Mohon Diri, Untuk Melaksanakan Ibadah Haji

Fachruddin PS LampungDi lingkungan anggota PS Semakin banyak berbuat untuk PS, semakin terbuka peluang melakukan kesalahan, semakin banyak berbicara dan menulis tentang PS semakin banyak peluang untuk mengalami kekeliruan. Hal itu akan terjadi kepada siapa saja yang melakukannya. Namun demikian bukan berarti para anggota PS  yang tidak pernah melakukan sesuatu  untuk PS dan tak pernah pula mengatakan sesuatu serta tak pernah pula penulis  sesuatu tentang PS, serta merta akan dianggap lebih baik, karena bila kita merujuk  kepada tuntunan agama maka seseorang anggota PS akan disebut anggota yang baik adalah anggota yang lebih besar manfaatnya untuk PS. Tetapi bagaimana mungkin seseorang akan dikatakan bersar manfaatnya bagi PS bila Ia tak pernah melakukan sesuiatu untuk PS.

Saya menyadari sebagai anggota yang memang diminta untuk banyak menulis tentang PS maka dapat dipastikan bahwa saya terbuka peluang banyak mengalami kesalahan tulis dibanding yang lain, apalagi dibanding sahabat sahabat yang jarang menulis atau apalagi memang tak pernah menulis sama sekali. Namun demikian sambil menunggu penulis PS lainnya yang lebih baik dalam menulis tentang PS, maka saya memang tak akan pernah jera dalam menulis tentang PS, karena tulisan saya tentang PS bukan hanya semata ditujukan bagi para anggota PS, tetapi lebih ditujukan kepada para pembaca yang gemar membuka internet.

Sudah terlalu banyak tulisan tulisan  tentang PS yang tersebar diberbagai blog dan web milik mereka yang gemar memfitnah PS, maka tulisan saya adalah sebagai bandingan dari fitnah fitnah itu, agar para pembaca memiliki bacaan bandingan dalam upaya mencari kebenaran. Saya memang menghindari perdebatan dalam menulis, karena perdebatan itu menurut ajaran agama akan kehilangan objektivitas, karena dalam perdebatan tujuannya tak lain hanya mencari kemengan belaka, bukan kebenaran.

Di zaman sekarang ini orang membutuhkan tulisan kata Bang Zen sebagai Guru Besar, maka saya minta menulislah terus tentang PS. Maka sejak itu pula saya menulis tentang PS sebisa saya, sebatas kemampuan saya dalam menulis, selama ini saya tidak banyak memasukkan unsur subjektivitas gagasan dalam menulis sehingga tulisan itu dianggap lebih lebih murni, tulisan tulisan saya lebih banyak mengacu kepada ceramah Guru Besar Pendiri PS Bang Asfanuddin Panjaitan almarhum (semoga diterima Allah segala amalnya).

Gagasan murni dari saya hanya saya selipkan sedikit sedikit diantara tulisan tulisan itu, yang dengan tulisan itu manakala diikuti secara runtut, saya yakin sudah tertangkap kemana arahnya. Permohonan maaf saya sampaikan bahwa akhir akhir ini saya jarang menulis, itu karena kesibukan sedang memuncak saja. Masih ada hal hal sebenarnya masih ingin saya sampaikan.

Saya berharap tulosan ini bukan tulisan saya yang terakhir tentang PS, saya hanya sekedar pamit untuk melaksakan ibadah haji, membakdalkan orang tua saya, ayah saya almarhum, beliau pada masa hidupnya telah berniat dan bahkan telah mendaftar untukmelaksanakan ibadah haji, tetapi beliau dipanggil Allah Swt, sebelum niat melaksanakan ibadah haji  kesampaian,  keluarga besar meminta kepada saya untuk menghajikan orang tua, dan itu saya sanggupi.

Namun demikian mengingat perjalanan ini perjalanan yang berat, maka ijinkanlah saya memohon pamit, dan mohon maaf atas segala kekhilafan khususnya terkait dengan tulisan tulisan saya tenyang PS yang bisa terjadi memgalami kekeliruan, baik kecil maupun kekeliruan besar. Kesediaan anda semua memaafkan saya dan mendoakan saya akan sangat besar artinya dalam kesempurnaan ibadah yang akan saya lakukan. Tidak ada tanggapan para anggota PS yang saya anggap keliru, dalam merespon tulisan saya, semua benar adanya.

