JURUS PS ITU DINAMIS BRO

Fachruddin PS LampungGara gara tulisan yang yang lalu yang menjelaskan bahwa kewenangan merubah jurus ada pada Guru Besar, seorang sahabat yang juga sesama anggota PS yang mengaku tak pernah lagi latihan jurus PS sejak ada di perantauan. dan langkahnya dalam PS terhenti pada haulusan tiga. Dia menyatakan ketidak setujuanya meletakkan kewenangan perubahan jurus hanya pada Guru Besar, kecuali, katanya, bila Guru Besar membentuk tim untuk selalu mengkaji dan mempersiapkan langkah langkah pengembangan jurus PS, sehingga buku petunjuk itu tak itu itu saja dari waktu ke waktu, katanya, sengit.  Obrolan kami via celulerpun berlanjut.

Jurus PS itu dinamis Bro, kata saya kepada teman tadi. Tetapi dinamika atau kedinamisannya hanya akan tertangkap oleh mereka mereka yang terbiasa memanfaatkan jurus PS. Sedang bagi kita kita yang tidak pernah (lagi) memanfaatkan jurus PS untuk kepentingan penyelesaian berbagai masalah yang dihadapi dalam dinamika kehidupan sehari hari, maka jurus PS itu tak ubahnya hanya sebagai olahraga biasa, mencari keringat untuk sehat istilahnya. Tetapi latihan PS bagi mereka yang memanfaatkan jurus PS untuk dirinya ataupun orang lain maka Ia akan memandang latihan dan jurus jurus PS tidak hanya seperti apa yang terlihat dimata biasa.

Lain halnya bagi mereka yang telah terbiasa memanfaatkan jurus PS sesuai peruntukannya, maka pelatihan itu luar biasa manfaatnya. Dan ternyata jurus PS itu baru bisa berkembang ditangan seorang anggota PS manakala jurus jurusitu dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Setelah jurus itudigunakan dia menemukan kegunaan kegunaan  yang selama ini tak seorangpun diantara sesama anggota PS yang mengajarkanya. Ternayata jurus PS itu baru berkembang setelah digunakan, sebaliknya bagi seorang yang tak menggunakannya, maka jurus PS itu tak mungkin bisa berkembang ditangannya, baik bagi dirinya dan apatah lagi untuk orang lain.

Buku petunjuk bagi anggota PS itu hanya petunjuk permulan saja, seperti menunjukkan arah jalan, selanjutnya kita sendiri yang harus menapak jalan secara tahap demi tahap.  Dan jalan besar, luas dan panjang itu akan ditemukan dengan sendirinya, bukan tidak mungkin dikujung jalan justeru diketemukan pilhan pilhan hang sama benarnya. Artyinya ada perkembangan dan bahkan ada kebebasan memilih dan  Itulah sebabnyamaka buku petunjuk itu harus dilaksanakan, karena merupakanm gerbang bagi para anggotanya. Dan pintu gerbang itu tak perlulah di rubah rubah sesuai dengan pengalaman kita yang masih terbatas.

Saya bertanya kepada teman tadi, petunjuk apa saja yang pernah dilakukan dalam rangka memanfaatkan jurus PS, dengan tertawa sumbang teman tadi mengatakan ” … tidak,  belum, belum pernah … !” kata teman tadi mencoba jujur sejujurnya. Jika belum melaksanakannya, maka akan sulitlah berdiskusi tentang PS dengannya. Paling paling berubah menjadi debat, padahal debat dianjurkan untuk dihindari, dalam Islam. Wallohua’lam bishowab. (Bandar Lampung  19 November 2017)

Iklan

PERUBAHAN JURUS PS KEWENANGAN MUTLAK GURU BESAR.

Fachruddin PS LampungDoa PS, Nafas PS, Ikrar PS, dan Jurus PS tak boleh dirubah, kewenangan perubahan hanya merupakan kewenangan mutlak Guru Besar. Siapapun yang berani merubahnya maka itu merupakan awal perpecahan pada PS,  Belajar ilmu PS selain ada aqidah, juga ada kaidah serta akhlak.  Oleh karenanya sebagus apapun keberhasilan seorang anggota, atau sehebat apapun yang dicapai oleh seseorang di luar PS, maka jurtus PS tak boleh dirubah oleh murid, kewenangan melakukan perubahan apapun ada pada Guru Besar bersifat mutlak. Itu prinsip, sikap dan pendapat saya sebagai hasil pergaulan dan interaksi dengan Guru Besar baik dengan Bang Asfan almarhum maupun Ban Zen.

