Jurus PS Dan Semangat Hijriyah

Fachruddin PS Lampung
Fachruddin PS Lampung

Memasuki Tahun baru Hijriyah kali ini diberbagai graoup  WA yang saya ikuti  ada saja yang memposting kembang api yang disetting menempel pada bangunan raksasa dan dibentuk pohon natal, yang disetting menyalanya lampun sedemikian rupa sehingga bentuk pohon natalnya sangat kentara dan tentu saja sangat indah. Namun teks disulap menjasi selamat tahun baru hijriyah. Nampaknya baru sebeiktulah kemampuan kita, sekedar editing, like, dan copy paste (copas). Lalu kita merasa seolah olah. Ada satu dua yang melakukan dan yang lain berebut menampilkan jempol pertanda kekaguman. Apakah tahun baru hijriyah akan berlalu begitu sajakah.

Kita membutuhkan peringatan atau perayaan Tahun baru Islam itu adalah juga dalam rangka mengambil hikmah hijrah. Mengapa tahun baru hijrah tidak di mulai  sejak lahirnya Muhammad SAW, tetapi justeru di mulai sejak hijrahnya beliau dari Makkah ke Madinah. Perpindahan dari Makkah ke Madinah adalah merupakan perjuangan yang penuh tantangan, mengikuti Rasulullah meninggalkan Makkah adalah merupakan ancaman bagi yang lain. Sementara keberadaan Rasulullah di Makkah jelas sangat tidak kondusif. Penguasa Makkah melakukan upaya upaya agar Rasulullah mendapatkan kesulitan, bukan saja dipermalu dengan berbagai fitnah yang keji juga berbagai tuduhan lainnya dilontarkan oleh penguasa Makkah.

Tahun hijriyah dimulai sejak kepindahan Rasul dari Makkah ke Madinah adalah merupakan momen perjuangan. Karena eksistensi seseorang itu ditandai seseorang telah melakukan sesuatu. Ketika seorang anak baru lahir dan mampu melakukan sesuatu maka sejatinya dia belum memiliki eksistensi dalam hidupnya. Eksistensi seseorang adalah terghantung apakah seseorang itu telah melakukan sesuatu aatau belum.

Demikian juga kita sebagai anggota PS dengan jurus jurus PS. Kita pada hakekatnya belum eksis di lingkungan PS manakala dalam kehidupan sehari hari kita tidak mempu  mengatasi sesuatu masalah dengan menggunakan jurus PS. Dan untuk pribadi saja kita melaksanakannya, apatah lagi untuk orang lain.  Seorang anggota PS itu bila ingin eksis maka lakukanlah sessuatu dengan jurus jurus PS manakala kita menemui kesulitan dalam mengatasi sesuatu masalah. Selama itu tidak kita lakukan maka ketahuilah sejatinya maka kita tidak ada dalam lingkungan PS, kita tak memiliki eksistensi dalam komunitas PS.

Secara berulang ulang perlu disampaikan bahwa kegunaan jurus PS itu akan berkjembang se4demikian rupa manakala kita telah memulai menggunakan jurus jurus itu. Demikian pula sebaliknya bahwa setinggi apapun jurus yang kita ampu manakala tidak pernah kita gunakan jurus itu, maka semakin lama semakin terasa hampa saja jurus yang kita miliki, lalu pada saatnya anda akan mengatakan bahwa tak ada manfaat belajar jurus PS. Walaupun itu jarang terjadi.

Pada umumnya anggota PS akan mengangap jurus PS itu luar biasa kemampuannya, karena seorang anggota yang sempat aktif berlatih jurus lama lama kelamaan akan tahu juga bahwa teman temannya banyak yang memiliki kemahiran dalam memanfaatkan jurus. Artinya sejatinya setiap anggota yang aktig berlatih jurus pada hakekatnya memiliki peluang untuk melakukan ujicoba dan rekayasa dalam penggunaan juruys itu.

