Jurus PS Itu Bukan Fosil

Fachruddin PS LampungDengan semangat yang menggelegar serta tawa yang tak tertahankan seorang sahabat menghubungi saya melalui telepone celuler mempertanyakan apa hubungannya PS dengan Nauru, yaitu negara terkaya di dnia yang kini jatuh miskin itu. PS tidak memiliki hubungan organisatoris maupun historis, dan hubungan emosional serta individualpun tidak, katanya dengan tawa terkekeh kekeh. Saya menjadi mafhum dengan apa maksudnya mengubungi saya kali ini, dan setelah tawanya reda sayapun berusaha menjelaskan dengan bahasa yang paling mudah untuk dipahaminya. Hanya membutuhkan beberapa kalimat singkat Ia pun menyatakan paham apamaksud tulisan saya yang ternyata memang belum tuntas dibacanya itu. Saya sangat faham dengan sahabat saya yang satu itu yang sulit baginya untuk membedakan antara bertanya dan berdebat, sering dia mendepat tulisan saya, padahal pada hakikatnya Ia sedang bertanya.

Benar, andaikan para anggota PS ini menganggap jurus PS itu  sebagai fosil yang tak terbarukan, maka tunggu saja nasibnya akan seperti Nauru, yang sempat menjadi negara terkaya sedunia itu, yang hanya dalam tempo 30 tahun nyaris nyaris beralih menjadi negara termiskin di dunia. Pada saat mereka kaya maka ada sekitar 70% penduduknya mengalami obisitas dutengah kemewahan hidup, berfoya foya serta bermabuk mabukan. Mereka tidak sadar bahwa berapa ratus ribu tonpun fosil itu maka pada suatu saat akan habis, karena untuk memunculkan fosil membutuhkan waktu berabad abad, apalagi di Nauru itu adalah fasil tahi burung yang menggunung sekitar seribu tahun yang lalu.

Jurus PS itu bukan fosil, memang tidaklah perlu jurus baru, tetapi peruntukannya dari jurus PS itu adalah sesuatu yang manakala diguanakan secara terus menerus maka otomatis Ia akan terbarukan. Bagi seorang anggota PS yang bersedia menggunakan jurus jurus yang diampunya untuk berbagai kepentingan sesuai dengan tuntunan yang diajarkan dalam perguruan PS maka Ia akan menemukan sesuatu yang baru. Maka dengan demikian semakin banyak para senior yang berbuat amal kebaikan dengan menggunakan jurus jurus itu maka PS akan mampu mengakumulasi kebaharuan kebaharuan itu, sehingga kegunaan dari jurus PS itu akan semakin berkembang sesuai dengan kemajuan sain dan teknologi.

Karena PS ini adalah Perguruan, maka berarti ada ilmu yang harus dikembangkan diperguruan ini, karena watak dasar dari sebuah perguruan selain belajar ilmu, juga ada penelitian dan ujicoba serta ada pengabdian. Setiap anggota diwajibkan hukumnya untuk belajar, mendalami, meneliti dan ujicoba serta mengabdikan ilmunya, Mungkin saja seseorang anggota bisa dinyatakan lulus ujian jurus jurus, tapi apalah artinya jurus itu manakala tak dapat diaplikasi untuk berbagai  keperluan dalam hidup ini guna mencapai kesehatan dan kesejahteraan. menuju keselamatan dunia dan akherat.

Jurus PS itu tidaklah perlu diperbaharui karena manakala jurus jurus itu diguinakan atau dimanfaatkan oleh para mengampunya  sesuai dengan peruntukannya maka akan selalu terjadi hal hal yang terbarukan. Jurus PS yang sekarang ini memiliki kemampuan mewujudkan kebaharuan kebaharuan dengan sendirinya. Itu sangat tergantung kepada para pengampunya, apakah jurus jurus digunakan, atau hanya akan disimpan saja. Bila hanya disimpan maka pada suatu saat ia akan hilang, tetapi manakala dimanfaatkan maka setiap saat jurus itu sejatinya telah berkembang, karena jurus PS itu bukanlah fosil. (Palembang, 31 Agustus 2015).