Doa dan ikrar itu dalah suatu kesatuan terkait sikap yang selanjutnya akan berkembang menjadi ucapan dan aktivitas, yang manakala dirubah nanti akan mengakibatkan pula adanya perubahan, dalam sikap, perkataan dan aktivitas. Yang paling penting dalam hal itu adalah bahwa kita memposisikan sebagai  tidak tahu, dan dalam waktu bersamaan gangguan dan godaan dari segala lini akan menggelincirkan kita setiap saat, sehingga kita tak akan terlepas dari segala dosa. Maka yang paling dibutuhkan adalah penyerahan diri pengampunan. Dan sikap dalam PS adalah kembali kepada doa, ikrar, lafas dan nafas.

Artinya, perubahan doa itu adalah suatu perubahan besar, karena akan merubah filosofi dari jurus jurus PS, dan perubahan filosofi itu adalah sebuah perubahan besar dan luar biasa, atau hampir merupakan perubahan total.  Termasuk peruban sistem kepemimpinan,  Dan perubahan gerak dari PS itu sendiri, karena doa, ikrar, lafas, gerak nafas di PS adalah suatu kesatuan. Tulisan tulisan saya selama ini adalah sesuatu yang tak terlepas dari hal hal tersebut di atas,  keterikatan dengan hal tersebut di atas maka dianggap tulisan saya terkait dengan PS dan diterima setidaknya oleh Guru Besar sejak Bang Asfan dahulu, bahkan lebih di dorong lagi pada masa Bang Zen.

Apakah Jurus PS itu stagnan. TIDAK !.  Jurus PS itu dinamis namun sangat dijaga konsistensinya.  Artinya. Jurus itu pasti berkembang, namun perkembangannya yang benar adalah akibat pemanfaatan jurus PS itu sendiri. Bukan yang lain. Maksudnya manakala kita gunakan jurusjurus PS itu sesuai peruntukan, maka kita akan menemukan sesuatu yang sangat spesialis, kadang hanya cocok untuk kita sendiri.

Berdasarkan pengalaman kami di Lampung bahwa para anggota PS dipastikan akan menemukan sesuatu yang baru manakala jurus jurus PS itu digunakan atau dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya, pada saat kami melayani banyak orang untuk mrngatasi berbagai masalah maka kami menemukan sesuatu, walaupun kebanyakan masih kasuistis. akan tergantung dalam kasus apa dan siapa yang menangani dan siapa yang ditangani.

Berdasarkan temuan kami di Lapangan manakala kita membantu seseorang, sementara Ia memiliki tingkat ketakwaan yang lebih baik, dan berada di tengah keluarga yang menjaga kedisiplinan ibadahnya, maka dengan mudahnya bisa diatasi masalahnya, demikian juga sebaliknya. Kemudahan dan kesulitan itu ada kaitannya dengan kedekatan kepada Allah SWT dan kebersihan hati seseorang dan lingkungannya. Anda dapat memanfaatkan kedekatan itu, tetapi jangan sekali kali merasa paling dekat dengan Allah.

Dalam situasi yang sangat kondusif, sering para anggota melakukan kreatifitas dan berhasil, tetapi ditengah keberhasilan itu saya juga menemukan kasus sejumlah anggota yang sangat bernafsu untuk ikut ikutan mencipta jurus, ditambah lagi amalan dan bacaan bacaan ini dan itu yang tak diajarkan dalam PS, hampir keseluruhan mereka mengalami pengalaman yang sangat tragis.

Paling ringan ketragisan itu adalah hilangnya kemampuan yang bersangkutan dalam memanfaatkan jurus PS, dan yang paling mengerikan adalah justeru kesengsaraan bagi si orang yang dibantunya dengan menggabung gabungkan sesuatu yang tak diajarkan, walaupun alhamdulillah kami sempat ketahui dan kami bantu untuk memulihkannya, yaitu dengan memberikan pelatihan, doa, ikrar, gerak, lafas dan nafas yang standar. Alhamdulillah atas seijin Allah bisa dipulihkan.