Terima kasih atas perhatiannya, terima kasih atas maafnya, dan terima kasih atas doanya,  ijinkan saya dan isteri melaksanakan perjalanan ibadah ini, saya bermohon Allah akan membalas dan bahkan melipatgandakan kebajikan kebaikan anda semua, dan Allah juga akan mengampuni semua kesalahan anda, sengaja maupun tidak sengaja, dahulu, sekarang, maupun yang akan datangh. Amin.

Palembang, 26 Agustus 2016.

 

 

 

 

Antara Ketakwaan Dan Intuisi

Jurus jurus PS itu adalah gerakan yang memiliki kemampuan untuk mempertajam intuisi seseorang. Berikut ini saya kutip perihal Intuisi dari wikipedia Indonesia : Intuisi adalah istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas. Sepertinya pemahaman itu tiba-tiba saja datangnya dari dunia lain dan di luar kesadaran. Misalnya saja, seseorang tiba-tiba saja terdorong untuk membaca sebuah buku. Ternyata, di dalam buku itu ditemukan keterangan yang dicari-carinya selama bertahun-tahun. Atau misalnya, merasa bahwa ia harus pergi ke sebuah tempat, ternyata di sana ia menemukan penemuan besar yang mengubah hidupnya. Namun tidak semua intuisi berasal dari kekuatan psi. Sebagian intuisi bisa dijelaskan sebab musababnya.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang berada dalam jajaran puncak bisnis atau kaum eksekutif memiliki skor lebih baik dalam eksperimen uji indera keenam dibandingkan dengan orang-orang biasa. Penelitian itu sepertinya menegaskan bahwa orang-orang sukses lebih banyak menerapkan kekuatan psi dalam kehidupan keseharian mereka, hal mana menunjang kesuksesan mereka. Salah satu bentuk kemampuan psi yang sering muncul adalah kemampuan intuisi. Tidak jarang, intuisi yang menentukan keputusan yang mereka ambil.

Sampai saat ini dipercaya bahwa intuisi yang baik dan tajam adalah syarat agar seseorang dapat sukses dalam hidup. Oleh karena itu tidak mengherankan jika banyak buku-buku mengenai kiat-kiat sukses selalu memasukkan strategi mempertajam intuisi”.

Berdasarkan kutipan di atas maka dalam rangka menguasai jalur ekonomi adalah sesuatu yang mutlak harus dilakukan dalam rangka memelihara keimanan ummat. Agar selalu mencapai predikat takwa dan Berkembang menjadi takwa yang sebenarnya, dalam waktu yang bersamaan juga maka akan terjadi penajaman intuisi, karena bagi mreka yang bergiat mengembangkan intuisiituternyata menemukan fakta bahwa penajaman yang paling sempurna adalah dengan cara pendekatan spiritual, sama juga halnya dengan temuan para dokter di Jepang, mereka melaporkan bahwa dalam melakukan pengobatan sang dokter dan apalagi fasien dilarang sekali memiliki pemikirang kotor, berkata kotor dan semacamnya, karena akan terjadi kesulitan dalam mencapai kesembuhan.

Saya langsung teringat Bang Asfan ketika membantu seseorang beliau menyuruh membaca al-fatihah, seharusnya para senior dan pelatih bersegera melakukan ujicoba komfirmasi, jika di Jepang ditemukan bahwa terbukti berkata kata yang kurang senonoh disaat melakukan pengobatan baik oleh pasien ataupun si dokter akan mempengaruhi kesembuhan, artinya penyakitnya akan sulit disembuhkan. Lagu bagaimana bila membaca al-Fatihah, bagimana hasilnya.

Dari yang seperti itu kita harus melakukan ujicoba jurus PS, gunakan kepekeaan, cekn seterusnya, gunakan intuisi, karena itu semua dibangun oleh PS, sekarang bagaimana cara menghidupkannya.

Palembang, 30 April 2016.

bacaan : https://id.wikipedia.org/wiki/intuisi

 

 

 

Rejeki Itu Goib, Coba Buktikan Dengan Jurus PS.