Baca Juga :

PS Harus Belajar Dari Kisah Tragis Nauru

Fachruddin PS LampungIlmu PS itu adalah ilmu yang luar biasa, tetapi manakala tidak kita pelihara maka jurus jurus PS  akan menjadi seonggok sesuatu yang tak ada apa apanya. Belajarlah dari Nauru, Nauru adalah sebuah Negara Kecil yang tak lebih luas dari Danau Toba itu justeru  sempat menjadi negara terkaya di dunia. Nauru yang sekarang sudah jatuh miskin dan terlilit hutang yang luar biasa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi semua negara, Bangsa dan Manusia dan terkecuali bagi PS, bila PS ingin tetap  survipe. Nauru, hanya membutuhkan waktu selama 30 tahun saja negara yang paling kaya itu berubah menjadi negara miskin hanya lantaran masyarakatnya tak berketrampilan, tak belajar dan mau mengembangkan pengetahuan dan keterampilannya. Mereka malas, boros dan berfoya foya, serta  membanggakan masa lalu mereka.

Pada saat itu jika kita mengunjungi Nauru maka kita akan jumpa dengan banyak orang yang obisitas, bagaimana tidak mereka makan makan dan minum minuman beralkohol, sungguh tidak sehat dan mengancam masa depan. . Kini jika kita mengunjungi negara itu kita akan jumpai orang  orang yang ringkih, tak terurus, Ini suatu pelajaran dari Tuhan bahwa Tuhan tak akan memperbaiki suatu kaum manakala individu dari kaum itu tak berusaha merubah nasibnya.

Rejeki itu datang dari Tuhan, yang manakaa Tuhan akan memberi maka tak seorangpun yang mampu mencegahnya, demikian juga manakala Tuhan tak akan member maka tak seorangpun yang mampu memaksanya. Nauru kaya karena mendapatkan durian runtuh. Wilayah negara kecil itu terdapat ribuan ton fosil tahi burung yang sangat bermanfaat untuk pupuk. Sejumlah negara berebut untuk menambang fosil itu, dan negara itupun kaya dengan mendadak. Tetapi bangsa itu tak sempat mengantisipasinya ketika fosil itu dinyatakan habis dengan menyisakan lahan rusak yang sangat luasnya.

Andaikan kekayaan itu dimanfaatkan untuk membangun pendidikan dinegeri itu dengan baik sehingga rakyatnya menjadi cerdas, pintar dan berketerampilan, dapat dipastikan Negera Republik Nauru yang yang dipimpin oleh seorang Presiden dibantu oleh 14 orang Camat itu akan mampu mempertahankan kekayaan dan kesejahteraannya. Pendidikan kurang baik, menghasilkan orang yang bermalas malasan, belajar tampa target, berhasil syukur tidak berhasil berarti nasib. Tidak da sesuatu yang mereka kembangkan, tidak ada sesuatu yang perlu mereka ujicobakan. Dan hasilnya adalah kehancuran yang mereka raih hanya dalam waktu singkat saja.

Kita berharap tidak demikian dengan ilmu PS, bila kita belajar PS maka kta haruis mendapatkan pemenuhan kompetensi yang mampu diberikan oleh PS, sehingga kita mampu mengantisipasi segala perkembangan yang terjadi jangan sampai ilmu ini sirna atas kemalasan kita.  Wallohua’lam (Sekayu Muba Sumsel, 30 Agustus 2015).

Baca Juga :

Pengampu Payung Rasul Itu Harus Mumpuni.

Fachruddin PS LampungPS itu adalah sebuah Perguruan, ada Guru, ada murid, dan ada yang diajarkan, mengajarkan para muridnya agar menjadi orang yang mumpuni, tingkat kemumpuniannya adalah dengan pencapaian pengampuan jurus Payung Rasul. Pada saat mengampu Mahdi seseorang harus mampu menyelesaikan 30 kasus terkait jurus, lalu naik ke jurus Syahbandar dan pada saat mengampu jurus Syahbandar harus telah menyelesaikan 30 item kasus sosial,yang itu semua diselesaikan dengan menggunakan jurus jurus PS, maka dengan demikian pada saat mendapatkan jurus Payung Rasul maka seseorang benar benar telah siap menjadi seseorang yang mumpuni dan memiliki kematangan yang luar biasa dalam PS.