Semangat untuk memanfaatkan, semangat untuk mengembangkan itulah makna semangat hijriyah, kita memang harus hijrah manakala mengalami kesulitan, yang utama kita hijrah dari kemalasan menjadi kerajinan, dan seterusnya. Itulah hikmah Hijriyah bagi angota PS.  B.Lampung, 21 September 2017.

Iklan

Ilmu PS Tidak Menerapkan Sistematika Tasauf ? (Bagian II habis)

JUDUL TULISAN INI MENGGUNAKAN TANDATANYA.

Fachruddin PS LampungPada saat kami mulai mengampu halusan tiga, diskusi saya dan Bpk. Sir Hamilton seolah mencapai titik kelimaxnya.  Lebih deras dari pihak beliau sendiri memutuskan bahwa Ilmu PS Tidak Menerapkan Sistematika Tasauf. Padahal bertahun tahun beliau beliau belajar silat yang menerapkan ilmu tasauf dalam silatnya itu. Namun demikian dia katakan bahwa beliau banyak gagal mencapai dan melampawi maqommaqom awal dalam ilmu Tasauf, apatah lagi maqom puncak untuk mencapai Sechul Mursyid. Berbeda dengan PS kata beliau, dengan abdholuz zikir Laailaaha Illallaah, maka tak ada puncak yang tak dapat kita capai dan itu semua sudah dibuktikannya, hanya dengan menggunakan ABCD nya PS banyak hal yang mampu diselesaikannya, tinggal bagaimana cara kita memlihra  ilmu itu saja. Seolah itu merupakan kata akhir dari beliau.

Benar sejak  saat itu seingat saya beliau yang pernah cerita bagaimana pengalamannya menuntut ilmu dzikir hizib tak pernah lagi mengagas diskusi, mungkin itu karena kesibukan bisnis yang sebenarnya sangat digelutinya disamping statusnya sebagai PNS. Dan saya kehilangan pasangan berdiskusi namun pengajian tentu saja tidak saya hentikan. Saya harus tegaskan bahwa saya tak hendak membantah apa yang diputuskan oleh Bpk. Sir Hamilton, Walaupun nantinya bisa saja saya akan berpikiran lain.

Study PS itu tentu saja harus sejalan dengan studi  tauhid Islam, apalagi setelah nyata nyata bahwa Guru Besar menyatakan menyatakan bahwa Guru PS yang sebenarnya adalah Al-Quran,  maka terkait dengan Ketauhidan Islam dalam rangka studi ilmu PS kitapun harus mempelajari Ilmu Kalam. Bila sudah mencapai itu maka sesuatu yang tidak dapat dihindari adalah membaca ilmu tafsir al-Quran, untuk belajar ilmu tafsir al-Quran itu maka mau tidak mau juga harus belajar ilmu Tafsir Haddits, karena menfasirkan al-Quran patokannya adalah haddits, yang meliputi, perbuatan, perkataan dan termasuk takrir Rasulullah SAW.

Walaupun saya tidak lagi terlibat diskusi serius dengan sahabat saya yang pernah mendalami praktik tasauf dalam rangka belajar silat, tetapi bukan berarti saya tak ingin lagi membahas hal tersebut di atas, karena hal itu sangat erat kaitannya dengan ilmu PS. Ingin saya katakan bahwa siapapun anda, ketika benar benar ingin melaksanakan jurus PS dalam rangka melakukan sesuatu sesuai dengan kegunaan jurus jurus PS maka nanti pada saatnya anda memang akan membutuhkan ilmu tasauf itu, sekali lagi nanti.

Nampaknya PS tidak buru buru ingin menganjurkan para anggotanya menggabungkan ilmu PS dengan sistematika ilmu tasauf. Yang ingin saya sampai lebih awal adalah ketika kita akan memanfaatkan jurus PS tetapi selalu saja gagal, sehingga kita merasakan bahwa kita merasa butuh untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah maka pada saat seperti itu  banyak akan memilih pencapaian atau bahkan melampau makom makom tasauf. Jumlah mereka yang menempuh jalur itu walaupun tidak banyak, tetapi ingin saya katakan ada.

