MULAI SEKARANG BERWUDLU LAH

Fachruddin PS LampungSeorang senior di PS Lampung merasa sangat minder karena jurus yang diampunya sudah tinggi, sementara yang dimilikinya hanya sebatas gerakan dan nafas saja yang  mampu dicapai sebagai prestasinya selama ini, sulit baginya untuk mengaplikasikan jurus jurus itu baik untuk kepentingan dirinya dan apalagi untuk kepengingan membantu kesulitan orang lain. Dia nampak gagah dan terkemuka ketika berlatih jurus, dan terpaksa berdiri di belakang manakala ada sesuatu kasus yang sejatinya bisa diselesaikan dengan jurus jurus PS. Saya sudah pernah mencobanya katanya  berbisik bisik, tetapi sama sekali tidak mengefek, katanya sedih. Bukan hanya itu jurus yang saya ampu  saya akui belummemiliki pengaruh apapun, katanya sedih. Namun demikian yang bersangkutan hingga sekarang masih sering nampak berlatih, bahkan ikut naik jurus.

Belum ada kesempatan bagi saya untuk bicara dari hati ke hati, bertukar pengalaman untuk solusi  tentang kesulitan yang dialaminya,  tetapi berdasarkan sedikit pengalaman ketika sedang aktif dan menggandrungi jurus jurus PS untuk sejumlah orang yang membutuhkannya. Maka ingin saya sampaikan bahwa dalam berlatih ilmu PS maka berwudlu itu sangat penting, dalam penggunaan jurus jurus kita. Dahulu Abang Asfanuddin Panjaitan (alm) bila akan menyampaikan ceramah beliau meminta diantar ke ruangan wudlu terlebih dahlu manakala wudlu beliau telah batal. Banyak ulama yang berwudlu dahulu manakala akan mengajar, karena mengajar ketika dalam wudlu dirasakan ada kemudahan dalam berkomunikasi dari hati ke hati.

Nabi Muhammad sendiri nampak oleh sahabat seringkali usai berwudlu beliau tak mengeringkan sisa air wudlunya, beliau membiarkan air wudlu itu kering sendiri. Kita tahu bagwa dalam berwudlu kita itu selalu berdoa, bahkan doa wudlu kita bacakan sebelum dan sesudah wudlu, bahkan ketika wudlu itu sendiri kita juga tak kurang kurang berdoa. Kertika mencuci tangan, muka, kepala, telinga, dan lain lain kita berdoa. Itulah pula sebabnya para kiyai terkenal menampilkna wajah gembira dalam berwudlu, seolah Ia menunjukkan wajah bersahabat kepada air. Karena memang makhluk air itu memiliki kemampuan menangkap dan mengantarkan sesuatu dengan ijin Allah. Tidak jarang air air itu memantulkan cahaya, insya Allah nanti setelah mengampu jurus yang tinggi kita kita akan mampu menangkap bagaimana peran air dalam menyebar doa, lewat jurus jurus kita.

Saya sangat menyadari dan merasakan kritikan dari para senior tentang keyakinan ini, mereka menganut aliran rasionalis.  tetapi itu bagi saya tak mengapa, berarti mereka itu lebih baik dari rata rata kita sebagai anggota PS, karena mereka tak lagi membutuhkan media apapun. Sementara kita masih membutuh air wudhu untuk menebar doa melalui seluruh anggota tubuh kita yang terkena air wudhu kita itu. Terkait gerakan jurus kita dalam berlatih dan mengguanakan jurus jurus PS.  Ingin rasanya saya menyarankan  sahabat tadi yang merasakan jurus PS kurang mengefek  bagi dirinya, maka mengambil air wudlu dalam berlatih dan kesehariannya, akan bisa membatunya dalam mengaplikasikan jurus PS yang dia ampu.