Kematangan yang luar biasa itu adalah sesuatu yang sangat mungkin tercapai oleh setiap anggota manakala yang bersangkutan benar benar melaksanakan tugasnya dengan baik dalam setiap hong yang harus dilalui oleh seorang senior PS. Ada tiga puluh item permasalahan yang harus diselesaikan oleh yang bersangktan pada saat mengampu Mahdi, permasalahan ityu masih terkait permasalahan internal belaka, terkait dengan jrus. Terkait dengan kompetensi dan keterampilan dasar. Dimana manakala kita membenahi jurus maka kita sejatinya sedang membenahi keimanan seseorang, karena trilogi jurus PS adalah gerak, nafas dan lafaz. Inti dari pada itu semua adalah kalimah thoyibah “Lailaahaaa Illallaah”, itulah juga sebagai core PS.

Mengakumulasi penyelesaian tiga puluh kasus keimanan, sampai dengan keimanan yang bersangkutan menjadi lempeng, itu saja sudah menjadi hal yang sangat luar biasa. Karena sebelumnya yang bersangkutan telah melempangkan keimananya terlebih dahulu. Itu terjadi pada saat yang bersangkutan masih mengampu Mahdi, sehingga memiliki kepantasan  untuk mendapatkan jurus Syahbandar. Pada saat menganmpu Syahbandar yang bersangkutan berhasil mengakumulasi tiga puluh item penyelesaian kasus sosial baik yang dihadapi oleh para anggota maupun di luar anggota, itu semua dilakukan dengan jurus jrus PS, yang mengacu kepada Al-Quran, karena sejatinya Guru PS adalah al-Quran. Dengan demikian yang bersangkuta memili kepantasan untuk menerima jurus Payung Rasul.

Bagi seorang anggota yang telah berhasil mengemban segala tugas anggota PS pada saat mengampu jurus Mahdi dan Syahbandar, secara otomatis memiliki kepantasan untuk mendapatkan jurus Payung Rasul. Kepantasan ini dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain adalah aktivitas berlatih yang tak terputus putus, sehingga jurus menjadi sempurna, memiliki pemahaman yang memadai terhadap al-Quran serta menafaatkan jurus PS sebagai alat untuk mrmahaminya, berhasil meningkatkan keimanan para anggota dengan jurus PS, serta berhasil memanfaatkan jurus PS untuk menyelesaikan berbagai persoalan sosial.

Ada satu lagi yang kami tegaskan untuk menjadikan renungan kita bersama, yaitu bahwa seseorang yang pantas menerima jurus Payung Rasul adalah para anggota yang setidaknya 85% dari urusan pribadinya telah selesai, memiliki pemahaman terhadap agama yang memadai, dengan jumlah buku literatur yang juga relatif memadai. Dan ditinjau dari segi perekonomian juga memiliki kemapanan, serta dikenal oleh masyarakat sebagai anggota masyarakat yang baik baik. Para anggota dan senior PS bisa berdiskusi lebih banyak tentang yang satu ini.

Pengampu jurus Payung Rasul memang dituntut untuk memiliki keterampilan, wawasan dan pemahaman yang luas guna dapat mengaplikasikan jurus PS bagi kehidupan bersama. Bagi semua pengampu Payung Rasul bahwa ilmu dan jurus jurus PS itu  benar benar harus fungsional, bahwa ilmu dan jurus PS  harus bisa diaplikasikan guna menopang kahidupan sehari hari dalam mencapai ketertraman, kesejahteraan hidup baik sendiri maupun bersama.

Baturaja, 25 Agustus 2015

Baca Juga :

Bang Zen Mendukung Upaya PS Lampung Untuk Kecerdasan dan Kesejahteraan Ummat.

Fachruddin PS Lampung“Teruskan perjuangan kalian, saya merestui”, demikian inti pernyataan Bang Zen selaku Guru Beaar, setelah saya menyampaikan sedikit gambaran dari sumbangan gagasan yang saya tuliskan di Blog PS Lampung pada hari Minggu 9 Agustus 2015. Selepas sholat magrib hingga masuk waktu Isya. Dalam kesempatan itu saya mengantar bagian pertama (latar belakang perjuangan dan Ilnu Prana Sakti) dari empat bagian yang direncanakan.