Saya sangat terkejut sekali ketika ada seorang senior yang mengatakan bahwa jika ingin kaya maka jangan masuk PS. Itu pernyataan yang mengejutkan sekaligus mengecewakan saya.  Kuat dugaan saya bahwa senior tersebut di atas nampaknya tergiring dengan sikap seperti itu setelah mengira adalah kewajiban menggabungkan ilmu PS dengan sistematika ilmu tasauf yang mulia itu, tetapi mengalami salah pemahaman, ketika berusaha mencapai makom zuhud.

Singkat saja. Nampaknya banyak diantara ummat Islam itu mengira bahwa Muhammad Rasulullah SAW itu adalah manusia miskin papa seperti banyak tulisan para orientalis yang ingin mengesankan bahwa Nabu Muhammad itu miskin fakir, lalu menambahkan bahwa dunia adalah surga bagi orang kafir dan neraka bagi orang Muslim. Hadits tersebut mereka manfaatkan untuk merebut kembali jalur perekonomian yang sempat dikuasai oleh orang muslim dan menjadi pemicu perang salib yang panjang dan saling berganti mengalahkan lawan.  Nabi Muhammad SAW itu kayaraya dan sangat keliru bila mengatakan kalau mau kaya jangan masuk PS. Justeru sebaliknya. Bandar Lampung 4 September 2017

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ilmu PS Tidak Menerapkan Sistematika Tasauf ?

BELAJAR DARI PENGALAMAN BAPAK SIR HAMILTON

Fachruddin PS LampungSaya masuk PS bersama sama dengan Bpk. Sir Hamilton. Sebelum masuk PS beliau memang sudah menjadi anggota salah satu perguruan silat yang menerapkan sistematika tasauf dalah ajaran perguryan tersebut. Dalam perguruan itu mereka dibina oleh seorang penganut Tasauf sekaligus guru silat, mereka menyebut Abah Mursyid. Kami masuk PS bersama, bahkan selalu duduk bersebelahan, menyimak kata perkata, kalimat perkalimat dari apa yang disampaikan oleh Guru Besar Bang Asfan. Yang memberikan pengarahan kepada kami sebagai anggota baru berlangsung selama 4 malam berturut turut. Jelas kami berdua yang bekerja di kantor yang sama, bahkan duduk bersebelahan, sehingga dikusi kami tentang PS bisa berlangsung di banyak waktu dan kesempatan di berbagai tempat.

Semua kegiatan pelatihan kami ikuti dengan aktif, setelah menyelesaikan jurus kasaran dan secara resmi kami dilantik menjadi anggota baru. Diskusi kami berdua tak henti bahjan semakin efettif. Pada saat itu kami berdua memiliki kesimpulan sementara bhwa PS itu adalah mempraktekkan sistematika ajaran tasauf. Tetapi memasuki halusan satu, dua dan tiga. Sepertinya apa yang kami tunggu tunggu akan keluar ajaran yang menggambarkan sistematika tasauf itu semakin nampak tak ada.

Ajaran tasauf yang kami ketahui melalui referensi seadanya plus pengalaman Bpk. Sir Hamilton dalam belajar silat harus dilaluinya beberapa maqom, yang pasa murid harus dinyatakan lulus, yaitu taubat, zuhud, sabar, fakir,  tawadluk, takwa, tawakkal, ridho, mahabbah dan ma’rifat.  Tetapi apa yang diujarkan oleh Guru Besar tidak mengarah kesitu. memang beliau mengrahkan bahwa dalam mempelajari ilmu PS ini anggota diharuskan tabah, sabar, rendah hati dan jiwa besar. Tetapi uraian tentang sejulah sikap itu tidaklah sepersis apa yang kita ketahui sebagai ajaran tasaup. Itulah sebabnya pada saat kami sudah menerima jurus halusan tiga, dan Guru Besar sudah meneruskan perjalanan ke Palembang, kami bersepakat menetapkan pemahaman bahwa ilm PS tidak menerapkan  sistematika ilmu tasauf.