Justeru orang luar yang terkagum kagum kpeda Islam yang memiliki tuntunan berkewajiban melaklukan toharoh yang memanfaatkan air sebagai medianya. Karena dengan penelitian yang dilakukan oleh mereka bertahun tahun akhirnya mereka mengetahui bahwa air memiliki respon terhadap pesan pesan suci yang diucapkan dan dan dibatini manusia yang suci  bersih hatinya, dan pesan itu akan sampai kepada masage  hingga dalam sinaran ataupun tetetsan yang terakhir dan bahkan lebih lama lagi sebelum yang bersangkutan melakukan sesuatu situasi yang buruk. Yang dalam agama Islam disebut batal. Mereka merasa iri, mereka melakukan penelitian selama bertahuntahun, dan hanya paham sedikit. Sementara umat Islam telah diajari oleh Rasulullaah yang hidup berabad abad yang lalu. Jika sekarang ummat Islam tidak memanfaatkan wudluk sebagai sarana prasarana menyampaikan do’a maka ini adalah kerugian yang sangat besar.

Kembali ke masalah yang dihadapi oleh senior tadi maka dianjurkan bahwa bahwa sedapat mungkin selalu berada dalam wudlu, dan ketika berwudlu jangan lupa berdoa, apabila mengalami batal wudlu, maka segeralah berwudlukembali. Dari waktu ke waktu,  dari harti kehari, perbaikilah pelaksanaan wudlu kita, belum tentuwudlu yang kita lakukan selama ini sempurna, maka adalah tugas kita untuk menyempurnakan wudlu, manakala selama ini tidak melengkapi wudlu kita dengan doa, maka berdoalah,  manakala seusai wudlu kita belum lazim melalkukan sholat sunnat, maka mulai sekarang lakukanlah. Ketahuilah orang non muslimpun mengakui melalui air dapat menyampaikan masage, kenapa PS tidak mau melakukan ujicoba bahwa air wudlu akan melancarkan doa. Sementara jurus jurus yang tertinggi adalah sholat, dan inti sholat adalah doa maka air wudhlu membantu penyampaian masage dan doa. Jurus PS anda akan lebih dahsyat manakala  kita sedang dalam keadaan wudlu. (Bandar Lampung, 10 Januari 2018).

 

 

 

 

Iklan

Jangan Sombong

Fachruddin PS LampungDari durasi yang cukup panjang Pengarahan Guru Besar PS di Lampung awal Desember 2017 ini jika saya boleh menyimpulkan maka saya akan menyimpulkan pengarahan beliau cukup dengan dua kata, yaitu “Jangan Solmbong:  Demikian banyak para senior PS yang berlatih selama bertahun tahun, dengan ketinggian jurus yang diampu, dengan sejumlah prestasiyang pernah dia capai, dengan sejumlah masalah yang telah diselesaikannya dengan menggunakan jurus PS, akhirnya terjadi tragedi tak sejuruspun mampu dia gunakan baik untuk mengatasi masalah yang dia hadapi, apatah lagi yang dihadapi oleh orang lain dengan jurus jurus yang dia capai, penyebabnya lain tidak adalah karena sombong.

Dengan nampak seperti menahan tawa, beliau menggambarkan kekecewaannya kepada para anggota PS yang masih dapat ditipu dengan sesuatu yang berbau klenik dan tipuan sulap sekedar mengelabui orang lain, demi sedikit uang dengan memamerkannya di meia massa dan media sosial. Padahal dia di latih dengan jurus PS justeru dimaksudkan untuk membersihkan dirinya dari berbagai klenik, takhyul, sihir dan semacamnya, karena diujung itu semua selain hanya kosong dan hampa belaka, tetapi justeru dosa dan siksaan yang akan menimpa.

Saya berharap para senior secara bersama sama memberikan kajian kritis bagi kami yunior, jangan hanya bersama kami ikut menyumbang tawa karena Guru Besar menyampaikan ini secara gurawan dan lucu. Para senior jangan mengira bahwa kami telah memiliki kemampuan menangkap dan mencerna pesan Guru Besar secara utuh, kami sangat membutuhkan bimbingan senior, agar kami tidak menemui pengalaman pahit seperti yang dialami mereka yang kehilangan daya dengan jurus jurus tinggi yang mereka ampu, dikarenakan kesombongan, padehal jurus kami belum seberapa.

