Aplikasikan Jurus PS Dalam Aktivitas Kehidupan

Oleh : Fachruddin
Fachruddin PS LampungKata Bang Zen : “Anggota PS harus dilatih untuk memiliki kemampuan mengatasi segala persoalan yang dihadapi dalam kehidupannya sehari hari, bahkan membantu orang lain” Demikian beliau sampaikan dalam suatu kesempatan di Bengkel PS Yogyakarta beberapa bulan yang lalu. Banyak persoalan yang kita hadapi dalam hidup ini, dan untuk mengatasi persoalan persoalan itu maka gunakan jurus jurus PS yang sudah diampu, dan baik juga untuk membantu orang lain.

Dengan demikian maka berarti bahwa dalam belajar jurus PS bukan hanya sekedar gerak, nafas dan lafas, tetapi harus diteruskan dengan petunjuk cara mengaplikasikannya untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari hari. Sungguh banyak yang mengira bahwa dengan berlatih gerak nafas dan lafas maka ilmu PS selesai dipelajari, belum, jurus jurus itu memiliki aplikasi dan cara mengaplikasikannay.

Jurus PS yang intinya adalah doa, maka selayaknya maka harua ditindaklanjuti dengan usaha, usaha adalah gerak, dan gerak adalah aktivitas dan kembali aktivitas adalah usaha. dalam usaha ada ikhtiar, banyak sekali takdir, ketetapan dari Allah yang dikompromikan dengan usaha dan keyakinan atas Ke-Maha Kuasa serta Maha Kasih Allah, hingga berhimpitan dengan ketetapan yang benar benar prerogatif Allah semata mata.

Adalah meruapakan tanggunjawab para pelatih untuk mengajarkan kepada para anggota PS bagaimana cara mengaplikasika jurus jurus dengan berbagai persoalanm dalam kehidupan. mulai dari kesulitan untuk memahami sesuatu, terganggunya kesehatan, sulitnya  merumuskan kreasi, bahkan sampai pada berbagai kegagalan yang menyebabkan kebodohan dan ketertinggalan serta kemiskinan. Itulah antara lain kesulitan hidup, yang sejatinya jurus jurus PS memilii kemampuan mengatasinya. lalu untuk apa berlatih PDS jika tidak kita manfaatkan untuk mengatasi persoalan yang muncul dalam hidup kita ini.

Tentu saja para pelatihpun tidak akan mampu mengajarkan memanfaatkan aplikasi jurus PS untuk mengatasi berbagai kesulitan hidup mana yang bersangkutan belum pernah memanfaatkan atau mengaplikasikannya. Itulah sebabnya maka maka kami sangat menganjurkan agar setiap seseorang ikut terlibat dalam berbagai ujicoba.

Semakin tunggi jurus para anggota harus semakin berpengalaman dalam mengaplikasikan jurus jurus PS, dan pada saat memasuki jurus puncak untuk diampu, itu adalah formalitas dari puluhan jenis ujicoba yang sebelumnya telah di koleksinya.  Berlatih jurus tampa menmgaplikannya, ibarat pohon tak berbuah. Wallohua’lam bishowab (Palembang, 31 Januari 2016)

Baca Juga :

Berlatih Jurus PS Itu Adalah Majelis Dzikir

Fachruddin PS LampungJudul tulisan ini rasanya semua senior tahu, bahkan semua pelatih telah mengucapkannya, bahkan berulangkali, tetapi apakah masing masing kita semua telah melakdsanakannya ?  Tentang kita hanya kita yang tahu, selain Allah Yang Maha Tahu. Inti jurus PS itu adalah dzikir Laailaaha Illallaah, maka baik pelatih maupun yang mengikuti latihan sejatinya adalah majelis zikir. Itulah sebabnya maka siapapun yang hadiri dalam majelis zikir itu sangat dianjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu, yang manakala batal, maka sangat dianjurkan untuk wudhu kembali  kecuali jika memang ketiadaan air. Seorang pelatih akan tahu persis apa bedanya bergabung dalam pelatihan jurus PS dengan berwudu dan tampa wudhu.