Walau pertemuan itu sangat singkat tetapi besar artinya bagi apa yang diprogramkan oleh PS Lampung dalam upaya mengkampanyekan penggunaan jurus PS bagi kecerdasan dan kesjahteraan ummat, khususnya ummat Islam yang pada saat ini ditinjau dari kacamata sosial, politik dan ekonmi.Kondisi ini sungguh sangat memperihatinkan. Ummat Islam pada saat ini sebagai kelompok mayoritas  manakala mengalamai penurunan kemampuannya dalam bidang sosial, politik dan ekonomi maka itu akan menjadi beban berat bagi bangsa dan negara.

Muktamar PB NU dan PP Muhammadiyah yang dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan sejatinya dinanti nanti oleh ummat akan kepemimpinan kedua organisasi besar ini bagi kesejahteraan ummat. Dari waktu ke waktu ummat mengharapkan para pemimpinnya mnentukan program yang mampu mengentaskan ummat dari ketertinggalan, kebodohan dan kemiskinan dengan moral Islam. Bahwa sebagai penganut Islam yang baik kita harus memanfaatkan (menjadikan) nilai nilai moral Islam sebagai penuntun ummat dalam mencapai kesejahteraan hidup.

Kita semua juga telah tahu bahwa PS sejatinya sudah lama mempraktekkan pembekalan moral bagi ummat Islam, tetapi dahulu bermula dari peningkatan moral bagi masyarakat awam yang tertekan oleh politik PKI, selaku aktivis angkatan 66 Bang Asfan almarhum tahu betul akan ketertekanan ummat secara politis. Dan Bang Asfan berusaha meningkatkan moral mereka dan sekaligus para generasi muda untuk memiliki moral yang prima. Bang Asfan selaku pemegang Wing Terjun itu banyak tahu bagaimana caranya meningkatkan moral dari berbagai rasa ketertekanan.

Pemegang Wing terjun bagi masyarakat sivil memang harus melalui pelatihan terlebih dahulu, mereka memang harus memiliki mental prima, mereka sebelumnya harus mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh para Perwira ABRI, dengan gaya ABRI, TNI itu pasti, sehingga pelatih tidak segan segan untuk melepas mereka terjun dari pesawat. Pelatihan yang diberikan itu sangat terkesan oleh almathum Bang Asfan, dan itu diterapkannya bagi murid muridnya di PS. Lebih baik mandi keringat diwaktu berlatih daripada mandi darah di waktu berperang. Berlatih jurus PS memang terkenal keras. Dan para anggota PS pun memang sebagian besar menjadi sosok yang tahan banting.

Tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, maka persoalan yang dihadapi oleh ummat Islam kini adalah semakin komplek, ummat semakin membutuhkan sosok pimpinan yang memiliki kemampuan menuntun ummat untuk memiliki kemampuan dan kedaulatan diri dalam membentuk, membangun dan mempertahankan kesejateraan. Organisasi dan lembaga benar benar harus memiliki program yang jelas dan kongkrit untuk memiliki kemampuan finansial dalam mempertahankan keberadaannya.

Mari kita belajar dari ketidak berdayaan Club Club Sepakbola di Indonesia, yang selalu saja mengalami kesulitan untuk membayar para pemainnya, dan kelemahan club itu dietahui oleh para penjudi, sehingga akhirnya Club Club itu bersedia diatur hasil score pertandingannya, tentu saja dengan imbalan yang layak, sehingga club memiliki suntikan dana segar untuk membayar para pemainnya. Itu diakui oleh sejumlah orang dalam acara sebuah televisi swasta “Mata Najwa”
Belajar dari kasus Golkar dan PPP yang mengalami perpecahan, sejumlah anggotanya melakukan perlawanan kepada pemimpion mereka, walaupun kita tidak memiliki bukti, tetapi berdasarkan gunjang ganjing di luar bahwa perpecahan itu sangat terkait dengan “uang”, dan itu sulit terpungkiri. PPP adalah sangat mewakili bagi kerapuhan kelompok Islam dalam kemampuan finansial yang mereka miliki, sehingga ada pihak luar yang mampu mempofak porandakan persatuan para kadernya.

Demikian juga dengan PS, andaikan ingin tetap mampu bertahan dalam usia panjang secara prima, diharuskan memiliki program yang mampu membantu para anggotanya untuk dapat mencapai kemampuan dan kedaulatan anggotanya dalam mencapai kesejahteraan. Dan apalagi sejatinya PS dengan jurus jurusnya memiliki kemampuan untuk itu. Saya sampaikan bahwa PS Lampung sedang giat melakukan ujicoba ujicoba untuk menggali dan mengidntivikasi kemampuan jurus PS yang sedang tersembunyi itu.
“Lanjutkan Perjuangan Kalian, Saya merestui” itulah pernyataan Bang Zen, selaku Guru Besar PS.