Saran saya adalah bangunlah dan kembangkanlah jurus PS itu dengan jurus PS itu sendiri, nanti anda akan menemukan sesuatu yang luar biasa, tetapi jangan sekali kali berpikir untuk melakukan perubahan apapun jangan melangkahi hak Guru Besar dengan melakukan perubahan di PS sekecil apapun, walaupun hanya pertimbangan kaidan dan akhlak dalam bersatu. Jangan sampai pengalaman teman teman di Lampung terjadi pula di Cabang lain. Wallohua’lam bishowab. ( B.Lampung, 15 November 2017)

PS AJARKAN DZIKIR IN ACTION

Fachruddin PS LampungSeorang teman menghubungi saya setelah membaca tulisan di blog PS Lampung yang berjudul Dzikir Contextual dalam PS, setelah berkomentar sedikit lalu beliau menambahkan bahwa dzikirnya PS itu adalah dzikir in action. Saya fikir hak dia dalam memberi nama, dan sebenarnya saya juga tak ingin untuk gagah gagahan dalam memberi nama, jangan jangan sudah nama yang pas yang lazim disebutkan oleh para ahludz dzikir atau para syechul mursyid dalam dunia tasauf, jangankan para ahlul ibadah itu, kepada mereka yang telah belajar tasauf  dan telah melampaui tahapan fana maka saya sangat ingin menghormati mereka dengan sehormat hormatnya.

Dahulu di awal PS berkembang, seusai mendapatkan jurus 10 dan mendapatkan penjelasan tentang ABCD nya PS para anggota baru segera di persilakan untuk menggunakan jurus itu sesuai dengan peruntukannya. Tidak jarang para anggota baru itu diam diam mendatangi praktik pedukunan dan bahkan menantang mengadu ilmu dan lain lain. Lalu berkembang lagi ujicoba hanya dilakukan secara internal dengan istilah peragaan. Perkembangan terakhir Bang Asfan menghapus acara peragaan itu setelah beliau pulang dari tanah suci melaksanakan ibadah haji.

Tetapi sejauh itu sejak gagasan awal bahwa jurus PS itu untuk digunakan dan kegunannya adalah membantu melepaskan diri dari berbagai kesulitan. Bukan tidak ingin seperti Cabang Cabang yang lain yang langsung kebut meninggalkan gravitasi bumi melampaui orbit, dalam bahasa kerennya. PS di Lampung hanya berjalan setapak demi setapak. Kalaupun tidak memiliki kesanggupan untuk mengatasi dan menyelesaikan permasalahan yang besar dan berat, maka tahu diri saja, selesaikan saja dahulu yang ada disekitar, baru secara bertahap mengejar kemajuan yang telah dicapai Cabang yang lain.

Prinsip yang dipegang adalah bahwa jurus PS itu intinya adalah dzikir. Dan jurus jurus PS diciptakan untuk digunakan sesuai dengan kegunaannya. Belum eksis sebagai anggota PS manakala belum memiliki  pemahaman kemampuan dan pengalaman melmanfaatkan jurus. Seseorang baru dianggap eksis sebagai anggota PS manakala telah paham, melaksanakan atau mection.  (Bandar Lampung 10 November 2017)ngamalkan ilmunya. Seseorang yang telah eksis manakala menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan dengan jurus jurus PS maka dia tidak panik, dan tahu persis apa yang harus diperbuat, sementara yang memang belum eksis sebaga anggota PS maka dia tak mampu mel;akukan apapun dengan jurus jurus PS yang telah dilatihkan padanya. Karena sesunggihnya dzikir PS itu adalah dzikir in a

 

PINTAR, BODOH DAN BIJAKSANA DALAM JURUS PS.