Dalam dunia tasauf adab dalam berzikir itu adalah dengan duduk bersimpuh (tahyat) dan kedua tangan dianjurkan untuk diletakkan diatas paha, juga sama dengan dalam mengawali jurus PS semua diharuskan duduk bersimpuh tampa kegiatan lain selain mengingat hanya kepada Allah semata. Tetapi dalam berlatih jurus PS itu tidak dilakukan lama karena setelah berdoa para anggota dipersilakan untuk berdiri dan membuat jurus mulai dari jurus kasaran hingga jurus terakhir masing masing dalam jumlah empat round lalu kembali berdoa dan berzikir seperti juga yang dilakukan pada umumnya ahli tasauf  sebelum ditutup.

Ketika kita semua berdiri dan membuat jurus maka semangat dan penghayatan kita tertuju hanya kepada Allah belaka, seperti pada saat duduk bersimpuh,  dan ketika melaksanakan jurus seperti terdapat suara suara yang terkadang sesekali menjurus bising, itu sangat disadari, dan tidaklah terlalu dihindari dalam rangka perbaikan jrus agar mencapai kesempurnaan jurus dan zikir sekaligus.

PS memang dirancang untuk mampu melakukan dzikir sir di tengah kebisingan, aktivitas kehidupan manusia. Anggota PS memang diajarkan memiliki kemampuan melakukan zikir sir ditengah kebisingan hidup. Karena zikir PS harus telah terlaksana tuntas hanya dalam satu tarikan nafas yang demikian singkat, namun berulangkali.

Anggota PS diajar jika ada permasalahan maka secepat tarikan nafas harus sudah diatasi dengan memafaatkan jurus jurus PS. Jurus PS adalah zikir dan anggota PS selain harus selalu dzikir dimanapun berada dalam berbagai situasi, dan juga diajarkan untuk menyelesaikan semua persoalan hidup ini dengan zikir. Karena jurus PS itu dzikir maka para anggota yang berlatih serta pelatihnya harus tetap selalu menyemangati dirinya dengan semangat dan adab berzikir, baik dalam latihan maupun di luar latihan. (Palembang, 28 Januari 2016)

 

 

Ujicoba itu Juga Rekayasa

Fachruddin PS LampungUjicoba Jurus PS akan lebih bermakna sebagai rekayasa dibanding sekedar survey. Bila seseorang akan maju dalam pemilihan Presdiden, Gubernur ataupun Bupati/ Walikota, maka yang dibutuhkan dalam jangka waktu dekat adalah melakukan suvey kepopuleran dan elektabilitas. Dunia kedokteran secara rutin melaksanakan pertemuan ilmiah guna melakukan pembahasan atas temuan temuan terakhir dari hasil penelitian mereka, dunia arkeologi juga secara rutin melakukan petemuan membicarakan hasil penggalian yang paling akhir. Baik dunia arkeologi maupun kedokteran tidak jarang hasil temuan terakhir justeru “Membantah” temuan temuan terdahulu, tetapi saya ingin menegaskan bahwa dalam jurus PS kita bukan sekedar survey melainkan lebih sebagai rekayasa, dan kita tidak perlu menidakkan hasil ujicoba terdahulu karena ujicoba jurus PS sifatnya selalu “Memperkaya

Ujicoba jurus PS itu akan terkait dengan pengalaman spiritual yang juga akan terwarnai oleh kondisi internal individual, karena keberhasilan jurus jurus PS juga akan terkait kepada kepatuhan beribadah seseorang, jurus PS bagi seseorang yang tekun beribadah jauh memiliki ketajaman dibanding mereka yang terbilang kurang dalam beribadah, seperti kita semua ketahui bahwa jurus bagi PS akan bermakna jurus, nafas dan lafaz. Bisa saja seorang senior dalam PS yang demikian aktif berlatih jurus PS memiliki gerak yang bukan hanya sekedar sempurna  tetapi juga indah, bisa saja memiliki nafas bukan saja hanya panjang, tetapi sempurna dan tak mengalami kebocoran, tetaopi manakala mereka kurang beribadah sebagai konsekuensi logis dari pernyataan ikrar Laailaaha Ilallaah, maka jurus mereka sejatinya kurang tajam.