Baca Juga :

Antara Jurus PS , Pengalaman dan Al-Quran.

Fachruddin PS LampungKetinggian jrus yang diampu oleh seorang anggota PS hendaknya menggambarkan pengalaman penggunaan jurus yang berlandaskan al-Quran, sehingga apa yang dituiturkan oleh senior yang bersangkutan bukan hanya wacana, wawasan dan ‘katanya’ tetapi benar benar pengalaman empiris sesuai dengan tuntunan al-Quran. Guru Besar PS yang sesungguhnya adalah al-Quran, sehingga sejatinya pengalaman para senior PS adalah pengalaman yang Quraniyah.

Dalam pemanfaatan dan penggunaan jurus PS wacana/ wawasan, ataupun khabar belaka tak memiliki pengaruh yang signifikan, karena berbicara dengan penggunaan dan pemanfaatan jurus PS harus disertai pengalaman empiris.Itulah sebabnya dalam blog ini kami selalu menganjurkan agar tampa kecuali para anggota harus terlibat langsung dalam berbagai ujicoba dan tampa kecuali para senior harus menjadi koordinator ujicoba sebelum dia mengampu jurus Payung Rasul. Bicara masalah jurus PS maka berarti bicara masalah pengalaman dalam penggunaannya, dan ketinggian jrus yang diampu adalah menggambarkan akumulasi  pengalaman.

Jurus dalam PS adalah cara berpegang kepada ‘Laailaaha Illallah’ oleh karenanya pemanfaatan jurus PS juga berarti mengujicobakan cara berpegang kepada Laailaaha Illallaah, karena jurus itu digunakan untuk berpegang kepada Laailaaha Illallaah maka sudah barang tentu melandaskan segala kegiatannya kepada al_Quran adalah sebuah keniscayaan.

Kita semua tahu bahwa Al-Quran diturunkan terkait dengan asbaabun nuzulnya. Artinya al-Quran itu bukan hanya redaksional dan permainan kata kata belaka,  melainkan terkait sebuah peristiwa atau kejadian. Maka dengan demikian maka berarti sejatinya kandungan al-Quran adalah juga sebuah sejarah. Dengan mengacu kepada hal itu maka jurus PS bukan hanya sekedar gerak, nafas dan lafaz, maka bagi senior PS jurus adalah pengalaman empiris. Tidak ada kemanfaatan yang signifikan ketinggian jurus yang tidak dibarengi dengan ketinggian akumulasi pengalaman penggunaan jurus itu. Ujicoba adalah pelajaran penting dalam menghimpun pengalaman pengalaman itu.

Baca Juga :

Oelama Noesantara

Fachruddin PS LampungTidak keliru bila di Blog ini  pada 8 November 2013 memposting tentang Ulama Nusantara, karena menurut rencana pada 1-5 Agustus 2015 yang akan datang NU sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini juga akan menyelenggarakan Muktamar dengan Islam  Nusantara sebagai Themanya. Perlu kami garis bawahi bahwa Ulama Nusantara yang saya maksudkan  dalam tulisan ini adalah ulama yang muncul sejak jauh sebelum Kemerdekaan Indonesia, dan tidak ada hubungannya dengan organisasi atau kelompok diskusi Islam Nusantara. Ulama Nusantara adalah para ulama yang telah berbuat sesuatu yang sangat mulia dan bahkan mendorong kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.  Artinya ada nilai nilai yang sangat pantas  diangkat dan diteladani, lalu apa kaitannya dengan PS.