Fachruddin PS LampungTidak gampang cari rejeki karena rejeki itu gaib, tidak mudah mengurai kegaiban itu, namun demikian bukan berarti tak bisa mengurai rejeki cara memperoleh rejeki. Karena yang mengatur rejeki adalah Allah, yang maha gaib. Karena berasal dari Allah maka cara mencari rejeki yang benar adalah meminta langsung kepada yang mahamengatur. Menurut logika maka seyogyanya orang orang Islam adalah kelompok yang paling kayaraya, karena setiap saat selalu mendekatkan diri kepada Allah yang maha mengatiur konstribusi  dan distribusi rejeki. Tetapi kenyataannya justeru sebaliknya ummat Islam ditinjau dari kacamatan rejeki ternyata menjadi manusia nomor dua.Kekayaan lebih banyak dikuasai oleh pihak non muslim seolah mereka yang paling dekat dengan Tuhan.

Seharusya  jalur perekonomian dukuasai ummat Islam. Karena ummat Islam selain dapat memanfaatkan berbagai teori umum dalam membangun ketahanan perekeoniam, juga dapat memanfaatkan kaidah spiritual. Apalgi berdasarkamn penelitian bahwa mereka yang hasil dalam berniaga adalah mereka yang memilik intuisi yang tajam. Dan kita semua tahu bahwa cara cara yang paling jitu dalam mempertajam intuisi adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah.

Pada saat saya menulis tentang peka, cek dan tembus pandang rame rame saya dibuly di FB, tentu saja dengan bahasa bahasa sadis ala FB, tak menjadi masalah karena saya yakin sebagian besar dari mereka adalah bukan anggota PS atau setidaknya belum paham PS. Karena terkait keimanan kepada Allah berarti mengimani akan adanya sesuatu yang gaib. Dan salah satunya masalah yang gaib yang harus kita hadapi adalah masalah rejeki, manakala kita sudah mulai mencari rejeki maka kita akan tahu bahwa masalah rejeki adalah masalah yang benar  benar gaib.  Dalam rangka kampanye berniaga yang direncanakan oleh PS Lampung, maka tentu saja kegaiban rejeki itu adalah sesuatu yang harus diurai.

Bagaimana cara mengurai kegaiban rejeki dari Tuhan itu maka bagi anggota PS tentu saja jurus jurus PS  itu adalah alatnya.  Itulah sebabnya maka saya mulai pembicaraan itu dari peka, sudah itu kemampuan cek,  dan tidak ada salahnya tembus pandang, dan itu merupakan awal untuk mendapatkan intuasi, bisa juga itu justeru akumulasinya. Tetapi kembali kepada kemampuan intuitup

Seharusnya para anggota PS dengan kepekaannya, dengan kemampuan ceknya mampu memangkap apa yang terjadi manakala seseorang makan dan minum atau makan saja, atau minum saja manakala tidak membaca bismillah. Lalu hendaknya mampu pula menangkap apa yang terjadi manakala  manakala melakukan dosa dosa kecil.  Apapula yang terjadi nakala kala kita berburuk sangka. Itu akan terkait secara gaib dengan rejeki yang sejatinya penuh misteri. Nanti kita bisa mengukur, apakah kita sejatinya jauh apa dekat dengan Allah.  Wallohu a’lam bishowab.

(Belitang, Oku Timur, 29 April 2016).

Ketika Akan Berhenti Menulis

Fachruddin PS LampungKetika saya menuliskan di blog ini bahwa mungkin tulisan itu adalah tulisan saya yang terakhir,  maka saya ditemui oleh seorang sahabat yang bukan anggota PS. Dia meminta agar saya tetap menulis di blog ini, dan dia meminta saya untuk tetap menulis, hatta tidak sekerap sebelumnya. Tulisan anda dan tanggapan sahabat sahabat anda semua saya baca, demikian kilah telah dimulai sahabat tadi,  yang kekeh menginginkan saya tetap menulis. Sahabat tadi adalah orang yang pernah saya ajak masuk PS, tetapi dia menolak secara halus, belakangan saya baru tahu bahwa beliau sebelumnya telah bergabung dengan perguruan lain. Tulisan anda di Blog ini memiliki nafas dan corak lain, saya sudah berkeliling mengunjungi blog milik perguruan sejenis, blog anda lain sendiri, imbuhnya.