Nampaknya untuk itu para senior PS di Palembang banyak bergabung di Grup WA Musdzakaroh PS. Untuk mengantisipasi kesombongan itu banyak senior di Grup itu yang ingin cepat cepat memanfaatkan ilmu Tasauf. Walaupun dengan keyunioran saya baik dalam ilmu ke PS-an maupun keterbatasan literatur saya tentang Tasauf, sehingga belum sepenuhnya saya mampu mengikuti dan memahmi kajian kajian berat yang sesekali mera munculkan di Grup WA. Namun saya sangat mengagumi dan menaruh hoprmat yang setinggi tingginya, walaupun saya tak mampu untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, dan saya harus belajar lebih banyak dengan cara tetap menyimak di Grup itu.

Dengan keterbatasan saya, saya membutuhkan waktu untuk mencerna informasi dari grup itu, sehinga untuk sementara saya belum dapat sepenuhnya menerima secara utuh gagasan mereka menggabungkan Ilmu PS dengan Tasauf walaupun memang hingga pada saat ini mereka juga baru hanya sebatas wacana yang lebih bersifat pribadi pribadi dan bukan organisatoris, tak jauh halnya dengan tulisan tulisan saya yang saya muat di blog ini, yasng juga dengan berbagai perbedaan hystoris dan kronologisnya.  Gagasan gasan di Grup itu banyak mengarah kepada pendidikan pribadi, sementara saya menulis  akan mengarah kepada Kepribadian, Keislaman dan dan Ke-Indonesiaan, jelas yang saya lakukan ini lebih mustahil, bagaimana mungkin saya akan membahasnya semenatara jurus yang saya masih sangat rendah.

Semoga saja kajian di Grup WA Madzakaroh PS dan dan tulisan tulisan saya akan menemukan jalan yang dapat dilakukan secara konsisten untuk mendorong para anggota PS agar memiliki kemampuan memmanfaatkan dan menggunakan jurus jurus PS yang diampu oleh para anggota untuk menyelsaikan persoalan persoalan yang dihadapi, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, bahkan untuk masyarakat, Bangsa dan negara bahkan Agama.  Dan itu semua dapat dipastikan akan mendmui kegagalan yang segagal gagalnya, manakala ada sedikit saja kesombongan menghinggapi kita.  Wallohu a’lam bishowab. (Bandar Lampung 24 Desember 2017)

UPAYA MEMAHAMI HIMBAUAN GURU BESAR

Fachruddin PS LampungPARA SENIOR PS di Lampung umumnya masih gagal paham dalam menafsirkan himbauan Guru Besar untuk meninggalkan Gravitasi Bumi menuju orbit yang disampaikan oleh Guru Besar dengan penuh tekateki yang nampaknya saling silang agar akurat ditinjau dari segi apapun. Tetapi tak pelak kami salin tanya dan tak jua menemukan kunci jawabannya. Jangankan tek teki yang terakhir, ketika beliau mengatakan banyaknya senior di Lampung yang tahu dan mengerti tapi tak paham, itupun hingga sekarang kami tak mampu menjawabnya. Apatah lagi pertanyaan yang nampak dan terasa lebih berat dan lebih kompleks adanya.

Di lingkungan PS ini segala tugas dan pertanyaan baik dengan canda maupun dengan serius, maka kisi jawabannya adalah dengan jurus. Jawablah segala masalah itu dengan jurus, itulah cirinya PS. Termasuk ketika harus meninggalkan gravitasi bumi dan memasuki area pengorbitan, maka dalam menuju itu semua peralatannya tak lain dan tak bukan adalah jurus. Yang manakala ditinggalkan itu berarti bukan PS. Kita ketahui jurus tertinggi dalam PS adalah sholat, dan inti sholat adalah do’a. Guru Besar PS adalah al-Quran, ini Al-Quran adalah Laailaaha Illallaah, dan inti Laailaaha Illallaah adalah Allah. Untuk mengenal Allah gunakan ilmu Tauhid, dan alat bantunya adalah tasauf.  Yang itu semua harus ditapaki secara bertahap.

Sebelum kita meninggalkan gravitasi bumi dan memasuki orbit, kiuta harus berjaya dulu di bumi. Tidak ada lompatan, karena ilmu PS adalah ilmu yang harus diamalkan. Jang sekali mengira mereka yang jurusnya tinggi dan banyak karya tulisnya menjadi orang paling paham di PS. sebelum Ia mempraktekkan apa yang telah Ia dapatkan tentang jurus PS, walaupun Ia tak pandai ceramah dan menulis tentang PS.