Sekalipun diselenggarakan deseminasi oleh para senior PS tentang hasil ujicoba mereka masing masing umpamanya, maka diseminasi itu tidaklah akan dapat saling menidakkan atau menjadikan temuan yang akhir membantah temuan yang lebih awal. Temuan temuan yang terkait dengan kedekatan kepada Allah akan menjadi sesuatu yang kurang dipahami oleh mereka yang masih dianggap perlu meningkatkan kekhusyukannya dalam beribadah. Sehingga segala sesuatunya akan menjadi sulit diuraikan secara umum.

Itulah sebabnya maka ketinggian jurus PS yang diampu haruslah sejalan dengan upaya upaya peningkatan dan penyempurnaan ibadah seseorang dan begitu juga tentang penguasaan ilmu keagamaan ‘ketauhidan’ (dalam tanda petik’) Demikian sebaliknya anggota yunior dapat memiliki keterampilan melebihi seniornya dengan keberhasilan melebihi ibadah yang dilaksanakan oleh seniornya.

Lalu ujicoba jurus PS akan benar benar dirasakan bukan hanya sekedar survey melainkan rekayasa karena manakala jurus jurus itu dimanfaatkan sesuai dengan kegunaannya sering tidak sekaligus berhasil, melainkan dilaksanakan berulangkali sambil meningkatkan ibadah bahkan sedekah secara berulangkali baru terijabah dan berhasil, karena memang pada hakekatnya jurus PS adalah juga sebagai doa. Wallohua’lam. (Bandar Lampung, 25 Januari 2016)

 

Ujicoba: Cerdas Bersama PS Kenapa Tidak

Fachruddin PS LampungTidak berlebihan jika dikatakan bahwa jurus PS mampu membuat para anggotanya menjadi cerdas. Jawabannya bisa !. Kita harus yakin bisa. Jika kita yakin bisa maka hasilnya bisa, bila kita tidak yakin bisa, maka kita tidak melakukan apa apapun maka akan jadi kenyataan tidak bisa. Tetaoi jika kita yakin bisa maka kita akan temukan jalan sehingga ternyata bisa atas bimbingan Allah. Kita menjadi yakin bisa karena Allah mengatakan bahwa “Aku ciptakan manusia itu sebaik baik bentuk” Orang tuanya juga yang menjadikan seorang anak itu majusi ataupun nasrani. Artinya lingkungan seorang anak dapat menjadikan anak yang sejatinya lahir dengan segala kecerdasan lalu tumbuh menjkadi tidak cerdas. Maka jurus PS akan membantu setiap anggotanya untuk kembali cerdas.

Berdasarkan hasil penelitian banyak pihak bahwa gerakan kaki kanan dan tangan kanan akan menhidupkan otak kiri dan gerakan kaki kiri dan tangan kiri akan menghidupkan otak kanan. Kita semua tahu bahwa jurus jurus PS itu mengajarkan kepada anggotanya menggerakkan tangan dan kaki secara berimbang  dan maksimal, dan berarti jurus PS akan membantu para anggotanya menghidupkan otak kiri dan otak kanan secara seimbang.

Bagi PS jurus jurusnya bukan hanya sekedar menggerakkan tangan dan kaki saja tetapi trilogi jurus PS itu meliputi gerak lafaz dan nafas. Adalah merupakan ilmu yang berkembang sejak lama dan tidak diragukan lagi bahwa menahan nafas adalah memiliki manfaat yang luar biasa bagi manusia, bukan hanya sehat, tetapi juga menyehatkan. Untuk menahan dan mengatur nafas ini tidak lagi ada pembahasan baru, telah dianggap kesepakatan umum. Lalu bagaimana dengan lafaz yang harus diucapkan oleh seorang anggota PS dalam membuat jurus. Zikir laailaaha Illallaah adalah merupakan zikir yang paling afdhol.