Sebenarnya dalam pertemuan terakhir dengan Bang Zen telah menegaskan, menulislah terus katanya, saya jamin tidak ada lagi senior yang mengganggu. Terus terang saya terkejut mendengar beliau berbicara seperti itu, sontak mata saya berkaca kaca dan sulit saya menahan agar air mata itu tak gugur. Bukan apa apa, saya berfikir lebih baik seorang Fachruddin yang dibuang dari PS. Apalah artinya dibanding banyaknya senior yang tidak menyukai kehadiran blog ini.  Setiap saat blog ini bisa berganti nama dan identitas, serta bersembunyi ditengah keramaian dunia maya. Walaupun hanya dalam hitungan detik bisa diketemukan lagi oleh orang orang yang mahir berinternetria. Saya sangat menarih hormat kepada Bang Asfan dan Bang Zen. Dan saya sangat sayang kepada PS yang saya sudah puluhan tahun bergabung di situ.

Ada kata kata yang dituturkan oleh tamu tadi yang sangat menyentuh hati saya, bahwa Blog PS sejatinya bukan hanya milik PS, jangan jangan pengunjung blog ini lebih banyak yang bukan anggota PS. Walaupun kami tidak meninggalkan komentar. Tetapi isinya sangat bermanfaat bagi kami sebagai pengunjung. Oleh karenanya kami mohon agar anda tetap menulis, walaupun anda menulis untuk PS tetapi manfaatnya besar bagi kami dan bagi ummat Islam.

Mungkin ungkapan beliau berlebihan, dan mungkin untuk menyenangkan hati sahabat saja, namun demikian saya akan berbaik sangka. Setelah beberapa hari saya  mempertgimbangkan. Bismillah … saya masih akan tetap menulis untuk blog ini, hingga lingkungan PS melarang, atau grafik pengunjung blog ini menunjukkan angka angka hampa. Wallohu a’lam bishowab.

Baturaja, 26 April 2016)

Jurus PS Untuk Mencapai Taqwa Yang Sebenarnya.

Fachruddin PS LampungApa program PS ? Yaitu meningkatkan kualitas manusia sesuai dengan ajaran Islam, kualitas manusia yang diinginkan adalah memiliki derajat ketakwan yang sebenarnya takwa. Orang yang takwa itu adalah juga orang yang sejahtera, memiliki dana operasional guna mewujudkan aktivitasnya kemanusiaannya. Seseorang disebut takwa bukan lantaran hanya rajin beribadah saja, tetapi kehadirannya memiliki makna sosial.

Rasulullah sendiri yang memberikan contoh bahwa seorang yang takwa itu juga harus kayaraya, untuk itu Muhammad seorang anak yatim piatu yang kelak menjadi Rasul Allah  sudah bekerja sejak usia 9 tahun mulai dari menggembala kambing hingga menjadi peniaga ulung, mulai dari karyawan biasa hingga pada suatu saat Ia menjadi Direktur utama di tempatnya dia bekerja, beliau berniaga bukan hanya dari satu pasar ke pasar yang lain, dari satu kota ke kota yang lain. Tetapi beliau berniaga dari satu negera ke negara yang lain, yang dalam perjalanan perniagaan ke negeri lain itu beliau membutuhkan waktu hingga tiga bulan, ratus ekor unta, dan juga kuda tunggangan jangan ditanya berapa jumlah karyawannya, sekitar seratus orang. Dengan demikian barang perniagaan itu tidak sedikit, baik pada saat pergi maupoun pada sat pulang, pada saat pulan selain membawa barang dagangan juga telah membawa hasil keuntungan dari perjalanan perniagaan itu. Itulah sebabnya beliau pada saat menikahi isterinya, beliau memberikan hadiah kepada isterinya seratus ekor unta.

Setelah beliau diangkat menjadi Rasul beliau meninggalkan segala aktivitas perniagaan dan pertanian, tentu dilanjutkan oleh seseorang yang dipercayainya, dan beliaupun aktif berdakwah, beliau berdakwah dalam berbagai keadaan terpaksa juga berperang berjihad demi tegaknya kalimah Laailaaha Illallah, dalam melaksanakan missi itu beliau didukung oleh kekayaan yang didapatnya dari hasil perniagaan yang dilakukannya dengan penuh tanggung jawab sebagai seseorang yang pantas dipercayua (al-Aamiin) Artinya seseorang akan dinyatakan bertakwa yang sebenar benarnya takwa manakala dia juga secara mandiri dapat membiayai segala aktivitas yang mendukung dan menjadi bukti ketakwaan itu. Karena seseorang akan dikatakan  takwa manakala juga terasa manfaat kehadirannya bagi orang lain.