Imam Malik, seorang ulama besar mendapat pertanyaan tentang hukumnya memerdekakan seorang budak, untuk menjawab pertanyaan seorang jama’ah itu Ia membutuhkan waktu hingga satu bulan lamanya, baru di jawab. Ternyata Imam Malik tak mau mengeluarkan sebuah fatwa yang Ia sendiri belum pernah melakukannya. Selam satu bulan penuh Ia beruaha mencari uang untuk biaya memerdekakan seorang budak, setelah itu dilaksanakannya, barulan beliau menjawab pertanyaan itu,bau Ia mau mengeluarkan fatwa tentang memerdekakan seorangh budak setelah Ia sendiri memerdekakannya sendiri.

Begitu pula seorang pelatih di PS dalam menerima sebuah pertanyaan maka  tak akan menjadi elok manakala Ia memberikan penjelasan tentang sesuatu yang belum pernah dilaksanakannya.  Oleh karenanya maka gunakanlah jurus jurus yang diampu sesuai dengan kegunaan sesuai buku petunjuk sehingga dalam menjelaskan tentang jurus PS itu adalah sesuatu yang pernah dilakukan. Teladanilah Imam Malik yang sangat menghindari memfatwa sesuatu yang belum pernah dilakukannya, walaupun dia sendiri tahu atas hasil baca. Itulah hendaknya tabiat yang tertanam bagi seseorang yang benar benar akan meninggalkan gravitasi bumi dan menuju orbit, hendaklah Ia berjaya di bumi sebelumnya, dan keberjayaannya itu adalah dengan menggunakan jurus PS.

Kalau anggota PS ingin meninggalkan gravitasi bumi dan menuju orbit maka sebelumnya berjayalah dahulu di bumi, lalu  ciptakanlah teknologi canggih yang dirancang dan dibangun dengan menggunakan jurus jurus PS itu sendiri, bukan  menggunakan   teknologi milik dan ciptaan pihak lain,  dalam memgorbit  PS sebagai pengendali   bukan sebagai penumpang.  (Bandar Lampung,  14Desember 2017)

 

UMMAT ISLAM HARUS BISA BELADIRI

Fachruddin PS LampungSaya terus terang agak kecewa dengan para senior di PS Lampung yang demikian sinis kepada anggota lainnya yang ingin mempelajari jurus jurus PS sesuai dengan buku petunjuk yang dibagikan kepada para anggota dari angkatan ke angkatan, mereka menemukan petunjuk bahwa jurus PS itu memiliki kemampuan untuk digunakan membela diri pada saat saat tertentu dalam posisi yang demikian genting.

Bayangkan Ustad Abdul Shomat di Bali digeruduk diperskusi oleh sejumlah anak muda yang terbilang masih ingusan dalam hal berbangsa dan bernegara atas sepengetahuan petugas kemanan yang telah dipersiapkan pihak hotel tempat sang ulama menginap. Mereka mengadili dan menghardik hardik seorang ulama yang harus hadir seorang diri, semenatara mereka  sambil memaksa serta mengacung acungkan pisau, tampa seorangpun yang boleh menadampingi Sang Ualama itu  dari orang yang seiman. Tetapi karena dia seorang ulama dan insya Allah memiliki kekuatan doa sehingga pisau itu tak menyentuh kulit sang Ulama itu, walaupun perlakuan kasar serta biadab itu nampaknya harus terjadi pada diri beliau pada saat itu.

Terlepas dari benarkah mereka itu resmi dari penganut agama tertentu atau didukung organisasi tertentu, bersenjata tajam benaran atau bukan, apakah terhunus atau persimpan, maka yang ingin saya katakan bahwa semua ummat Islam itu harus bisa atau memiliki kemampuan dan keterampilan belad diri. Terlepas dari sekarang era orbit dan terlepas dari grafitasi bumi, karena itu semua harus diawali dengan sukses di bumi,  maka jika ingin belajar dari pristiwa yang dialami seorang Ulama Besar sekelas Ustadz Abdul Shomat yang sesungguhnya juga dalam proses sukses di bumi,  maka kesimpulannya kemampuan bela diri itu harus dimiliki oleh setiap muslim, sehingga selain dapat melindungi diri, juga bisa juga melindunghi orang lain.

Serahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum utamanya Kepolisian sehingga bisa disidik dan diselidik secara hukum yang berlaku secara beradab dan bermartabat. tetapi dilain pihak kita harus mengajarkan kepada ummat Islam agar memiliki kemampuan membela diri, karena tidak tertutup kemungkinan kitapun mengalami situasi apa yang dialami Ustadz Abdul Shomad, bisa di lain waktu, lain tempat dan lain situasinya, yang mungkin bisa lebih ringan dan juga mungkin justeru bisa lebih berat, dariapa yang terjadi pada diri Ustadz Abdul Shomad di sebuah hotel yang terbilang newah di Kota Wisata Internasional Bali yang sangat dikenal dunia itu.

Dibanding dengan apa yang terjadi terhadap Muhammad SAW , maka apa yang terjadi pada Ustadz Shomad belumlah seberapa. Rasulullah SAW diperlakukan lebih kasar dan dengan pedang yang terhunus, bukan hanya mengakibatkan pakaiannya menjadi kotor dan lusuh, beliau bukan hanya dilempari dengan tahi kerung, tetapi juga tahi segar tetapi beliau juga mengalami luka memar dan luka berdarah di sekujur tubuhnya, bahkan gigi gerahamnya tanggal akibat perlakuan yang kasar itu. Tetapi memang pada saat itu Undang Undang yang diberlakukan belum lagi sesempurna semulia UU Kepolisian RI kita sekarang, pada saat itu aturan sepenuhnya ditetapkan melalui penuturan para Penguasa Kafir Kuraisy yang jahilyah itu.

Sangat perlu kita ajarkan kepada ummat agar memiliki kemampuan untuk membela diri tampa melakukan kontak fisik sehalus apapun gesekannya. Sehingga tak ada alasan bagi pihak yang membenci Islam menuntut kita, karena kita dalam membela diri tidak melakukan penyerangan fisik dan apatah  lagi mengacung acungkan senjata tajam. Mari ini kita jadikan bahan renungan … bahwa kita harus bisa melindungi diri dan melindungi orang lain. Wallohu a’lam bishowab. (Bandar Lampung, 12 Desember 2017)

ANJANGSANA ALA BANG AMIN

Fachruddin PS LampungBang Amin almarhum adalah salah satu senior PS Yogyakarta yang sudah tak terhitung lagi berapa kali minap di Bengkel PS Lampung, ada juga beliau menginap di rumah senior PS Lampung, dan pernah juga konon beliau menginap di rumah Bang Anto juga senior PS  Yogyakarta asal Lampung, yang kini sudah menetap kembali di Lampung bersama keluarganya, isteri dan anak anaknya. Bang Amin tak lagi canggung singgah di PS Lampung, dia bisa memilih lawan ngobrol dari yang pemula seperti kami atau yang sudah sama sama tinggi dengan Bang Anto tentunya, dan bersama Bang Yusuf pastinya.  Kapan ada anggota PS yang meneruskan tradisi anjangsana ala Bang Amin, yang memang sering melintas di Lampung dengan rute Jogyakatra – Medan. PS Lampung sangat meindukan itu.

Pagi ini Master Pantura, mungkin nama samaran, karena para senior PS di Yogya nampaknya ada beberapa yang gemar  memiliki nama samaran, dan senior di Lampung yang gemar memiliki nama nama samaran adalah Bang Yusuf. Pagi ini Master Pantura berkenan mampir di akun facebookku ketika aku mengabdit singkong goreng dan teh tubruk di status itu, maka tentu saja tak ada orang yang beralasan segan dengan statusku itu. Terjadilah komunikasi … dan  saya memberanikan diri untuk bertanya kepada beliau “Kapan Mas maen ke Lampung”.

Di luar dugaan … , ternyata Master Pantura sudah pernah ke Lampung, dahulu tahun 2011 ke Kotabumi Lampung Utara, artinya sekitar 125Km melalui Kota Bandar Lampung. Saya berharap jika Master Pantura berkesempatan lagi  ke Lampung, maka janganlah hendaknya kesempatan ini kita sia siakan, tidak dimanfaatkan menjalin silaturrahmi.

