Antara Jurus PS , Pengalaman dan Al-Quran.

Fachruddin PS LampungKetinggian jrus yang diampu oleh seorang anggota PS hendaknya menggambarkan pengalaman penggunaan jurus yang berlandaskan al-Quran, sehingga apa yang dituiturkan oleh senior yang bersangkutan bukan hanya wacana, wawasan dan ‘katanya’ tetapi benar benar pengalaman empiris sesuai dengan tuntunan al-Quran. Guru Besar PS yang sesungguhnya adalah al-Quran, sehingga sejatinya pengalaman para senior PS adalah pengalaman yang Quraniyah.

Dalam pemanfaatan dan penggunaan jurus PS wacana/ wawasan, ataupun khabar belaka tak memiliki pengaruh yang signifikan, karena berbicara dengan penggunaan dan pemanfaatan jurus PS harus disertai pengalaman empiris.Itulah sebabnya dalam blog ini kami selalu menganjurkan agar tampa kecuali para anggota harus terlibat langsung dalam berbagai ujicoba dan tampa kecuali para senior harus menjadi koordinator ujicoba sebelum dia mengampu jurus Payung Rasul. Bicara masalah jurus PS maka berarti bicara masalah pengalaman dalam penggunaannya, dan ketinggian jrus yang diampu adalah menggambarkan akumulasi  pengalaman.

Jurus dalam PS adalah cara berpegang kepada ‘Laailaaha Illallah’ oleh karenanya pemanfaatan jurus PS juga berarti mengujicobakan cara berpegang kepada Laailaaha Illallaah, karena jurus itu digunakan untuk berpegang kepada Laailaaha Illallaah maka sudah barang tentu melandaskan segala kegiatannya kepada al_Quran adalah sebuah keniscayaan.

Kita semua tahu bahwa Al-Quran diturunkan terkait dengan asbaabun nuzulnya. Artinya al-Quran itu bukan hanya redaksional dan permainan kata kata belaka,  melainkan terkait sebuah peristiwa atau kejadian. Maka dengan demikian maka berarti sejatinya kandungan al-Quran adalah juga sebuah sejarah. Dengan mengacu kepada hal itu maka jurus PS bukan hanya sekedar gerak, nafas dan lafaz, maka bagi senior PS jurus adalah pengalaman empiris. Tidak ada kemanfaatan yang signifikan ketinggian jurus yang tidak dibarengi dengan ketinggian akumulasi pengalaman penggunaan jurus itu. Ujicoba adalah pelajaran penting dalam menghimpun pengalaman pengalaman itu.

Oelama Noesantara

Fachruddin PS LampungTidak keliru bila di Blog ini  pada 8 November 2013 memposting tentang Ulama Nusantara, karena menurut rencana pada 1-5 Agustus 2015 yang akan datang NU sebagai Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini juga akan menyelenggarakan Muktamar dengan Islam  Nusantara sebagai Themanya. Perlu kami garis bawahi bahwa Ulama Nusantara yang saya maksudkan  dalam tulisan ini adalah ulama yang muncul sejak jauh sebelum Kemerdekaan Indonesia, dan tidak ada hubungannya dengan organisasi atau kelompok diskusi Islam Nusantara. Ulama Nusantara adalah para ulama yang telah berbuat sesuatu yang sangat mulia dan bahkan mendorong kemerdekaan bagi Bangsa Indonesia.  Artinya ada nilai nilai yang sangat pantas  diangkat dan diteladani, lalu apa kaitannya dengan PS.