Di diskusi terakhir maka yang paling  terkesan bagi saya adalah ucapan Bpk Sir Hamilton yang menmgatakan, bila selesai dalam sekilan, kenapa kita cari yang sehasta, sedepa, dan seterusnya. Maksudnya …. tasanya saya. Beliau mengatakan bahwa beliau sangat sulit untuk mencapai satu maqom saja di tasauf, sementara di PS menurut beliau sangta praktis, baru dikasih ABC kita langsung praktekkan dan ternyata bisa … , katanya dengan penuh bangga. Dalam PS ini yang penting mau segera melaksanakan.

Mnakala kita melaksanakanya gagal, itu tidak masalah, harus dicoba lagi. Pada saat kita klasaran dahulu para senior kita sudah mengajak kita ke mana mena menemui mereka yang sakit dan sebagainya. Dan kitapun dalam memeraktekkannya sendiri, sering menemui sesuatu yang tak kita sangkasangka. Berbeda dengan kami dahulu, kata beliau kami disuruh mengamalkan hingga ribuan kali berulang ulang, dan karena banyaknya gangguan pribadi maka apa yang kita lakukan baru sesuatu untuk diri sendiri, sementara di PS akan dianggap belum berhasil manakala belum bermanfaat bagi orang lain. Sayang sepertinya beliau memutuskan untuk tidak lagi berdiskusi dengan saya, mungkin lantaran kami berpisah setelah mengalami mutasi dalam bekerja. Padahal pengalaman Pak Sir Hamilton itu sebenarnya bergudang gudang.  B.Lampung, 2 September 

 

 

MENJADI PELATIH JURUS PS

DENGAN CARA CARA IMAM MALIK

Fachruddin PS LampungGuru Besar PS yang sebetulnya itu itu adalah Al-Quran, demikian kata Bang Asfan selaku Guru Besar dan pendiri PS, saya hanyalah penyampai, kata Bang Asfan dengan segala rendah hati. Artinya Guru Besar PS pengganti maka statusnya akan sama. Karena Guru besar PS adalah Al-Quran maka sejatinya kita harus belajar kepada siapa saja yang memuliakan al-Quran, apakah itu hafizul Quran atau ahli tafsir Quran dan sebagainya yang menunjukkan kepatuhan dan memuliakan al-Quran maka sejatinya mereka adalah juga sebagai penyampai dari ajaran al-Quran sebagai Guru Besar PS. Untuk tidak salah pengertian maka ikutilah uraian berikut ini.

Sebagai anggota PS maka wajib hukumnya meneladani Imam Malik dalam hal menjawab pertanyaan murid. Imam Malik adalah guru dari Imam Syafi’i. Imam Malik pada suatu hari ditanya oleh jama’ahnya tentang apa hukumnya memerdekakan budak. Imam Malik tak dapat menjawab, beliau meminta waktu. Sipenanya terheran heran bagaimana mungkin seorang Imam yang ‘Aalim Billah tak mampu menjawab pertanyaan yang sejatinya sangat mudah itu, karena sipenanya memang sudah pernah mendengar orang membacakan haddits terkait hal tersebut,tak mungkin Imam Malik tak tahu, tetapi ini sudah puluhan hari Imam Malik belum juga menjawab pertanyaannya.

 

Tiba suatu hari Imam Malik mencari sipenanya dan bertanya pada jama’ah siapa yang lalu bertanya tentang hukumnya memerdekakan buddak ? Tanya Imam Malik.  Saya yang bertanya kata sipenanya sambil memperlihatkamn dirinya, tetapi mengapa butuh waktu lama baru  menjawab soal yang saya ajukan, katanya dengan rasa cemas. Sebelum menyampaikan uraiannya Imam Malik mengatakan selama satu bulan ini saya berusaha mengumpulkan uang untuk membebaskan budak, sekarang saya sudah membebaskan beberapa budak maka saya siap menjawab pertranyaannya. Lalu Imam Malik menyampaikan ayat Al-Quran dan sejumlah hadis dijelaskan secara rinci siapa para perwainya, serta kualitas perawinya dan status peringkat hadits lalu dibacakan pula sanadnya. Nampaknya berpantang bagi Imam Malik memfatwakan sesuatu yang belum pernah Ia perbuat.