Bang Amin almarhum telah memberikan pelajaran yang berharga kepada PS Lampung, bagaimana cara menghormati cara senior PS ketika mampir ke PS Lampung, mudah mudahan ajaram Bang Amin dengan kesederhaan beliau masih melekat dihati kami, bagaimana caranya memanfaatkan tingkat jurus serta pengalaman yang tinggi,  untuk menambahkan wawasan bagi para anggota PS Lampung yang umumnya masih terhitung pemula ini.

Selama ini sejatinya kami tak akan beranjak dari petunjuk yang telah disampaikan kepada kami oleh Guru Besar dan para pelatih kami. Tetapi dengan segala keterbatasan kami,  maka sangat dipastikan banyak hal yang luput dari kemampuan kami mencerna, apa yang telah disampaikan Guru Besar maupun Para senior PS Lampung, baik Bang Yusuf maupun Bang Anto. Sehing Guru Besar juga sering menyindir kami yang sudah mengerti namun belum faham, atau sebaliknya pura pura paham, tetapi belum mencapai pengetian.  Namun itu semua kami terima secara ikhlas, dan memang senior kami memberikan berbagai pengertian pengertian sedikit demi sedikit agar kami memiliki pemahaman yang memadai. Dengan adanya kunjungan dari senior lain Cabang maka yakin kami akan mendapatkan lebih banyak pengertian, sehingga kami betul betul paham tentang ABC nyas PS ini. semoga (Bandar Lampung,  7 Desember 2017).

Kenaikan Jurus Bukan Menidakkan Jurus Terdahulu.

Fachruddin PS LampungKenaikan jurus dan kenaikan mutu dalam tradisi PS itu ternyata merupakan sesuatu yang harus diperjuangkan, Tidak kurang dari Guru Besar yang sekarang, Bang Zen  selalu mendorong murid muridnya agar segera meninggalkan grafitasi bumi, untuk mengorbit. Saya yakin itu hanya bahasa keren saja, untuk menyatakan bahwa semakin tinggi jurus PS semakin tinggi dirasakan kemanfaatannya, baik oleh yang mengampu jurus tinggi itu ataupun bagi orang lain. Sda senior yang menulis di Grup WA, dia menghimbau agar dalam grup WA milik PS tidak menuliskan atau menampilkan gambar  hal hal  yang tak masuk akal  sehat,  seperti pengobatan dengan menggunakan jurus PS.

Bagaimana pungkin dia melarang mengkaitkan jurus jurus PS dengan upaya upaya meraih kesehatan. Sementara dari sisi tertentu jurus PS itu dikelompokkan sebagai jurus olahraga, yang diyakini dapat menyehatkan fisik dan fikiran. Apakah sisi itu harus kita enyahkan, demi meraih gelar orbit yang belum jelas batasannya. Sementara dari jurus jurus itu berdasar buku petunjuk resmi PS, mengatakan dapat digunakan untuk pengobatan. Buru buru saya tuliskan bahwa wewenang merubah jurus PS kewenangan Guru Besar, tak boleh dirubah dengan sepenggal kalimat, oleh murid pula. Itulah  sebabnya saya menuliskan pada tulisan terdahulu sebuah himbauan bahwa kenaikan jurus di PS memiliki pandangan filosofis, akan kebertahapan. Sebagai makhlukl bumi, sekalipun telah mampu mengorbit dan meninggalkan grafitasi bumi, jangan pula melupakan bumi.  atau tak ingin lagi bersosialisasi dengan makhluk bumi. Bagi manusia. seperti yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Dan perjalannannya dari masa ke masa, cukup jelas memberikan ajaran kepada kita.

Pada periode makiah, yaitu ketika Rasul sedang berada di Makkah, wahyu yang disampaikan relatif pendek pendek, dan isinya masalah aqidah. Pada saat itu Rasulullah adalah seorang anggota masyarakat. Di bawah kekuasaan kafir quraisy.  Langkah Nabi Muhammad dengan segala keterbatasannya. Kelak ketika telah hijrah ke Madinah, konten wahyu mulai memasuki wilayah sosial, Nabi Muhammad sendiri dalam strata sosial adalah berkedudukan sebagai pimpinan komunitas dan berkembang menjadi pimpinan Kenegaraan, itu berjalan secara bertahap.

