Sehingga ummat Islam tidak boleh merasa nyaman dalam kesusahan, nyaman dalam ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan. Karena kemiskinan adalah merupakan ancaman lunturnya keimanan.

Oleh karenanya kita memiliki rasa tanggung jawab untuk mengentas ummat dari kemiskinan, dan PS memiliki jurus jurus yang memiliki kemampuan untuk mengentaskan umm,at dari kemiskinan itu, dengan cara mendekatkan diri kepada Tuhan, nanti Allah yang menjemputnya dan sekaligus membimbing kita semua menuju kesejahteraan dan terentaskan dari kemiskinan. PS bisa.

Baca Juga :

Allah, Tergantung Atas Prasangka Kita

Fachruddin PS LampungKata Allah, itu tergantung atas prasangka hamabaNya, Bila sang hamba datang dengan berjalan maka Allah akan sambut kita dengan berlari, bila kita mendatangi Allah dengan berlari maka Allah akan jemput kita dengan lebih cepat lagi, itu janji Allah dan Alah tak pernah ingkar janji. Jadi jangan pernah kita mengira Allah meninggalkan kita, tetapi ketahuilah bahwa kita sesungguhnya yang sering meninggalkan Allah. Sampai sampai kita akan mencari teori lain dalam mencari rejeki karena kita mengira ada terori yang lebih pantas dianut selain petunjuk Allah. Sekali lagi Allah tergantung atas prasangka kita sebagai makhluknya. Bila kita memiliki prasangka buruk kepada Allah maka keburukan yang akan kita dapatk

Jurus jurus PS itu sarat dengan upaya mendekatkan diri kepada Allah, dengan kedekatan kita kepada Allah yang sebaik beik pembagi rejeki, maka rejaki yang kita dapatkan akan mengalami kelancaran sesuai dengan kedekatan kita kita kepada Allah. Dan setelah kita denkat dengan Allah maka tentu saja kedekatan itu akan berimbas pada rejeki. Bilka kita datangi  Allah, maka Allah akan jemput kita dan kitapun akan mendapat bimbingan dari Allah langsung, termasuk dalam mencari rejeki.

Bila tulisan blog PS Lampung  ini banyak bicara tentang rejeki dan sebagainya, bukanlah berarti saya ingin mencari keuntungan sedikit uang dari jurus jurus PS seperti yang pernah dituduhkan kepada saya, bila saya mengajak teman teman memperbaiki jurus serta mencari tahu di mana letak kekeliruannya bila ternyata jurus yang dibuat para anggota tidak memiliki efek sepertyi apa yang pernah kita terima dari Guru Besar melalui para asisten dan pelatih serta senior PS yang lain, bukan dalam rangka merubah kuda kuda dan jurus seperti yang juga pernah dituduhkan, dan apalagi tuduhan dan sangkaan dalam rangka akan mendirikan perguruan baru sebagai pesaing PS. Insya Allah tidak demikian.

Sebagaimana kita tahu bahwa melihat perkembangan Islam di Indonesia yang mayoritas ini manakala ditinaju dari penguasaan perekonomian ternyata menjadi minoritasnya, kita yang mayoritas ini jauh ditinggalkan oleh minoritas pendatang dari Tiongkok Cina serta minoritas lainnya. Untuk itu kita yang mayoritas haruslah mencari cara agar kita dapat berbalik menguasai keadaan, kita sejatinya memikiki suatu kekayaan cara untuk mempersiapkan generasi muda kita untuk menjadi pebisnis pebisnis yang handal, salah satu diantara kekayaan itu adalah jurus jrus PS.

Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk menjadi pebisnis yang handal seseorang harus memikliki ketajaman intuisi dan kita memiliki keyakinan bahwa PS memiliki kemampuan mengembangkan intusi para anggotanya dengan syarat mereka harus melakukan jurus jurus itu dengan sebenarnya, dan kitapun harus belajar banyak akan berbagai kelemahan yang dialami oleh para senior kita yang tidak memiliki kompetensi sesuai dengan ketinggian jurus yang diampunya, bukan sedikit para senior yang mengampu jurus lumaian tinggi tetapi tidak memiliki keterampilan dasar sekalipun dalam memanfaatkan jurus PS untuk kepentingan kehidupan sehari hari.

Masih ada perbedaan dan jurang pemisah yang demikian lebar antara saya dengan para senior saya, para senior saya pada umumnya menganggap bahwa ujicoba itu adalah kewenangan seorang Guru Besar, tetapi bagi saya para seniorpun bukan hanya memiliki kewenangan untuk ujicoba tetapi justeru kewajiban. Setidaknya tradisi ujicoba itu telah terbiasa dilakukan oleh pengampu jurus Mahdi, yang dibantu oleh sejumlah pengampu Tikahan, Halusan dan juga Kasaran. Saya merasa membutuhkan waktu yang lama untuk memberikan pengertian kepada para senior,  tetapi peluang saya lihat ada karena sikap Guru Besar sendiri bukan hanya tidak melarang, tetapi justeru menganjurkan kepada saya untuk menulis sebanyak banyaknya. Tetapi dengan keterbatasan kemampuan saya menulis tentu saja harapan Guru Besar untuk menulis sebanyak banyaknya ini sulit saya laksanakan. Saya berharap akan muncul penulis yang benar benar profesional , dia seorang anggota senior PS yang juga luas wawasaannya. Tidak seperi saya sebagai penulis yang amatiran ini.