 

Kembali ke masalah kepelatihan PS, yang selama ini melalui blog ini kami menyarankan bahwa para pelatih  hendaknya segera memperaktikkan jurus jurus yang diampunya, dengan sekian kasus ketika naik tikahan, sekian kasus ketika naik mahdi, syahbandar,   payung Rasul. Jangan sampai ketika jurus sudah demikian tinggi tetapi satupun jurus jurus itu belum dipraktekkan oleh yang bersangkutan, tiba tiba Ia bersedia diangkat menjadi pelatih dan mau, itulah sebabnya maka sering didapatkan bahwa yang dilatih lebih paham dari pada yang melatih. Karena yang dilatih telah memeraktekkan juruys yang sudah diampunya untuk berbagai kepentingan, sesuai kegunaannya.

 

Tanya sama ustad ataupun penceramah, dan tanyalah sesuatu kepadanya tentang sholat sunnah yang belum pernah dilakukan oleh sipenceramah, ketika Ia menjawab pertanyaanmu gunakanlah jurus PS mu untuk melihat wajah si penceramah itu, nanti anda akan tahu seperti apa wajah sipenceramah ketika Ia sedang berbicara, membicarakan atau mengajarkan sesuatu yang belum pernah dilakukannya. Karena Allah tidak suka kepada orang yang hanya bias bicara tampa pernah melakukannya. Jangan lepaskan pandangnmu walau hanya sedetikpun, Nanti kamu akan tahu, betapa dahsyatnya jurus PS mu itu. Tetapi saran kami agar tetaplah hormat  kepadanya, apapun yang Nampak di matamu, bisa jadi besok telah berubah sebelumnya, tapi ambil lah itu sebagai pelajaran.  Walloha’lam bishowab.  Bandar Lampung, 31 Agustus 2017.

SELAMAT HARI RAYA IEDUL QURBAN.

 

Kita Jawab Ejekan Dan Tantangan Mereka Dengan Jurus PS.

Fachruddin PS LampungSenang sekali rasanya berjumpa dengan sejumlah calon anggota baru PS Lampung, mereka ada yang baru jurus 3, ada yang jurus 6, ada yang sudah jurus 9 bahkan ada yang sudah jurus 10. Mereka penuh antusias dan bahkan diantaranya sudah membaca beberapa judul postingan di Blog PS Lampung, bahkan ada yang sudah mengunjungi blog  PS di Cabang lain. Ada yang sudah menjadi anggota group Facebook, dan ada juga yang sudah gabung di group WA. Kelakuan merekaseperti layaknya anggota lama, datang ke bengkel untuk berlatih jurus, tak lupa membawa oleh oleh baik makanan maupun minuman dan sebagainya, untuk dinikmati bersama seusai pelatihan, sehingga saya sangat enjoy ketika memberikan pengarahan, seolah telah lama kenal layaknya dengan mereka.

21032310_1601724156526105_8228497537396618944_n
FACHRUDDIN mantan ketua PS Lampung periode 2012-2016

Ummat Islam pada saat ini sedang diejek ejek oleh pihak yang tidak suka dengan Islam dengan mengatakan bahwa agama Islam itu adalah agama gagal. membuatnya ummatnya sejahtera, gagal membuatnya pintar, dan gagal membuat ummatnya hidup secara sehat. Itulah sebabnya kata mereka dalam ejekan itu ummat Islam juga yang ada di Indonesia sedang berusaha menguasai politik dan Pemeritahan untuk memanfaatkan fasilitas Pemerintahan untuk menutupi ketertinggalan dan ketidak mampuan  umat Islam itu.

21078410_1601724269859427_2963341736284753799_n

Kalimat tersebut diatas selain memang dimaksudkan sebagai ejekan, juga taktik dan tipu daya agar ummat Islam menjauhi dunia politik, dan politik dapat dengan mudah sepenuhnya untuk dikuasai. Bila memang ada tokoh Islam yang terjun kedunia politik mereka akan menjadi incaran untuk dipancing dan dijebak agar mereka terlibat dalam suatu kejahatan, atau setidaknya menerima pemberian dari seseorang yang telah melakukan kejahatan, bisa saja seorang politisi Muslim yang kurang waspada akan terjebak dalam jeratan yang memang dibuat oleh para musuh Islam.