Tahap tahapan itu ditandai dengan keberhasilan demi keberhasilan beliau melaksanakan semua yang diwahyuna sebelumnya. Mengapa konten wahyu berkembang ke masalah sosial, karena Nabi Muhammad sebagai Rasul berhasil melaklsanakan segala petunjuk yang diturunkan kepada beliau melalui wahyu. Lalu konten wahyu ditingkatkan, tetapi tidaklah lantaran setelah berada di Madinah telah berubah status sebagai pimpinan komunitas “Kerajaan”  Tidaklah wahyu yang diturunkan di Makkah lalu dilupakan karena telah mengalami kenaikan, dengan wahyu yang lebih komplek.

Dengan bermodalkan wahyu yang lebih kompleks yang diterima pasca hijrah, Rasulullahpun kembali mendatangi Makkah, sama sekali tidak melupakanm wahyu wahyu yang diterima di Makkah dahulu. Padahal Muhammmad SAW pulang dari Madinah dengan segala atribut sosial yang dimilikinya. Oleh masyarakat Madinah Muhammad SAW adalah Pemimpin ummat, sedang pada saat berada di Makkah sebelumnya  beliau adalah seorang anggota masyarakat.

Tidak ada alasan anggota PS yang telah memiliki jurus yang tinggi untuk untuk kehilangan rasa santun kepada mereka yang dianggap pemula, karena masih berkutat untuk menyehatkan lahir dan batin dengan jurus jurus PS. Walaupun anda merasa sudah melakukan perjalanan ulang alik berputar putar di kawasan orbid, dan meninggalkan gravitasi bumi. Yang dibutuhkan ummat sekarang adalah rasa persatuan dan kesatuan, karena rahmat Allah akan diberikan kepada ummat yang bersatu padu, marilah kita perkokoh rasa persatuan itu dengan menghormati mereka yang sudah senior dan menyantuni mereka yang masih pemula. Semoga Allah memberkahi. Wallahu a’lam bishowab. (Bandar Lampung,  3 Desember 2017).

Memahami Tradisi Naik Tingkat Jurus PS.

Fachruddin PS LampungJurus jurus yang diajarkan oleh PS adalah jurus jurus yang bertingkat tingkat dan masing masing tingkat memiliki kompetensi yang seyogyanya bertingkat juga, tetapi sebagian para anggpota seperti belum memahami bahwa kenaikan tingkat dan kompetensi memiliki essensi yang sangat penting, sehingga yang ada dalam pikiran semantara anggota bahwa acara kenaikan tingkat lebih diperlakukan sebagai acara seremonial tampa makna sakral. Sehingga kenaikan tak dirasakan berbareng dengan kenaikan kompetensi, memang semula ini adalah demi menghormati mereka yang masuk ke PS dalam usia sepuh dan jabatan sosial dan struktural yang sebelumnya tinggi. Situasi yang kurang tepat ini sesungguhnya bisa diantisipasi dengan memberikan pemahaman makna kenaikan jurus di PS. secara rajin dan terus menerus.

Seperti yang diceramahkam oleh Bang Asfan yang antara lain mengatakan :  ” … Begitu hebatnya perjuangan yang harus dilakukan oleh Rasulullah Mhammad SAW. Bayangkan sudah setahun beliau mengemban tugas kerasulan penganutnya baru lima orang … kalau kita mendirikan sebuah Partai ataupun organisasi kecil saja, bila pengikut kita baru lima orang setelah kita bekerja pontang panting selama satu tahun. Maka kita akan mengeluarkan pernyataan dengan alasan sebab karena lantaran … maka dengan ini kami nyatakan bubar …”  mendengar itu dari angkatan ke angkatan saya perhatikan hanya disambut tawa saja oleh para hadirin, bukan melanjutkan renungan lebih mendalam, dan cara melaksanakannya,  sehingga essensi kalimat tersebut di atas banyak terlepas.