Dahulu para dai dan ulama kita adalah terdiri dari para saudagar, mereka selain paham agama Islam, pandai membaca al-Quran, faham tafsir, haddits, fikih, sejarah Islam, dan juga paham Ketatanegaraan, mereka mahir silat dan macam ragam beladiri, mereka juga tabib, dan istimewa lagi mereka adalah Saudagar yang berhasil. Ditangan mereka jumlah ummat Islam mencapai 99% dari penduduk ini.

Dilihat dari contoh di atas, baik Rasulullah maupun maupun awal berkembangnya Islam di Indonesia (Nusantara)  maka nampaknya kesejahteraan dan bahkan kekayaan serta intelektualitas sangat dibutuhkan dalam mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan Islam di lingkungan kita. Maka upaya mensejahterakan ummat adalah sama pentingnya dengan dakwah.

Jika dahulu Islam berkembang di Indonesia hingga mencapai 99% itu sangat didukung oleh keberadaan seorang dai yang memang sekaligus paham Islam, Al-Quran, haddits, fikih, sejarah Islam, ilmu ketatanegaraan, memiliki perusahaan, terkenal sebagai saudagar yang sukses, memiliki keterampilan beladiri, serta  dalam keadaan darurat pandai juga menjadi tabib.

Ilmu PS bukan hanya untuk ulah kanuragan saja, tetapi juga dakwah, segala aktivitasnya terkait penanaman tauhid, bahkan inti ajaran PS adalah Laailaaha Illallah, lalu selain itu juga dan ini belum banyak para senior dan pelatih melakukan kajian dan ujicoba, yaitu bahwa jurus PS juga dapat digunakan untuk mempersiapkan diri untuk memiliki intuisi yang justeru sangat dibutuhkan bagi seorang peniaga. Kita harus ingat sejarah bahwa perkembangan Islam selalu saja berjalan seiring dengan dunia perdagangan, yang nanti dalam pendalaman hadir pula pendidikan dan politik. Kita harus berfikir lalu peran apa yang yang bisa  diambil dari jurus jurus PS itu. PS memang luar biasa. Insya Allah. Palembang 25 April 2016.

Selamat Jalan Oma.

FachruddinTerus terang aku baru sekali jumpa Oma, itupun sebentar, isteriku hanya bersalaman lalu pamit, lalu Oma bertanya …. “Buru buru mau kemana … ?”  Ikut teman teman, mau  lihat lihat … kilah istriku,  oma nampak berdiri melepas keperegian kami. Itu saja. Tapi hati ini terasa begitu dekat dengan Oma karena Bang Asfan alm sering bercerita tentang Oma, ada yang disampaikan dalam ceramah beliau tetapi lebih banyak yang beliau ceritakan kepada kami dalam berbagai kesempatan.

Seperti biasa, setiap alm Bang Asfan bercerita maka saya hanya mendengar, saya tidak pernah bertanya, apalagi berdiskusi, apalagi menentang. Saya benar benar ingin berguru kepada bang Asfan dan saya merasa sangat tidak layak untuk bertanya karena bisa dipastikan pertanyaan saya tidak akan banyak artinya dibanding pentingnya memanfatkan waktu yang demikian sempit tetkala jumpa almarhum. Saya sangat tahu bahwa tak pernah Bang Asfan bercerita kosong kepada mrit mritnya.

Banyak hal yang telah ditiadakan di PS ini,  sebagian besar itu  adalah atas perintah Oma, kata Bang Asfan sambil menyebutkan beberapa contoh, dalam satu kesempatan kepada sejumlah senior yang terbatas. Tetapi sebetulnya ada yang lebih ekstrim untuk diujicobakan, kata beliau,  tetapi saya tak ingin membuat Oma gelisah, kata Bang Asfan. Bang Asfan nampaknya ingin menegaskan bahwa Ilmu PS tak akan berkembang dengan optimal  di tangan seseorang orang orang yang tak memiliki hubungan baik dengan kedua orang tuanya, utamanya ibunya.

Dalam hal ini Bang Asfan sering sekali menyebutkan Adam Malik (Wakil Presiden) adalah contoh bagaimana seseorang mengabdi kepada orang tua, sangat mengagumkan bagaimana ketika pada hari Raya Idul Fitri sekalipun tampa publikasi pada saat itu Adam Malik sungguh sungguh mengekspressikan pengabdian seorang anak dari seorang Ibu. Seperti itu yang diacu oleh Bang Asfan bersama adik adiknya kepada Oma.