Jurus jujrus PS itu harus benar benar teridentifikasi denga baik lengkap dan sempurna olah para anggotanya dalam waktu sesingkat mungkin. Dengan teridentifikasinya jurus jurus itu maka kita semua akan tahu gerakan gerakan mana yang akan memberikan efek tentang apa bagi pelaku atau pembuat jurus dengan cara melakukannya sesuai dengan arahan, ajaran dan perintah Guru melalui para asisten, pelatih serta senior lainnya.

Manakala kita telah memiliki kemampuan mengidentifikasi dengan baik tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan jurus jurus PS, ketika jurus itu dibuat,  lalu apa pula efeknya bagi kehidupan secara pribadi maupun masyarakat. Maka secara pribadi saya memiliki keyakinan bahwa melalui jurus PS ini justeru akan muncul ilmu ilmu baru di lingkungan agama Islam, pada saat itu nanti kita akan benar benar tahu betapa besar manfaatnya untuk tidak berburuk sangka kepada Allah. Untuk menghindarkan diri dari buruk sangka kepada Allah ini, maka jurus PS solusinya.

Baca Juga :

Tak Perlu merubah Jurus PS

Fachruddin PS LampungSaya tidak setuju bila ada pihak pihak yang akan merubah jurus PS. Jangankan merubah jurus, merubah kuda kudapun saya tidak setuju. Apakah jurus ini sudah final .. ? Tidak juga, saya yakin masih bisa dioptimalkan. Lalu mengapa saya tidak setuju untuk merubah jurus, alasan saya sederhana saja. Yaitu karena belum seluruh peruntukan jurus itu dikonfirmasi oleh para anggota. Sebagian besar anggota tidak pernah mengkonfirmasi jurus, lalu apanya yang akan dirubah. Bagaimana pungkin akan dirubah oleh pihak pihak  yang standar minimal saja belummampu dicapainya.

Konfirmasi saja dulu peruntukan peruntukan jurus yang ada, pengampu Mahdi mampu dulu menertibkan jurus jurus yang ada asehingga memiliki kesamaan pemahaman dan bobot jurus secara standar, sehingga memiliki pemahaman dan kemampuan konfirmasi yang sama, katakan dengan skort dari x hingga y. Para pengampu Syahbandar mampu melakukan ujicoba terkait dengan memanfaatan jurus dalam masalah dan problema sosial. Lalu pengampu Payung Rasul melaksanakan koordinasi ujicoba baik yang diselenggarakan oleh pengampu Mahdi maupun Syahbandar, serta memperkuatnya dengan pendekatan qurani. Itu standar minimalnya.

Lalu bagaimana mungkin ada pihak pihak yang memiliki kemampuan untuk memperbaiki atau meningkatkan menjadi lebih baik sedang standar saja belum dicapainya. Kita butuh kejujuran berapa persen sih yang telah menyandang jurus tertentu dan mencapai standar kompetensi yang minimal saja. Memang ini belum menjadi pemahaman yang merata, Tugas kita sekarang adalah bagaimana caranya agar para anggota itu memiliki keseimbangan antara jurus yang diampu dan kompetensi yang tercapai. atau dimiliki. Selama ini kita banyak berlindung dibalik kata kata manis untuk membenarkan ketidakmampuan mencapai standar minimal.

Memang sangat sulit kita akan mencapai kesepakatan, sehingga besar kemungkinan kita bisa terjebak seperti mengukur rekor  prestasi muri. Artinya bahwa dari waktu ke waktu prestasi itu sebenarnya bisa selalu meningkat. Artinya bisa saja pada suatu saat seorang anggota dalam posisi mengampu jurus tertentu mencapai kompetrensi tertentu, tetapi pada saat mendatang dengan jurus sama prestasinya lebih tinggi lagi seperti rekor muri. Pada saat itu terjadilah perubahan yang berlangsung secara natural.

Kita butuh kejujuran dengan mengukur diri sendiri, apakah jurus yang kita ampu sudah sejalan dengan kompetensi yang harus kita miliki, baru ukur prestasi bersama, sekarang dalam posisi grafik naik ataukah grafik turun. Banyak pihak yang menilai grafik sekarang menurun, lalu apakah ketika grafik menurun lalu kita berusaha merubah jurus, sungguh sangat tidak lagis.

Harus kita ingatkan bahwa sudah berkali kali dikatakan bahwa Guru Besar PS itu sejatinya adalah al-Quran, maka semakin tinggi jurus yang diampu adalah semakin mampu pula menjelaskan PS itu dengan al-Quran. Sehingga pada saat kita mencapai Payung Rasul maka pikiran kita, ucapan kita, dan aktivitas kita adalah Qurani secara total. Semoga.