Selain anda dipersilakan membaca postingan kami pada tanggal 8 November 2013 maka ada beberapa hal yang harus kembali kita renungkan bersama. Ulama Nusantara mengembangkan Islam di Indonesia ini dari 0% lalu berkembang menjadi 99 %, keberhasilan yang luar biasa. Sebagian sudah kami sajikan dalam postingan tanggal 8 November 2013 yang lalu. Yang patut jadi renungan bersama adalah tentang keberhasilan Ulama Nusantara dalam melancarkan dakwahnya, mereka selain berhasil membaur ke masyarakat dengan segala lapidsannya, juga dekat dengan para penguasa, dan bahkan berhasil melancarkan dakwah dikalangan para raja serta jajarannya. Ulama Nusantara memiliki kemampuan menampilkan alternatif bagi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pada saat itu, Ada tiga permasalahan besar yang mampu dicarikan solusinya oleh Ulama Nusantara pada saat itu (1) pertama pengetahuan, (2) kedua kesehatan, dan (3) ketiga kemanan dan kesejahteraan. Itu semua mampu diatasi oleh Ulama Nusantara,

Dahulu ulama Nusantara dalam berdakwah bukan hanya bicara, tetapi terlebih berbuat sesuatu. Jika pada saat ini para penceramah yang juga kita sebut da’i hampir secara keseluruhan adalah seorang yang pandai berpidato, dan tragisnya lagi bisa mencapai 80%-an dari ceramahnya dibalut dagelan. Tidak sedikit dari dagelan itu yang sulit diambil inti hikmahnya, dan bagi penceramah yang demikian itu maka pengaruhpun tidaklah signifikan.

Pada saat 99% lebih rakyat Nusantara buta huruf latin, maka Ulama Nusantara berhasil mencapai 90% rakyat Nusantara ini melek huruf Al-Quran. Dan dengan kecerdasan luar biasa para Ulama Nusantara pada saat itu menciptakan huruf Jawi, yaitu huruf Arab untuk menuliskan buku atau kata kata Melayu, dan diperkirakan muncul ratusan Kitab tang tersebar di Indonesia, Malaysia, Brunai, Singapura dan Thailand. Yang kedua Ulama Nusantara jga menciptakan huiruf pegon dengan huruf Arab untuk menuliskan Kitab berbahasa daerah, antara lain bahasa Jawa dan Sunda/ Banten, yang juga Kitab yang diterbitkan mencapai angka seratusan lebih.

Demikian banyaknya pilihan kitab kitab yang ditulis dan bahasa daerah. baik dengan huruf Jawi maupun huruf Pegon yang dapat dibaca dengan mudah oleh masyarakat sehingga baik ilmu agama, sosial dan Pemerintahan dapat dibaca oleh masyarakat karena para penulis menulkis buku itu dengan hburuf  jawi dan pegon. Sehingga masyarakat mulai mampu memperluas pengetahuan, wawasan dan wacananya. Dan dngan lancarnya transper ilmu pada saat itu para Raja Rajapun tidak sedikit yang berkesempatan menulis Kitab dalam aksara daerah. Masyarakat mengalami kemajuan yang pesat dalam memperluas wawasan dan keilmuan.

Kedua adalah solusi yang banyak diberikan oleh Ulama Nusantara adalah adalah solusi masalah kesehatan. Salah satu ilmu yang digemari dan didalami oleh oleh para ilmuan disaat itu adalah pengetahuan masalah pengobatan dengan obat herbal. Mereka mendalami pengetahuan ini terlebih banyaknya tumbuhan obat yang tumbuh subur di Indonesia ini. Melanjutnkan tradisi nenek moyang dengan adanya aktivitas tulis baca dengan aksara Jawi dan Pegon penyebaran tentang pengobatan herbal ini tersebar dengan baik dan cepat.

Para da’i pada saat itu selain merupakan intelektual, juga terdiri dari orang orang yang memiliki kemampuan silat dan beladiri lainnya. Mempelajari bela diri dan silat pada saat itu identik dengan mempelajari ilmu urut patah tulang dan pengobatan akibat keracunan. Ilmu ilmu anti racun adalah merupakan disiplin ilmu yang wajib dikathui dan dikuasai baik oleh da,i maupun para pedagang. Kemampuan mereka mendeteksi masalah keracunan membuat pengikut pengikuit para dai ini merasa aman dan tentram.

Da’i pada saat itu umumnya  pelaku ekonomi, mereka adalah saudagar saudagar kaya, memiliki karyawan dalam usahanya dalam jumlah yang banyak, dan karyawan karyawan itu bisa mereka jadikan person yang Islami dan menjadi teladan, mereka bukan hanya karyawan melainkan juga menjadi murid dan pengikut para ulama itu.