Sebenarnya tulisan ini sudah sangat lama akan saya sajikan melalui Blog PS Lampung, tetapi saya berharap para senior PS akan menulisnya ketika sejumlah PS Lampung protes kepada Pelatih Yogya ketika mereka melatih teman teman di Lampung, sayang mereka kehilangan moment untuk menulisnya. Kini momen itu saya dapatkan ketika Pak Zailani memposting tulisan yang menurut beliau copas dari GWA sebelah katanya, tentang siapa yang salah antara dua orang yang terdiri si pintar dan sibodoh (istilah dalam tulisan itu) Dua orang berdebat tentang 7 X 3, sipintar mengatakan hasilnya 21, tetapi si bodo mengatakan 27. Yang mengejutkan keduanya bersumpah dan bertaruh. Si Pandai bertaruh untuk sepuluh kali pukulan bila salah, sementara si bodoh dengan segala keyakinan bersumpah siap dipenggal kepalanya. Karena perdebatan tak selesai mereka sepakat menghadap guru dan mencriterakan perihal yang mereka hadapi, lalu guru menyalahkan si pintar dan memberika sepuluh pukulan. Si murid protes, lalu dijelaskan lebih baik memukul sipintar dari pada melihat si bodoh terbunuh. Ceritera itu menegaskan bahwa kebijakan di atas kebenaran. Nah itulah yang terjadi di Indonesia, dan itu pula sebabnya Indonesia sulit untuk mencapai cita cita.

Sebagai  anggota PS marilah kita selesaikan kasus ini dengan menggunakan kacamata PS, untuk itu dalam PS kita di awal masuk diberikan jurus kasaran yang tegas lugas, jurus itu kasaran namanya. Katakanlah yang benar itu benar sekalipun akan terasa pahit nantinya. Pada era Presiden Sueharto tersosialisasi filosofi yang mengatakan “Ngono Yo Ngoni, Ning Ojo Ngono” artyinya begitu ya begitu, tetapi (walaupun demikain) jangan begitu (begitu amat). Pristiwa yang terjadi pada saat itu adalah banyak orang salah yang dibenarkan. Imbas masa panjang adalah kesesatan dan perpecahan. Sejak saat banyak orang tak lagi pervaya kepada pejbat, karena diidentikkan dengan penyelewengan.

Kalau boleh saya berandai andai Bang Asfan almarhum dahulu akan saya katakan bahwa perjuangannya benar benar dalam tahap kasaran. Apa yang disampaikan dalam pidato dan dakwahnya semua dalam tahap kasaran, terkesan bang Asfan tegas dan bahkan kasar. Semua akan berkembang dalam tahapan tahapannya, maka ketika masuknya Bang Zen harus saya namai era beliau adalah era halusan, dan selanjutnya nanti adalah era tikahan, dan selanjunya, adalah kewajiban bersama untuk mengupasnya. Nanti kita akan sadar mengapa jurus PS itu disusun demikian, atas ikhtiar jihadnya.

Sebenarnya semua era adalah meruapakn crusialpoint bagi PS, maka pada saat ini era crusial point itu masuki tahapannya.  saya ingin katakan bahwa apa yang dihadapi Bang Zen sekarang itu akan lebih berat dibanding era Bang Aspan, pada saat era Bang Aspan, tantangan itu lebih jelas, yaitu kebenaran akidah. Kebenaran yang dihadapi Bang Zen itu adalah kebenaran yang dipelintir pelitir oleh situasi dan kondisi, yang harus dihadapi Bang Zen. Sehingga apa yang disampaikan oleh Bang Zen, kita membutuhkan waktu dan berfikir keras untuk memahaminya.

Kata bersayap sering harus disampaikan Bang Zen, dengan mengambil jalan pintas beliau mengatakan zaman ini bukan lagi zaman kijang petak, tetapi sudah zamannya inova, disaat yang lain beliau harus menyampaikan bahwa pada saat ini sudah meninggalkan orbit dan grafitasi bumi. Tetantu saja ini ditandai dengan pemahaman yang beragam oleh murid muridnya. Bagi seorang teknisi perkembangan secara bertahap yang muali dari kijang petak hingga kini sudah ivo, dan esok entah apa lagi. bisa menghadapinya dengan senyum.