Sindiran sindiran semacam itu nampaknya akan lebih gencar lagi, karena merupakan strategi mereka, oleh karenanya kita harus mempersiapkan diri untuk menjawab dan membantah itu semua, dan PS sangat berpeluang menjawab dan membantahnya dengah menmggunakan jurus jurus PS. Bukan dengan ucapan dan pernyataan, tetapi dengan mempersiapkan diri dan ummat mampu melakukan sesuatu. Pertama bahwa Jurus kurus PS itu adalah jurus yang menyehatkan, selain menyehatkan diri sendiri juga bisa menyehatkan orang lain. Kedua jurus PS itu adalah jurus yang bisa mencerdasakan, baik kecerdasan otak kiri maupun kecerdasan otak kanan. Ketiga bahwa jurus PS itu adalah jurus yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai kesejahteraan baik bagi anggota yang bersangkutan, maupun diperuntukkan bagi orang lain.

Sebagaimana layaknya sebuah olahraga maka garakan jurus PS juga olahraga, dan bahkan jurus PS ini memiliki jurus olahraga plus, karena dalam PS juga diajarkan cara bernafas yang benar, juga ada iktarar, lafaz dan doa yang nanti akan diajarkan selengkapnya oleh Guru Besar PS, pada saatnya beliau akan datang. Jurus PS juga jurus yang bisa mencerdaskan, baik kecerdasan otak kiri maupun kecerdasan otak kanan, nanti anda akan merasakan keampuhan jurus PS ini ketika jurus itu dilakukan dengan meniatkan sesuatu, nanti akan diajarkan tentang kegunaan jurus masing masing.

Diucapka selamat datang, selamat bergabung, berlatihlah dengan jurus PS kita akan mengenal dan mendalami ilmu PS sehingga mampu memanfaatkan jurus PS, marilah kita lawan tantangan  dan ejekan mereka kita tunjukkan bahwa Islam memiliki kemampuan bukan hanya menyamai mereka yang suka mengejek,  bahkan melebihi mereka. Tetapi dengan sarat kita semua menjadi orang yang taqwa seperti yang diajarkan dalam al-Quran dan sunnah.  Wallohua’lam bishowab. Banmdar Lampung, 26 Agustus 2017.

 

 

 

 

Ikhlas Menerima Musibah

Fachruddin PS LampungSaya memaksakan diri menulis naskah ini karena secara tidak sengaja saya membaca postingan seorang anggota di Group PS Lampung yang seolah mengeluhkan kedatangan permasalahan yang tak habis habis, selesai yang satu muncullah yang lain. Masalah adalah sesuatu yang menghambat tercapainya tujuan. Itu hanya ditemui seorang yang memiliki tujuan tertentu saja. Lebih berat dari masalah adalah musibah. Para ‘alim billah, banyak tersenyum menerima musibah, karenah musibah demi musibah akan menringankan beban di akherat.

Diakherat nanti ummat Islam dibagi dua, ada ahlul musibah, orang yang banyak masalah, banyak cobaan, banyak ujian, yang sambung menyambung. Ada kelompok yang lain yang disebut ahlul afiah, mereka itu lancar saja hidupnya,apa yang dinginkan segera menjadi kenyataan, dan hidupnya mewah. Tetapi nanti diakherat para ahlul afiah ini merasa iri kepada ahlul musibah, dan mereka meminta Allah menghidupkan kembali mereka kedunia lengkap dengan masalah dan musibah yang sebeberat beratnya. Mengapa mereka menjadi iri.