Lalu apa hubungannya dengan PS. PS memiliki peluang untuk menjadikannya murid muridnya melakukan dakwah bukan hanya sekedar dengan tabligh, tetapi para anggota PS dapat melakukan dakwah dengan action, melakukan sesuatu untuk melepaskan ummat dari suatu situasi yang tidak nyaman untuk menjadi nyaman, selanjutnya silakan baca tentang apa yang mampu dilakukan oleh para anggota PS seperti yang diuraikan di beberapa tulisan di blog ini.

…….

Kumpulkan Pengalaman Jurus Sebanyak Mungkin.

Fachruddin PS LampungKita jauh lebih lama belajar di PS dibanding belajar di Perguruan Tinggi, tetapi bila jurus PS yang diajarkan kepada kita tak pernah kita pakai maka akan menjadi sia sia saja kita belajar jrus itu berlama lama. Makna jurus bukan terletak pada indahnya tari dan gerak, tetapi sejauh mana jurus itu kita gunakan untuk mengatasi berbagai kesulitan yang kita atau orang lain hadapi. Jurus PS akan memiliki arti manakala kita manfaatkan. Ilmu PS bukan sederetan teori, wawasan dan wacana tetapi sederetan praktek yang harus kita himpun, karena dengan menggunakan jurus dalam berbagai kesempatan, maka ilmu PS itu akan berkembang.

Tak dapat kita pungkiri demikian banyaknya pengampu jurus yang tinggi tinggi tetapi tak memiliki kemampuan yang berarti memanfaatkan jurus jurus PS, bukan karena mereka malas berlatih, bukan karena jurus mereka tak sempurna, tetapi lantaran mereka tak pernah memenafaatkan jurus jurus itu, sehingga kemampuan praktis mereka sangat tak sebanding dengan ketinggian jurus yang diampunya.

Kita berkumpul dalam komunitas PS ini adalah pada sebuah “Perguruan”  dalam PS ini ada Guru, ada Murid dan ada Ilmu yang diajarkan dan dikembangkan. serta dilaksanakan di praktekkan atau diamalkan. Pada tulisan terdahulu dikatakan bahwa tingkatan belajar kita walaupun diawali pada posisi mitis, kita masih bisa naik ke ontologis, setelah itu kita bisa meningkat ke fungsional. Kenaikan kenaikan itu bisa kita rekayasa dengan berbagai pelaksanaan ujicoba, kita bisa mengacu kepada penelitian tindakan klas atau classroom action research (CAR).

Melalui blog ini dianjurkan kepada mereka yang sudah mengampu Jurus Mahdi dan Syahbandar jangan lagi menunda nunda untuk melakukan ujicoba. Pada saat mengampu Mahdi setidaknya ada 30 item ujicoba dan berhasil, dan pada saat mengampu Syahbandar maka harus ada 30 itum ujicoba yang dilakukannya dan juga berhasil. Maka dengan bermodalkan 60 item ujicoba itu maka Ia akan sangat pantas mengampu ‘Payung Rasul’. Bila pada saat Mahdi maka sasaran ujicoba bersifat internal (jurus jurus), maka pada saat Syahbandar ujicoba bersifat eksternal dan sasaran ujicoba adalah masalah sosial.

Kita tidak dapat membayangkan betapa hebatnya PS ini bila saja seandainya memang sejak dahulu tampa kecuali para pemangku Mahdi sudah memiliki pengalaman dalam menginventrarisir kemanfaataan jurus jurus kita, dan kita tak dapat membayangkan seandainya saja sejak dahulu pengampu jurus Syahbandar memiliki pengalaman menyelesaikan masalah masalah sosial baik di lingkungan atau di luar lingkungan PS, kita tak mampu membayangkan sedemikian hebatnya mereka yang disebut telah mengampu Payung Rasul, betapa luasnya wawasan yang mereka miliki karena mereka bukan hanya berwacana melainkan menyimpan segudang pengalaman empiris, dalam berpegang kepada ‘Laailaaha Illallaah’.