Hanya saja para senior PS selama ini belum lazim menyelenggarakan ujicoba, akan pengaruh jurus jurus PS bagi kecerdasan para anggotanya, bahkan mengira bahwa ujicoba itu adalah wujud perlawanan kepada Guru Besar. Sudah barang tentu usaha penanaman pengertian ini tidak dapat dilakukan secara sertamerta, tetapi harus lambat laun. Penajaman kecerdasan otak kiri dan kecerdasan otak kanan otu sangat penting  agar yang bersangkutan mencapai kejahteraan dalam hidupnya, memiliki kesanggupan mengatasi berbagai masalah yang menimpa dirinya. Dan yang lebih penting dari itu semua adalah bagaimana kita menanmkan keimanan dan ketakwaan pada sanubari.

Tentu saja harus ada strategi bagaimana meningkatkan kecerdasan para anggota PS, hal ini barangkali bisa kita bicarakan secara lebih seksama setelah kita meiliki kesamaan pandang, kesamaan visi dan misi. kesamaan program dan seterusnya. Dan ini semua harus direspon secara penuh kesabaran dan ketekunan, bersama Guru Besar.  Untuk itu semua PS bisa.(Palembang  18 Januari 2016)

 

Sekali Lagi Ujicoba Itu Penting

Fachruddin PS Lampung

Fachruddin PS Lampung

Sejak kali pertama saya menggagas pentingnya ujicoba di lingkungan PS, saya dibuly oleh teman teman sesama anggota PS, dicaci diejek dan bahkan dipersilakan menjauhi PS, bahkan diantara mereka itu juga terdapat anggota yang terbilang lebih akhir masuk PS dibanding saya, itu disebabkan memang ada pihak pihak yang membumbui berbagai informasi tentang saya dan PS Lampung. Tetapi karena memang bumbu penyedapnya memang benar benar sedap maka sudah barang tentu informasi itu lezat disantap. Dalam kesempatan ini ingin saya menyampaikan terimakasih atas sikap kritis, tampa sikap kritis itu pula mungkin penulisan di blog ini mungkin akanm terhenti. Ibarat layang layang hanya akan naik manakala datang angin mendera dan mengusirnya, ibarat perahu layar akan melaju manakala angin bereaksi, dan menumbuk padi pun tak akan mudah terkelupas kulitnya bila tak ada gesekan sesama butir padi dalam percepatan menjadi beras. Itulah sebabnya maka tak ingin saya mengingat ingat siapa dan menulis apa dia. Tetapi insya Allah apa yang dituliskan semua telah saya baca.

Anjuran ujicoba itu sedikit banyaknya dikarenakan sedikit pengalaman ketika dahulu teman seangkatan bersama para senior mengani berbagai kasus baik internal PS maupun yang dialami oleh pihak luar PS, dsi mana kami saling bercerita tentang pengalaman yang lalu kami diskusikan, lalu kami menyusun strategi untuk menarapkan langkah langkah yang diperkirakan hasilnya akan lebih effisien dan efektif.

Sayang tradisi saling tukar informasi tentang pengalaman masing masing ini terhenti ketika ada beberapa orang yang diandalkan justeri mulai cenderung tampil seorang, solo. tidak berbagi dan tidak pula menerima informasi dari yang lain. Walau pada awalnya nampak seperti akan berkibar tetapi apalah bila hanya mengandalkan diri seorang.  Seperti disebutkan diatas, ketika kita menumbuk padi maka gesekan antar sesama padi akan mempermudah terkelupasnya kulit padi itu. Dengan ilmu PS ini ketika kita hanya berjalan seorang, langkahnya bukan hanya akan melambat, tetapi justeru terhenti.