Selain anda dipersilakan membaca postingan kami pada tanggal 8 November 2013 maka ada beberapa hal yang harus kembali kita renungkan bersama. Ulama Nusantara mengembangkan Islam di Indonesia ini dari 0% lalu berkembang menjadi 99 %, keberhasilan yang luar biasa. Sebagian sudah kami sajikan dalam postingan tanggal 8 November 2013 yang lalu. Yang patut jadi renungan bersama adalah tentang keberhasilan Ulama Nusantara dalam melancarkan dakwahnya, mereka selain berhasil membaur ke masyarakat dengan segala lapidsannya, juga dekat dengan para penguasa, dan bahkan berhasil melancarkan dakwah dikalangan para raja serta jajarannya. Ulama Nusantara memiliki kemampuan menampilkan alternatif bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pada saat itu, Ada tiga permasalahan besar yang mampu dicarikan solusinya oleh Ulama Nusantara pada saat itu (1) pertama pengetahuan, (2) kedua kesehatan, dan (3) ketiga kemanan dan kesejahteraan. Itu semua mampu diatasi oleh Ulama Nusantara,

Dahulu ulama Nusantara dalam berdakwah bukan hanya bicara, tetapi terlebih berbuat sesuatu. Jika pada saat ini para penceramah yang juga kita sebut da’i hampir secara keseluruhan adalah seorang yang pandai berpidato, dan tragisnya lagi bisa mencapai 80%-an dari ceramahnya dibalut dagelan. Tidak sedikit dari dagelan itu yang sulit diambil inti hikmahnya, dan bagi penceramah yang demikian itu maka pengaruhpun tidaklah signifikan.

Pada saat 99% lebih rakyat Nusantara buta huruf latin, maka Ulama Nusantara berhasil mencapai 90% rakyat Nusantara ini melek huruf Al-Quran. Dan dengan kecerdasan luar biasa para Ulama Nusantara pada saat itu menciptakan huruf Jawi, yaitu huruf Arab untuk menuliskan buku atau kata kata Melayu, dan diperkirakan muncul ratusan Kitab tang tersebar di Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan Thailand. Yang kedua Ulama Nusantara jga menciptakan huiruf pegon dengan huruf Arab untuk menuliskan Kitab berbahasa daerah, antara lain bahasa Jawa dan Sunda/ Banten, yang juga Kitab yang diterbitkan mencapai angka seratusan lebih.

Demikian banyaknya pilihan kitab kitab yang ditulis dan bahasa daerah. baik dengan huruf Jawi maupun huruf Pegon yang dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat sehingga baik ilmu agama, sosial dan Pemerintahan dapat dibaca oleh masyarakat karena para penulis menulkis buku itu dengan hburuf  jawi dan pegon. Sehingga masyarakat mulai mampu memperluas pengetahuan, wawasan dan wacananya. Dan dngan lancarnya transper ilmu pada saat itu para Raja Rajapun tidak sedikit yang berkesempatan menulis Kitab dalam aksara daerah. Masyarakat mengalami kemajuan yang pesat dalam memperluas wawasan dan keilmuan.

Kedua adalah solusi yang banyak diberikan oleh Ulama Nusantara adalah adalah solusi masalah kesehatan. Salah satu ilmu yang digemari dan didalami oleh oleh para ilmuan disaat itu adalah pengetahuan masalah pengobatan dengan obat herbal. Mereka mendalami pengetahuan ini terlebih banyaknya tumbuhan obat yang tumbuh subur di Indonesia ini. Melanjutnkan tradisi nenek moyang dengan adanya aktivitas tulis baca dengan aksara Jawi dan Pegon penyebaran tentang pengobatan herbal ini tersebar dengan baik dan cepat.

Para da’i pada saat itu selain merupakan intelektual, juga terdiri dari orang orang yang memiliki kemampuan silat dan beladiri lainnya. Mempelajari bela diri dan silat pada saat itu identik dengan mempelajari ilmu urut patah tulang dan pengobatan akibat keracunan. Ilmu ilmu anti racun adalah merupakan disiplin ilmu yang wajib dikathui dan dikuasai baik oleh da,i maupun para pedagang. Kemampuan mereka mendeteksi masalah keracunan membuat pengikut pengikuit para dai ini merasa aman dan tentram.

Da’i pada saat itu umumnya  pelaku ekonomi, mereka adalah saudagar saudagar kaya, memiliki karyawan dalam usahanya dalam jumlah yang banyak, dan karyawan karyawan itu bisa mereka jadikan person yang Islami dan menjadi teladan, mereka bukan hanya karyawan melainkan juga menjadi murid dan pengikut para ulama itu.