Dengan demikian terpelihara dan berkembangnya ilmu PS sesungguhnya juga berkat ridho seorang Oma yang setiap saat mencermati apa yang dilakukan seorang Asfan muda yang sedang gigih mengembangkan sebuah ilmu yang dekian penting dan demikian dahsyatnya, tetapi nampaknya Oma sangat paham bahwa apa yang dikembangkan Bang Asfan muda manakala tergelincir bukan hanya akan dapat menyesatkan Bang Asfan selaku Guru Besar,   tetapi akan menyesatkan seluruh para anggotanya. Kekhawatiran seperti nampaknya yang menjadi pegangan Bang Asfan. Bang Asfan tidak mau kehilangan doa dari Oma.

Kita jangan membayangkan ketika Bang Asfan telah semakin matang, setelah melaksanakan ibadah haji, setelah banyak buku yang dibacanya, tetapi Oma mengasuh Bang Asfan, bukan hanya sejak muda, tetapi justeru sejak kanak kanak. Itulah Oma. Kini Oma telah tiada.Telah meninggalkan kita untuk selamanya. Seseorang yang tak henti mendoakan kita semua sebagai angota PS, karena dalam doa Oma itu doa untuk anak anaknya dan doa untuk PS adalah sesuatu yang tak terpisahkanm.

Doa kami Oma agar engkau mendapat tempat yang layak dari Allah Swt, semoga hati oma selalu damai memandang kita semua sebagai anggota PS walaupun itu dari kejauhan, dan alam yang berbeda. Fatihah untuk Oma.

Jurus Berniaga Milik PS Wajib Diujicobakan.

Fachruddin PS LampungMengujicobakan peruntukan jurus jurus PS  yang diampu masing masing baik yang diperuntukkan bagi dirinya maupun bagi orang lain adalah kewajiban  bagi setiap anggo PS, sehingga jurus bagi seorang anggota bukan hanya sekefar ajaran baginya, tetapi merupakan pengalaman. Dan sekaligus jurus yang semula baginya masih ontologis maka akan berkembang menjadi fungsional.

Diantara sekian banyak peruntukannya makamdiantab Jurus jurus PS itu bisa dimanfaatkan untuk membantu menlancarkan usaha perniagaan tampa menggunakan gerak tipuan atau semacamnya yang lazim dilancarkan pada aktivitas perniagaan pada umumnya di masa kini. Berbagai macam jurus tipuan dilakukan oleh para pebisnis dengan prinsip bahwa dengan modal yang sekecil kecilnya untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya

Jurus PS yang berintikan kalimah Thoyibah atau kalimah Tauhid, tentu saja harus mengedepankan kejujuran dalam praktek berniaga sepetri yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah dan para sahabat  sehingga mereka menempati deretan orang kaya pada saat itu. Baik Rasul dan para sahabat Rasul semua terdiri dari orang orang kaya

Dengan jurus jurus PS kita bisa mendekatkan diri kepada Allah, untuk mendekatkan diri kepada Allah adaah dengan cara memperbaiki tauhid, memperbaiki fikiran, sikap, perkataan, perkataan hingga perbuatan dilanjutkan dengan melaksanakan ibadah seperti yang dipraktekkan Rasulullah dan diikuti para sahabatnya sehingga mereka sukses dalam berniaga. Rasulullah dan sahabat sahabat telah membuktikan  bahwa akhlakul karimah akan lebih menjamin tercapainya  sukses dalam berbisnis

Kini jurus jurus PS itu telah kita ampu, namun demiian  tidak dapat secara serta  merta kita katakan bahwa jurus itu memiliki kemmpuan membimbing kita berbisnis manakala kita sama sekali belum mkelakukan ujicoba baik langsung mauoun tidak langsung, disebut secara langsung manakala kita sendiri yang melakukan bisnis dan disebut tidak langsung manakala kita hanya sebatas terlibat secara perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi dan berbagai perbaikan. Tampa ujicoba maka kita tak akan mampu berbicara dan berbuat banyak, maka tak dapat ditawar tawar kita harus ujicobakan peruntukan jurus itu agar kita memiliki pengalaman,

Bandar Lampung, 26 Maret 2016