Tidak ada istilah ketinggalan, kalaupun seandainya jurus terlanjur tinggi, sedang ujicoba masih nol, maka lakukanlah sekarang. Lebih baik terlambat dibanding dengan tidak sama sekali. Berpeganglah terus kepada Laailaaha Illallaah, karena Allah sendiri yang akan membimbing kita. Wallohua’lam bishowab.

Sebetulnya Tak Ada Ujicoba Jurus PS Yang Gagal Total.

Fachruddin PS LampungSeperti yang telah dijelaskan secara berulang ulang bahwa ujicoba jurus PS yang dilaksanakan di PS Lampung adalah untuk mengkomfirmasi peruntukan jurus sebagai bahan tulisan di Blog ini, sehingga tulisan yang ditampilkan bukan hanya sekedar wacana dan wawasan belaka, melainkan sebuah pengalaman empiris.  Sehingga apa yang akan dituliskan sejatinya adalah pengalam yang benar benar terjadi. Dan hingga sekarang ujicoba itu tetap saja dlaksanakan. walaupun berjalan lambat dan tersendat sendat utamanya faktor internal.

Apakah ujicoba itu nanti bisa berhasil, yakin berhasil, yakin, karena sejatinya tidak ada ujicoba yang tidak menghasilkan apa apa, bisa jadi dalam ujicoba sejatinya tidak ada yang tidak berhasil, karena gagal menemukan apa yang dicari bisa jadi sesungguhnya Ia justeru menemukan yang lain. Hanya saja memang  terkadang merasa belum puas manakala apa yang dicari sesuai dengan target ujicoba. Oleh karenanya dalam ujicoba dengan target tertentu, tetapi bila menemukan sesuatu yang lain, maka catat baik baik temuan itu, Pada suatu saat temuan pada saat ujicoba itu bisa dikembangkan menjadi ujicoba yang lainnya.  Yakinlah sesuatu yang ditemukan dari ujicoba jurus jurus PS  itu sejatinya tidak ada yang sia sia,

Bagi mereka yang dimintai untuk menjadi anggota tim pelaksanaan ujicoba, maka laksanakanlah kesempatan itu sebaik baiknya, Lihatlah secara seksama pelaksanaan ujicoba itu catat dan laporkan kepada koordinator pelaku ujicoba. Dipastikan ujicoba jurus PS itu sangat kondisional, keberhasilannya sangat tergantung kepada berbagai hal. Apa yang dirasakan atau dilihat oleh yang satu sering berbeda dengan apa yang dirasakan atau dilihat oleh yang lain. Namun demikian koordinator ujicobalah nantinya yang menyimpulkan dari berbagai (atau mungkin) ragam pengalaman dirasakan dan dilihat oleh para anggota yang dilibatkan.

Janganlah terlampau risau bagi para anggota yang membntu ujicoba manakala tidak dapat berpartisipasi secara ful akibat kehilangan keterampilan dasar, ikutilah terus ujicoba itu karena keiut sertaan dalam ujicoba itu juga mampu akan memulihkannya.  Ujicoba yang masih gagal  atau berhasil di suatu Cabang PS bisa juga diujicobakan di Cabang yang lain.

Salah Satu Sasaran Dakwah PS, Justeru Anak Anak

Fachruddin PS LampungPS ini adalkah sebuah ‘Perguruan’ disebut Perguruan karena ada Guru, ada Murid dan ada Yang Diajarkan. Pelajaran itu ada yang diajarkan kepada para anggota dan ada yang diajarkan kepada bukan anggota, atau calon anggota melalui aktivitas dakwah. Dan salah satu sasaran dakwah PS justeru anak anak usia pendidikan dasar, mereka belum memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota PS. Tetapimereka harus kita jadikan salah satu sasaran dakwah yang spesial.