Kalau Allah menghendaki, maka begitu diangkat menjadi  Rasul, maka berduyun duyun orang datang bergabung. Ini tidak, Rasul harus bekerja dahulu, Rasul harus dilecehkan, buka hanya oleh mereka yang dewasa, anak anakpun ikut mengejek dan bahkan menghinakannya,  bukan hanya laki laki, tetapi juga para perempuan. Setiap langkah banyak terganjal oleh para musuh Islam, bukan hanya baju yang demikian bersih ketika keluar rumah dan pulang bukan hanya baju yang menjadi kotar serta robek robek, serta noda darah dibaju putihnya, sebuah gigi gerahamnya rompal. Itu semua digambarkan dalam semua jurus jurus PS. terputar, terdorong, bahkan terjerembab, kata Bang Asfan dengan penuh semangat ketika menjelaskan tentang PS. Beliau ingin menjelaskan sulitnya melaksanakan  jurus PS seperti sepersekian dari apa kesulitan yang dialami Rasul ketika membawakan risalahnya.

Guru Besar sepertinya  ingin menjelaskan itu semua dalam melaksanakan jurus PS. Dalam PS itu kenaikan jurus dilaksanakan setelah jurus jurus yang telah diterima dilaksanakan atau digunakan. Maka pemahaman paling minimal yang harus dimiliki oleh setiap anggota PS bahwa jurus itu harus digunakan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi. Manfaatkanlah jurus PS itu untuk mengatasi permasalahan yang muncul dan menghambat program kitamasing masing dan bersama sama. Sesuai tingkat dan kompetensinya, secara bertahap.

Memang tidak semua masalah langsung bisa diatasi oleh para anggota PS, tetapi itulah sebabnya maka PS menerapkan adanya kenaikan tingkat, sehingga segala sesuatunya secra bertahap. Rasulullah Muhammad SAW saja mendapatkan risalah Islam itu secara bertahap. Sehingga ada kemudahan kemudahan bagi pengikutnya dalam melahami ajaran dan risalah Islam yang diusung Rasulullah SAW. Ajaran dalam PS ditandai dengan kenaikan jurus secarata bertahap. Sera menjaga momen momen tertetu untuk mengatasi segala sesuatunya.

Bila anda mau tahu sebuah pesawat terbang akan mengalami suasana yang paling rawan adalah ketika akan take of  dan landing, dalam dua posisi tersebut para penumpang dibimbing untuk menggunakan sabuk pengaman. Demikian juga para anggota PS yang baru mereka mengalami pristiwa pristiwa yang paling mencekam dan dengan jurus jurus PS yang mereka terima sangat terbuka kemungkinan sesuatu yang tidak langsung mereka pahami dan mampu mereka atasi sendiri. Mereka butuh pendampingan.

Maka dengan jurus jurus dasar PS yang disebut kasaran dan halusan mereka menemukan sesuatu sesuai dengan tahapanya maka adalah merupakan tugas para pelatih untuk mendampinginya, ajari cari mengatasi persoalan yang mereka hadapi. Sebagai pelatih maka kita tak ditugaskan untuk menghardik mereka bila dengan menggunakan jurus PS lalu mereka menemukan keterampilan awal dalam memanfaatkan jurus, respon kita bukan dengan hardikan. mereka bunkan ketinggalan zaman, mereka bukan tak mau mendapatkan yang lebih tinggi, tetapi  mereka akan melalui tahap tahapannya secara bertingkat tingkat seperti tingkatan kenaikan jurus PS itu sendiri.

Kenaikan tingkat dalam PS harus kita pahami secara mendalam filosofinya, sehingga kita berkenan menerima sesuatu sebagai akibat dari para anggota belajar jurus jurus PS secara lapang dada, tak perlu latah mengikuti senior yang senang menghardik keterampilan sebagai akibat dari belajar PS. dalam tahap awal. Melainkan bimbinglah secara sabar agar mereka dapat mengikuti kenaikan jurus secara berjenjang. Jurus PS memang istimewa karena perjalanan mendapatkan keterampilan bisa secepat penerbangan pesawat bahkan bisa secepat Isra’ mi’raj. Dan jangan terlalu pengaruh oleh para senior yang memang enggan ikut terbang bersama jurus PS, tetapi nyaring dan lantang dalam berteriak meninggalkan grafitasi bumi. Sekali lagi tugas pelatih untuk membimbing mereka, agar mereka tak mandeg di posisi dasar di tengah jalan dalam menuju tujuan PS.   Wallohu a’lam bishowab.  (Bandar Lampung, 27 November 2017)