Tetapi bagi mereka yang hanya tingal pakai secara instan boleh jadi sering merasa sangat faham dengan perkembangan teknologo tyoyota otu, tetapi ereka tak lebih hanya memakai belaka. Kalaupun ada masalah maka akan diserahkan kepada mekanik yang siap sedia di bengkel resmo Toyota. Jika ada masalah tak akan selesai untuk diserahkan kepada mereka yang gonta ganti mobil setiap muncul produk terbaru. Bang Zen sering menyebut menyebut teknologi Toyota sebagai contoh misal agar lebih mudah difahami, produk kapanpun Toyota itu, memang tak akan selesai bila diatasi dengan kebijakan gasan akan kebenaran adalah modal untuk mempertahan eksistensi, kebijakan, serta bentuk kompromi lainnya. bisa mengembangkan kompromi yang sejatinya meruapakan awal dari kehancuran. Semoga Bang Zen akan mampu melintasi era ini dengan selamat, sehingga para anggota PS secara keseluruhan, akan mengalami kenaikan jurus pula. Wallohu a’lam bishowab. Bandar Lampung, 8 November 2017.

 

 

Dzikir Contextual Dalam PS.

Fachruddin PS LampungSeorang anggota PS memposting di Grup WA yang saya juga salah satu anggotanya, mengatakan bahwa ada hadits yang mengatakan bahwa dzikir atau tafakkur sesaat lebih baik dari beribadah sholat setahu. Lalu dalam postingan itu yang bersangkutan bertanya apakah ada kesefahaman  antara hadist tersebut dengan PS. Tetapi tulisan ini sama sekali bukan dimaksud sebagai jawaban atas himbawan tersebut di atas, tetapi saya ingin sedikit melakukan pendalaman dan penguatan terhadap praktik jurus PS, sedangkan masalah hadits tersebut di atas membutuh perjalanan panjang, karena hadits tersebut lemah, yang bisa saja baru bisa dipahami  secara kondisional. Itulah sebabnya maka hadits yang lemah tak lazim dijadikan dasar.

Dalam PS sering dikatakan Guru Besar bahwa puncak jurus PS atau jurus tertinggi PS adalah sholat. Dan banyak para ulama mengatakan dengan membaca salam ketika tahyat terakhir ke kanan dan kekiri bukan berarti sholat selesai sehingga melepas kekhusyukan, tetapi kekhusyukan itu terbawa dalam semua kegiatan dalam hidup, sehingga benar benar dikatakan bahwa sholat itu mencegah perbuatan terlarang dan munkar. Maka dengan dengan demikian jurus jurus PS itu menyertai aktifitas kehidupan kita, dan seluruh kegiatan itu menghadirkan jurus jurus PS dan sekaligus juga adalah merupakan dzikir kepada Allah, karena dalam semua aktivitas hidup seyogyanya tak pernah lepas dari A,B,C,D seperti yang diajarkan oleh guru dalam PS.

Belajar yang paling jitu adalah belajar scara Contextual Teaching Learning (CTL). Dalam belajar secara CTL  bukanlah belajar yang dimulai dari definisi, sehingga bila akan memperkenalkan laut kepada siswa, bukan dijejali dengan sederet defini, tetapi para siswa dan peserta didik diajak langsung ke tepi laut. Syukur sykur bila jumpa dengan para nelayan yang menangkap ikan, perahu dan kasibukan  lainnya yang memanfaatkan laut sebagai arena atau medianya.  Dzikir dalam PS memang tidak cukup sesaat karena PS Dzikir yang diajarkan adalah dzikir panjang sepanjang aktivitas kehidupan sehari hari di dunia

PS mengajarkan agar kita semua menyelesaikan persoalan dalam hidup ini dengan berdzikir, dan inti jurus PS adalah dzikir.  Selesaikanlah persoalan yang muncul dalam aktivitas kehidupan sehari hari  dengan jurus PS, yang juga intinya adalah dzikir. Itulah dzikir yang diajarkan PS.