Lalu apa hubungannya dengan PS. PS memiliki peluang untuk menjadikannya murid muridnya melakukan dakwah bukan hanya sekedar dengan tabligh, tetapi para anggota PS dapat melakukan dakwah dengan action, melakukan sesuatu untuk melepaskan ummat dari suatu situasi yang tidak nyaman untuk menjadi nyaman, selanjutnya silakan baca tentang apa yang mampu dilakukan oleh para anggota PS seperti yang diuraikan di beberapa tulisan di blog ini.

Baca Juga :

…….

Kumpulkan Pengalaman Jurus Sebanyak Mungkin.

Fachruddin PS LampungKita jauh lebih lama belajar di PS dibanding belajar di Perguruan Tinggi, tetapi bila jurus PS yang diajarkan kepada kita tak pernah kita pakai maka akan menjadi sia sia saja kita belajar jrus itu berlama lama. Makna jurus bukan terletak pada indahnya tari dan gerak, tetapi sejauh mana jurus itu kita gunakan untuk mengatasi berbagai kesulitan yang kita atau orang lain hadapi. Jurus PS akan memiliki arti manakala kita manfaatkan. Ilmu PS bukan sederetan teori, wawasan dan wacana tetapi sederetan praktek yang harus kita himpun, karena dengan menggunakan jurus dalam berbagai kesempatan, maka ilmu PS itu akan berkembang.

Tak dapat kita pungkiri demikian banyaknya pengampu jurus yang tinggi tinggi tetapi tak memiliki kemampuan yang berarti memanfaatkan jurus jurus PS, bukan karena mereka malas berlatih, bukan karena jurus mereka tak sempurna, tetapi lantaran mereka tak pernah memenafaatkan jurus jurus itu, sehingga kemampuan praktis mereka sangat tak sebanding dengan ketinggian jurus yang diampunya.

Kita berkumpul dalam komunitas PS ini adalah pada sebuah “Perguruan”  dalam PS ini ada Guru, ada Murid dan ada Ilmu yang diajarkan dan dikembangkan. serta dilaksanakan di praktekkan atau diamalkan. Pada tulisan terdahulu dikatakan bahwa tingkatan belajar kita walaupun diawali pada posisi mitis, kita masih bisa naik ke ontologis, setelah itu kita bisa meningkat ke fungsional. Kenaikan kenaikan itu bisa kita rekayasa dengan berbagai pelaksanaan ujicoba, kita bisa mengacu kepada penelitian tindakan klas atau classroom action research (CAR).

Melalui blog ini dianjurkan kepada mereka yang sudah mengampu Jurus Mahdi dan Syahbandar jangan lagi menunda nunda untuk melakukan ujicoba. Pada saat mengampu Mahdi setidaknya ada 30 item ujicoba dan berhasil, dan pada saat mengampu Syahbandar maka harus ada 30 itum ujicoba yang dilakukannya dan juga berhasil. Maka dengan bermodalkan 60 item ujicoba itu maka Ia akan sangat pantas mengampu ‘Payung Rasul’. Bila pada saat Mahdi maka sasaran ujicoba bersifat internal (jurus jurus), maka pada saat Syahbandar ujicoba bersifat eksternal dan sasaran ujicoba adalah masalah sosial.

Kita tidak dapat membayangkan betapa hebatnya PS ini bila saja seandainya memang sejak dahulu tampa kecuali para pemangku Mahdi sudah memiliki pengalaman dalam menginventrarisir kemanfaataan jurus jurus kita, dan kita tak dapat membayangkan seandainya saja sejak dahulu pengampu jurus Syahbandar memiliki pengalaman menyelesaikan masalah masalah sosial baik di lingkungan atau di luar lingkungan PS, kita tak mampu membayangkan sedemikian hebatnya mereka yang disebut telah mengampu Payung Rasul, betapa luasnya wawasan yang mereka miliki karena mereka bukan hanya berwacana melainkan menyimpan segudang pengalaman empiris, dalam berpegang kepada ‘Laailaaha Illallaah’.

Tidak ada istilah ketinggalan, kalaupun seandainya jurus terlanjur tinggi, sedang ujicoba masih nol, maka lakukanlah sekarang. Lebih baik terlambat dibanding dengan tidak sama sekali. Berpeganglah terus kepada Laailaaha Illallaah, karena Allah sendiri yang akan membimbing kita. Wallohua’lam bishowab.

Baca Juga :