Ternyata mereka yang banyak musibah ketika hidup didunia, cobaan demi cobaan, masalah demi masalah., serta musibah demi musibah, ternyata dosa dosa mereka diampuni manakala mereka bersabar dengan musibah tersebut. Hanya sedikit dosa yang membuat mereka diadili, hanya sedikit dosa tersisa yang harus mereka pertanggung jawabkan. Sementara mereka yang hidup dengan kesenangan demikesenangan, kelancaran demi kelancaran, harus mereka pertanggungjawabkan di akherat. Umumnya kita gagal manakala diuji dengan kenikmatan, sehingga ibadah dan amal amal kita termasuk sodaqoh dan sebagainya sangat tidak sepadan dengan kenikmatan yang telah kita terima. Itulah sebabnya mereka iri dengan orang orang yang banyak menerima cobaan dan musibah. Mereka minta dihidupkan kembali keduania dan meminta agar ditimpakan musibah seberat beratnya.

Kalau hanya masalah pribadi maka musibah itu sebagaina adalah rahmat. Yang benar benar harus kita anggap sebagai musibah adalah sesuatu situasi yang akan menjauhkan kita dari Allah, sedangkan musibah yang lain seperti kemiskinan dan kehilangan sesuatu yang kita sayangi, belulah tentu itu sebagai musibah, kita mungkin tak tahu, maka kita serahkan itu semua kepada Allah, uang penting kita berusaha, melepaskan diri dari musibah, perkara hasilnya serahkan kepada Allah.

Dalam ilmu PS maka kesempurnaan itu tercapai manakala segala sesuatunya diserahkan kepada Allah, setelah kita berusaha menurut ukuran maksimal dari kemampuan kita yang ,memang terbatas.  Wallohua’lam bishowab. Bandar Lampung, 22 Agustus 2017.

Kita Sudah Mulai Pak.

Fachruddin PS LampungKita sudah muali Pak. Itu kalaimat awal yang disampaikan Sdr Ishak kepada saya terkait peta situasi para anggota baru yang sekarang sedang ditangani, yang pada saatnya nanti Guru Besar PS Bang Zen diharapkan kehadirannya untuk menamatkan jurus dasar PS. Di Lampung sudah mulai menerapkan  himbauan agar para anggota baru melaporkan  permasalahan yang dihadapi, atau apakah memiliki cita cita mulia yang membutuhkan bantuan.  Kita sudah mulai Pak kata Sdr Ishak yang memang ditugaskan untuk menggordinatori pelaksanaan pelatihan dengan manajemen seperti ini.

Karena ada sejumlah calon anggota baru itu yang berasal dari komunitas yang sama atau berdekatan sehingga ada permasalahan yang mereka hadapi yang sifatnya juga kolektif, ada kemiripan antara satu dengan yang lain. Karena mereka meminta sangat maka kita coba kita bantu bersama sejumlah senior yang membantu melatih, ikut berusaha meringankan kesulitan yang mereka hadapi.

Saya ucapkan terima kasih atas upaya kawan kawan yang berusaha mencoba menyempurnakan manajemen pelatihan anggota baru yang terbentuk berdasarkan kondisi agnggaota baru dari angkatan ke angkatan. Ini termasuk bagian dari ujicoba PS Lampung yang membutuhkan waktu untuk dilaporkan seutuhnya kepada Guru Besar. Dan kepada pelatih dan senior diminta kerja keras untuk melakukan ujicoba ini.

Tetapi yang diharapkan sebenarnya adalah bahwa para anggota baru itu selain memiliki kemampuan merumuskan atau mengenali lebih dalam permasalahan yang mereka hadapi, maka adalah tanggung jawab pelatih dan senior untuk membuat mereka mandiri atau mampu mengatasi sendiri masalah yang mereka hadapi dan bahkan harus ditargetkan juga harus memiliki kemampuan  membantgu orang lain.

Jelas ini selain membutuhkan kerja sama secara kolektif dan memang membutuhkan waktu dan proses. Tetapi yang ingin disampaikan adalah rasa bangga dan terima kasih teman teman koordinator, pelatih dan senior dalam berusaha memperbaiki kondisi kita di PS Lampung dalam menuju kesempurnaan. Yakinlah bahwa Allah akan memberkahi selama apa yang kita lakukan adalah ikhlas. PS kita bangun untuk kesejahteraan ummat. B.Lampung,  22 Agustus 2017.