Memang dalam hadist ada yang menyebutkan bahwa tafakkur sesaat lebih baik dibanding sholat dalam setahun, ada matan yang menyebut enam tahun dan pula didapatkan matan yang menyebut delapan tahun. Hadis tersebut memang hadis yang terbilang lemah, umumnya para ulama menghindari untuk berhujat ataupun mengeluarkan fatwa dengan menggunakan hadis lemah. Tetapi sekalipun bukan untuk berhujat, dan bukan untuk fatwa hadis yang lemahpun, kadang kala, dalam situasi yang sangat  kondisional hadis lemah itu bisa juga dijadikan alat untuk lebih mudah untuk memahami akan sesuatu.  Sesuatu yang kondisional tak layak dijadikan dasar hukum.

Manakala kita mengalami kesulitan yanga sangat  pelik, kita membutuhkan perenungan yang mendalam. Dalam perenungan yang sangat  mendalam itu kita sering menemukan gagasan  yang kita yakini  adalah merupakan tuntunan langsung dari Allah.  Dan proses mendapatkan petunjuk itu kadang kadang seolah dalam sesaat, walaupun sebenarnya proses kearah pencapaian saat saat penting itu sendiri membutuhkan proses yang pajang.

Serting kesulitan yang kita hadapi dalam hidup ini justeru mendekatkan kita kepada Allah, ketahuilah bahwa kedekatan kepada Allah itu sangat mempermudah kepada kita semua dalam mencapai tujuan mulia. Dalam situasi yang kondosional kita bisa mencapai kepasrahan dalam berdoa, tetapi puncak kepasrahan itulah yang menghantarkan kita akhirnya mendapatkan berkah, kemudahan dan kebahagiaan lainnya.  Bersentuhan langsung dengan permasalahan dan penggunaan jurus jurus yang berintikan dzikir itu membuat pengalaman belajar secra kontextual teaching learning. Walloa’lam bishowab. (Bandar Lampung,  04.11.2017)

 

Sensitifitas Mendeteksi Istidraj.

Fachruddin PS LampungIstidraj itu adalah semacam pembiaran oleh Allah, seseorang mengalami gelimang nikmat pada saat melakukan perlawanan dan pengingkaran kepada Allah. Akan sering kita temukan seseorang nampak seperti berhasil mendapatkan nikmat Allah padahal dia sering melakukan pengingkaran, atau tidakmenunjukkan tanda tanda kepatuhan yang mendalam. Maraknya informasi hoax pada era sekarang, bisa saja terjadi pemutarbalikan informasi, sehingga mereka yang sejatinya sedang mendapatkan istidraj justeru dicatat besar besaran sebagai the sucses story, tokoh yang sukses dan pantas diteladani, karena banyak kesuksesan dengan maksud maksud tertentu hanya diukur dengan kemampuan mengumpulkan lambang lambang dalam bentuk material, termasuk jabatan penting. Pad ehal kemungkinan itu hanya istidraj belaka.

Istidraj adalah kenikmatan yang darih seseorang setelah melakukan perlawanan kepada Allah, dalam era digitalisasi dan kebebasan informasi yang luarbiasa ini bisa saja ummat akan terkecoh, oleh berbagai sikap yang direkayasa sebagai sesuatu yang pantas diteladani, dan pada era materialisme dan konsumerisme, kesenangan hedonistik menjadi faktor yang paling menggoyahkan. Narasi retorik menjadi alat peneglabuan yang sangat menyesatkan. Dan akibatnya justeru sangat besar kemungkinan ummat akan meneladani tokoh secara salah.

Lalu bisakah jurus jurus PS dapat mengenali mereka yang mengalami istidraj ?. Jika seandainya jurus PS dilaksanakan secara sempurna dalam latihan latihan, besar kemungkinan jurus itu akan memiliki kemampuan menghidupkan intuisi anggota yang bersangkutan. Dengan intuisi seseorang dapat mengetahui sesuatu tampa melalui proses pembelaran yang wajar, karena memang intuisi itu memiliki kemampuan kerja seribu kali lebih cepat dari proses belajar ala otak kiri melalui proses mengerti dan paham Dengan intuisi itu maka kita patut meyakini bahwa PS sesungguhnya memiliki kemampuan  mendeteksi sebuah situasi dari sasaran tertentu. Yang untuk itu memang membutuhkan sebuah program dan rekayasa jurus, yang terkait ini akan menyangkut banyak hal yang bisa dibangun untuk kepentingan sesuatu yang lebih rumit.  (B. Lampung,  20.10.20170)