Uji yang saya kampanyekan adalah ujicoba penggunaan jurus, yang masing masing kita semua tahu setidaknya jurus satu sampai dengan sepuluh, yang sejatinya mahir jurus dasar itu saja telah memiliki kemampuan terlibat dengan berbagai ujicoba, berapapun besarnya yang dihadapi untuk diatasi. Pengalaman demi pengalaman, sedikit demi sedikit akan membentuk batu konglomerat yang besar dan keras.

Tampa ujicoba dari mana kita akan tahu dahsyatnya jurus itu, jangankan akan bangga dengan kedahsyatannya, mengaku sebagai anggota PS pun akan tersa segan, karena memang satu juruspun tak pernah kita ujicobakan untuk mendapatkan komfirmasi, padahal sesungguhnya ketika kita menggunakan jurus PSD sesuai peruntukannya kita akan bertampah pengalaman, yang pwngalaman itu sering belum pernah kita dengan keberadaanya, sehingga kita mampu memanfaatkan gabungan gabungan jurus yang sepuluh itu, ada sembilan puluh sembilan jurus gabungan yang dimiliki PS akan kita dapatkan ketika kita mulai menggunakan jurus itu  agak satu dua jurus. Dan itu janji yang sangat menggembirakan.

Dahulu ketika baru berdiri PS sebagai perguruan Beladiri tenaga dalam, memang mencari sasaran seperti preman, tukang palak pedagang kecil, pengganggu dan pembuat keonaran dijalan jalan dan mereka yang membuka praktek pedukunan ilmu klenik dan semacamnya, lalu berubah menyasar kepada mereka yang diganggu makhluk halus, sakit yang tak kunujung sembuh dan lain sebagainya. Maka saatnya kini mempersiapkan anggota untuk menjadi orang sukses dalam kariernya.

Adalah tugas kita bersama baik sebagai pengurus, senior dan pelatih untuk mencarikan jalan agar dengan jurus PS yang berintikan Laailaaha Illallaah seseorang akan mampu meniti karir, yang dimulai dengan prestasi yang tinggi pada saat dalam dunia pendidikan. Lalu bagaimana berpretasi dalam dunia kerja serta bagaimana pula dapat berprestasi dalam dunia usaha.

Untuk diketahui bersama bahwa sepuluh jurus dasar PS itu semua dapat digunakan untuk membina para anggota sehingga memiliki kemampuan untuk duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan orang lain yang pintar dan prestasi. Inti jurus PS yang Laailaaha Illallaah itu adalah jaminan untuk sukses dan bahagia bukan hanya di dunia, tetapi juga bahagia di akherat. Ini tugas kita semua.(Palembang 18 Januari 2016)

PS akan Dibesarkan Oleh Orang Orang Yang Dibesarkan PS.

Fachruddin PS LampungUntuk dapat melakukan sesuatu yang lebih besar, maka PS harus berhasil membesarkan para anggotanya dengan jurus PS. Jadikanlah jurus jurus PS ini sebagai alat untuk menjadikan anggota anggotanya mencapai kesuksesan dalam berkarir, baik berwirausaha maupun menjadi karyawan ataupun buruh sekalipun. Apalagi  pada hakekatnya jurus PS itu adalah do’a dan kita semua tahu bahwa inti jurus PS adalah ‘Laailaaha Illallah’ yang menjadi pegangan ummat Islam.

Manakala jurus jurus PS itu telah membesarkan para anggotanya, maka akan tiba gilirannya para anggota yang berhasil itulah yang akan membesarkan PS. Organisasi PS akan besar manakala para anggota angotanya terdiri dari orang orang besar yang sukses.  Setidaknya kita dapat belajar dari dua kasus yang ada di tengah tengah kita,pertama dari pendidian Islam di Indonesia, kedua dari Partai Politi Islam PPP di Indonesia, keduanya ini memasangkan label Islam dalam identitasnya.