Dakwah bagi anak anak sifatnya adalah dakwah motivasi,  anak anak perlu mendapatkan motivasi untuk menjadi  cerdas dan sukses. cerdas akan diupayakan dengan cara melatih dan memotivasi dalam rangka mengaktifkan seluruh otak dan istimewanya otak kanan, sedang sukses adalah dengan cara memotivasi anak anak untuk memiliki semnagat berniaga, semangat interpreneur. Tak salahnya mensetting anak anak menjadi milyarder.

PS memiliki peluang untuk melakukan itu semua, oleh karenanya maka jangan disia siakan peluang ini. Peluang ini tidak dimiliki oleh smua pihak, kecuali beberapa pihak maka PS adalah salah satu pihak yang memiliki modal besar untuk mensetting anak anak dengan memberikan motivasi bagi anak anak untuk untuk cerdas dan sukses.

Disebut cerdas manakala seluruh otaknya dapat berfungsi secara optimal, istimewa otak kanan, disebut sukses manakala memiliki semangat interporeneur. PS Cabang Lampung pada saat ini sedang bergiat melakukan ujicoba dalam rangka mengiventarisir jurus jurus PS yang memberikan efek untuk mengaktifkan otak serta merancang gerakan senam yang bagi siswa Pendidikan Dasar untuk memaksimalkan fungsi otak seseorang.

Salah satu kelemahan PS Lampung adalah kekurangan senior yang memiliki keterampilan melaksanakan ceramah motivasi. Kita berharap para senior dapat berpartisipasi ikut ambil bagian dalam program ini. Rintisan pelaksanaan program ini memang sempat terganggu oleh kasak kusuknya beberapa senior dengan cara menyebar fitnah, dan kita juga menyesalkan para senior yang berkenan melahap fitnah keji itu.

Tetapi semenjak Guru Besar menegaskan sikapnya, dan apalagi penulisan di Blog PS Lampung adalah atas dasar himbawan Guru Besar dan bahkan dua kali pertemuan terakhir di Palembang beliau kembali mendorong untuk memperbanyak kembali tulisan di Blog. Selaku penulis saya juga berusaha agar tulisan itu bukan hanya sekedar wacana dan wawasan, tetapi harus didukung pengalaman empiris, dan itu pula sebabnya maka PS Lampung giat melakukan berbagai ujicoba jurus, karena pengalaman empiris itu dapat dihimpun melalui ujicoba.

Kita berharap agar hubungan dengan para senior yang terlanjur acakadut ini segera dapat ditertibkan, dan pada saatnya kelak kami berharap agar ujicoba ini juga dilaksanakan diberbagai Cabang. Kita dapat memanfaatkan berbagai saluran komuniasi. Insya Allah.

Gerakan Dakwah PS. Luar Biasa

Fachruddin PS LampungJangan keliru, Puncak gerakan PS itu adalah gerakan Dakwah, mengajak untuk berpegang kepada Laailaaha Illallaah. Para anggota PS telah berlatih belasan dan bahkan puluhantahun berlatih berpegang kepada Laailaaha Illallaah agar memiliki kemampuan dan keterampilan menjelaskan berbagai keuntungan dan kebahagiaan hakiki dengan tetap berpegang kepada Laaiaaha Illallaah. Dakwah PS menjadi luar biasa karena anggota PS pengampu jurus puncak telah melakukan setidaknya enam puluh item penelitian (ujicoba) sebelum mengampu jurus Payung Rasul. Dengan demikian maka dakwah PS itu sejatinya sungguh luar bisa.

Selain enam puluh item pengalaman empiris ujicoba, juga tak terhituing banyaknya pengalaman menggunakan jurus PS untuk mengatasi berbagai situasi yang kurang nyaman untuk bisa menjadi nyaman. hanya saja seorang pendakwah PS memang harus benar benar memiliki kemampuan menterjemahkan dan keterampilan menterjemahkan bahasa ilmu PS ke dalam bahasa biasa yang difahami umum. Bahasa dan ilmu PS mungkin hanya difahami orang orang terbatas, maka mentransfer bahasa dan ilmu PS ke  bahasa yang lebih difahami itu adalah mutlak diperlukan.