Palembang 27 Oktober 2014

Baca Juga :

Hijrah dari Siap Tahu ke Siap Pakai

Fachruddin PS LampungTulisan ini disusun dalam suasana semangat hijriah, karena pada saat ini hikmah hijriah sedang marak dibicarakan di TV, di Radio, Masjid dan lain tempat dalam rangka Tahun Baru Islam. Islam harus memiliki semangat hijriah, dan hijrah adalah momentum kebangkitan Islam. Lalu dalam rangka kebangkitan itu apakah kita sebagai anggota PS juga harus melakukan hijrah … ?.  Benar … ! kita harus hijrah dari ‘Siap Tahu ke Siap Pakai’ atau dari ontologis ke fungsional. Karena arti sebuah jurus yang kita ampu adalah tergantung kepada berfungsi atau tidaknya jurus itu, bila jurus itu tidak kita fungsikan maka setinggi apapun jurus itu tidak akan ada gunanya gunanya, baik bagi diri kita sendiri dan apalagi bagi orang lain.

Bagaimana caranya … ? Gampang banget, gak pake susah, gak pakek ribet, semua anggota bisa. Yaitu tinggal pake saja jurusnya. “Pake Terus Jurus PS nya Ya … ?!”. Mereka yang gagal, mereka yang gak bisa itu sejatinya bukan tidak tahu, tetapi karena gak mau pake jrus PS, apapun situasinya, apapun peristiwanya jurus itu gak pernah dihadirkannya. Akibatnya dia gak bisa apa apa, bukan tidak tahu. Bukan tidak tahu, tetapi tidak dipakai, maka tidak bisa. Kalau dipake terus dengan meminta bimbingan kepada Allah maka akhirnya bisa juga. Bukan faktor nasib seperti yang dikira oleh banyak senior. “Apa yang kamu perbuat itu yang kamu peroleh” atau Man jadda wa jada. Kata kata itu diteriakkan oleh Guru Besar mungkin sudah ribuan kali.

Ketika saya memakai istilah ujicoba dalam rangka untuk memfungsikan jurus PS yang kita ampu, banyak pihak yang menjadi marah besar kepada saya, semakin saya menjelaskan pengertian ujicoba yang saya maksudkan itu semakin mereka tak ingin mendengar, hingga pada akhirnya saya distempel macam macam, ada senior yang menuduh saya melampaui kewenangan Guru Besar dan ada juga yang menuduh saya fanatik kepada PS, reaksi itu datang dari senior panutan. Bagi saya itu tidak mengapa, artinya bahwa kami masih butuh waktu untuk mencari pola berkomunikasi, berkomunikasi itu ternyata tidak gampang. Sekarang kita pakai saja istilah yang paling sedehana, yang juga saya dapatkan di FB   “Pake Terus Jurus PS nya Ya”

Semakin jurus itu jarang dipake, maka Ia semakin jauh dan kemungkinan untuk berfungsi, dan pada saatnya akan semakin hilang dari kita. Sebaliknya semakin sering dipake semakin tajam dan kita semakin terampil, banyak pengalaman baru dan Allah menuntun kita karena saetiap kali jurus itu kita gunakan semakin sering kita mengucapkan komitmen kita :Laailaaha Illallaah: Tidak masalahnya bila kta belajar dari penelitian para guru yang disebut dengan “Classroom Action Reserach” (CAR),  atau penelitian tindakan kelas.

Setiap guru diwajibkan melakukan CARbagi murit muritnya yang mengalami kesulkitan dalam menyerap materi  pelajaran, dengan satu cara materi pelajaran  penyerapannya tidak maksimal, maka dicari  cara penyampaian yang lain, setelah satu siklus belum berhasil maka dilakukan siklus yang kedua, lalu kita evaluasi, jika masih belum maksimal maka kita lakukan dengan siklus yang ketiga. Berdasarkan pengalaman pada siklus yang keempat atau kelima maka tuntaslah sudah, semua siswa berhasil menyerap materi pelajaran secara optimal. Guru yang berhasil melaksanatan Classroom Action Research (CAR) dipersilakan menyusunkan naskah dan laporan pelaksanaannya, lalu guru yang bersangkutan dinaikkan golongan, pangkat dan gajinya.

Di lingkungan PS reserchnya lebih gampang lagi, yaitu pakai dan pakai lagi, kita hanya meminta kepada senjir untuk mengecek jurus kita udah bener apa belum, kalo salah di mana letak kesalahannya lalu kita perbaiki, sesudah itu jurus PS kita pakai dan pakai lagi, sesuai peruntukan,  jurus PS kita pakai dalam semua hal untuk mempermudah urusan, karena inti jurus itu adalah doa, kita pakai maka berarti kita doa lagi dan doa lagi, kita meminta Allah memberikan petunjuk jalan yang lurus  dan nantinya Allah yang menuntun kita langsung.

Menggunakan jurus PS itu gampang kan … ? Ujicobanya juga gampang kan … ? Tidak susah kan …. ?, Tidak ribet kan … ? Nah pakai terus jurus PS-nya ya …!!!.