Mengapa Tak Yakin Dengan Jurus”Mu”

Fachruddin PS LampungDi group WA ada seorang mengabarkan berita musibah bahwa dirinya mengalami serempetan motor karena memang jalan sesak, dan banyak yang nampak buru buru untuk sampai ke tujuan masing masing.  sehingga sempetan beberapa motor tak terhidari, kecelakaan itupun terjadi, kaki kanan terluka sementara tangan agak terkilir, dan berjalanpun perlu dipapah. Membaca berita itu maka dengan rasa simpati yang mendalam, lalu seperti berebut menyampaikan saran, ke mana bisa berobat berdasarkan banyak pengalaman orang lain.

Yang mengejutkan saya adalah mengapa sepertinya tak ada yang mencoba mencari keterangan lebih banyak prihal kondisi sahabat yang mengalami kecelekaan tadi, sehingga memiliki informasi yang lebih detail, untuk dicarikan cara megatasinya, dan cara mengatasinya itu utamanya adalah dengan jurus jurus PS. Mungkin ada yang melakukannya tetapi tidak muncul di grup WA karena melakukan chat secara pribadi, tetapi yang muncul tidak ada, sehingga saya merasa perlu menuliskan naskah singkat ini.

Tiga tahun terakhir di akhir era 80-an kami membentuk Tim yang langsung dipimpin pelatih justeru mencari cari informasi mungkin ada anggota PS atau orang tua atau keluarga yang mengalami sakit atau musibah lainnya.  Itu semua dijadikan media untuk melakukan ujicoba, tetapi terus terang saya katakan pada saat itu kegiatan ini belum terkoordinasi dengan baik. Belum ada pihak yang memiliki kemampuan untuk menghimpun informasi dari kegiatan ini, asal usul informasi itu bermula dari data, data yang teranalisis itulah yang disebut informasi. Tampa data tak mungkin ada analisis, dan tampa analisis maka tak mungkinm ada informasi.

Sesungguhnya data itu ada, tetapi data itu tak dihimpun melainkan ada pada masing masing individu, sehingga analisisnya tak jelas, data yang tak teranalisis itu bukanlah informasi, dan sekarang lebih dikenal sebagai hoax, artinya informasinya zero. Padahal manakala ada yang sakit atau mengalami kecelakaan atau lain sebagainya itu sebenarnya menjadi peluang untuk melakukan sesuatu dengan jurus kita, karena pristiwa seperti itu memiliki indikasi yang jelas. dan tak membutuhkan analisis yang berbelit belit. Indikasinya adalah sembuh, tak ada rasa sakit, tak ada keluhan.

Dalam waktu bersamaan memang harus ada yang menghimpun data itu dan itu sebaiknya dilakukan oleh pelatih. Dan peltih juga yang mengkoordinasikan penganalisaan data. Tetapi  kalaupun sedang sulit untuk berkomunikasi antar tim, maka manakala ada peluang maka lakukanlah itu secara pribadi. Manakala sering memanfaatkan jurus jurus PS maka di tangan kita jurus PS itu akan berkembang sedemikian rupa dalam tataran penggunaannya. Maka akan sangat baik sekali manakala ada yang berkenan menyampaikan sedikit tulisan dan catatan kepada pelatih karena itu akan menjadi data yang dapat di analisis dan menjadi informasi bagi kita semua. Karena manakala sudah banyak informasi yang kita terima, maka akan dengan mudah kita dapat mengkonfirmasinya, mensinkron informasi dan konfirmasi akan menhantar kita kepada kemajuan yang luar biasa.

Insya Allah kita tidak ada apa apanya dengan jurus PS, apabila kita tak pernah menggunakan jurus PS itu, tyetapi kita akan menjadi luar biasa dengan jurus PS manakala jurus jurus itu sering kita gunakan sesuai dengan peruntukannya. Semakin sering kita gunakan semakin kita mampu membuktikannya. Bila kita  tak pernah menggunakannya maka kita akan menjadi orang yang paling tak yakin dengan jurus jurus kita di PS. (B.Lampung, 19 Oktober 2017)