Gunakanlah bahasa dan ilmu PS, perbanyaklah ujicoba, gunakanlah selalu jurus jurus PS, maka anda akan memiliki segudang pengalaman empiris, maka anda akan banyak tahu tentang banyak orang yang tak tahu, maka anda akan paham tentang banyak hal yang orang lain tak paham. Anda bukan hanya pandai berdakwah tetapi anda juga memiliki kemampuan menggantui dan menciptakan dari situasi yang tidak nyaman lalu merubahnya menjadi situasi yang sangat menyenangkan.

Bersama anda orang orang akan menrasa nyaman, bersama anda orang akan merasa lapang, karena anad selain memiliki segudang pengalaman empiris, juga anda memiliki pengetahuan yang sangat luas. Bukan hanya PS yang Jaya di tangan anda.Tetapi keimanan dan bakan kesejahteraan ummat juga terpelihara di tangan anda. Usia anda yang masih muda serta jurus yang anda ampu sangat tinggi, maka anda akan memiliki kemampuan melebidi siapapun, bahkan melebihi kesempatan yang dimiliki oleh yang lain.

PS, Jurus, Ibadah dan Dakwah

Fachruddin PS LampungSegalanya  jelas dan telah diterangkan bagi para anggota bahwa jurus jurus yang dilatihkan bagi para anggota PS itu diharapkan akan membuat para anggota tekun ibadah dan melaksanakan dakwah. Jurus, ibadah dan dakwah adalah sesuatu yang tak terpisahkan dari dari PS. Bukan PS bila tidak menggunakan jurus PS dalam berbagai aktivitas, bukan PS bila tak beribadah dan bukan PS bila tak terlibat dalam pelaksanaan dakwah. Tampa jurus, ibadah dan dakwah ke PEESan seseorang anggota PS itu hambar adanya. Untuk apa masuk PS, bila jurus jurusnya tidak dipake, dan berarti gagal dia sebagai PS bila tidak ibadah dan dakwah.

BANER 1 (Kkecil)Percuma dia berlatih PS jika dalam berbagai keadaan yang sejatinya jurus PS bisa dimanfaatkan, tetapi nyatanya jurus itu tak dipakainya. Karena jurus PS diampunya tak akan bermanfaat baik bagi dirinya dan apalagi untuk orang lain. Padahal jurus PS itu tak akan terawat bila hanya disimpan rapat. Cara memelihara dan merawat jurus PS adalah dengan memanfaatkannya untuk mengatasi berbagai situasi baik yang dihadapi diri sendiri maupun dihadapi orang lain. Jurus PS itu manakala telah berhasil digunakan untuk mengatasi suatu situasi maka kemampuan jurus itu akan berkembang dan dapat digunakan untuk mengatasi sesuatu yang lain. Itulah sebabnya melaksanakan ujicoba dan memanfaatkan jurus jurus PS itu adalah fardlu ‘ain hukumnya.

Jurus PS juga akan terpelihara dengan cara melaksanakan sholat dan aktivitas amal sholeh lainnya, sholat mencegah perbuatan keji, maka untuk memelihara ilmu ini selain mencegah laku keji dan munkar maka dia harus melakukan  amal sholeh.

Dan yang tidak kalah istimewa adalah bahwa cara memlihara jurus ini adalah dengan cara memanfaatkan jurus jurus ini, andai jurus yang anda ampu tidak pernah dipakai untuk mengatasi berbagai situasi maka kekuatan jurus ini akan sirna dengan sendirinya, tetapi manakala jurus ini sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai situasi, maka lama kelaman kegunaan jurus ini akan berkembang menjadi lebih banyak lagi.

Dakwah dengan jurus PS ini akan menjadi khusus dan istimewa, cara cara dakwah dengan jurus PS hanya bisa dilakukan oleh para anggota PS yang aktif menggunakan jurus jurus dalam beraktivitas. Anggota PS yang sukses dengan menggunakan jurus PS dapat melakukan dakwah dengan jurus jurus PS. Silakan mencoba.