Pendidikan Islam di Indonesia baik madrasah maupun pesantren belum lagi maksimal dibanding kemajuan pendidikan di Indonesia, lingkup pendidikan Islam di Indonesia maka pesantren dan madrasah terbilang sebagai kelompok klas II (bukan utama) karena kedua model lembaga pendidikan tersebut di atas dengan segala sebab dan akibatnya menjadi kelas II. Setidaknya masih mendapatkan kesulitan untuk menyamakan dengan lembaga lembaga pendidikan yang terbilang baik, dari berbagai unsurnya. Aspek pendidikan itu setidaknya; penerimaan siswa, proses  pembelajaran, kompetensi guru, kompetensi siswa, proses evaluasi, pengelolaan, keuangan, serta sarana dan prasarana. Keterbatasan kemampuan ini menyulitkan lembaga pendidikan kita untuk melahirkan orang orang besar, kecuali beberapa pencilan.

Kedua adalah Parpol yang berlabel Islam, contoh Parpol berlabel Islam adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kaderisasi partai yang “Idiologis” ini terhenti secara serta merta, karena tak ada lagi kader yang secara ideologis dibesarkan oleh PPP maka dibesarkan oleh para kadernya tidak lagi secara ideologis yang dianut partai melain sekehendak para anggota saja, suka suka, itu kata yang paling tepat.

Baik dunia pendidikan ataupun partai yang mengenakan label Islam  adalah merupakan barometer kemajuan Islam  dan sekaligus secara beruntun sebagai sebab dan akibat. Keadaan sekarang sebagai akibat masa lalu, dan masa mendatangh sebagai akibat masakini. Dan untuk mengantisipasi segal sesuatuna adalah kemampuan mengantisipasi ke,ajuam saim dam telknologi.

Marilah kita belajar Allah menyelenggarakan Vit and propertest, ketika Nabi Adam dengan segala keterampilannya menyebut nama nama benda serta cara penggunaannya, Nabi Adam jauh lebih menguasai sain dan teknologi dibanding para malaikat. Ini menunjukkan bahwa kemampuang menguasai sain dan teknologi itu adalah kemutlakan bagi ummat Islam.

Dan PS harus mendorong paraanggotanya menguasaio sain dan teknologi, dan untuk itu PS memiliki alat, yaitu jurus jurus PS mulai dari jurus kasaran hingga jurus Payung Rasulk. Dan bagaimana cara memanfaatkan jurus PS untuk mendorong anggotanya menguasai sain dan teknologi serta mencapai sukses, hal itu membutuhkan kerja keras, yang kalau bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi. Yang jelas yakinlah bahwa PS bisa, sekali lagi “Yakinlah” (Palembang 11 Januari 2016)

 

 

 

Jadilah Orang Pertama Pengguna Jurus PS.

Fachruddin PS LampungSetelah para anggota baru dan dilatihkan jurus jurus PS, setelah mereka mahir membuat  jurus, maka dijelaskan kepada mereka tentang bagaimna memanfaatkan jurus jurus PS dengan eegala kegunaannya untuk memudahkan berbagai kesulitan yang dialami dalam hidup ini. Jurus PS itu dapat dimanfaatkan untuk menolong orang lain selain untuk kepentingan pribadi. Kini yang memanfaatkan jurus itu telah puluhan bahkan ratusan ribu anggota PS yang telah memanfaatkan dan menggunakannya untuk berbagai keperluan dalam mengatasi berbagai persoalan hidup ini. Namun demikian pelatih PS selalu mendorong kepada para anggota baru untuk menjadi orang pertama yang memanfaatkan jurus PS, karena bisa saja walaupun kita sebagai orang kesekian juateru akan menjadi orang pertama menemukan sesuatu tentang pemanfaatan jurus PS. yang belum ditemukan oleh anggota lainnya.

Sejak dahulu temuan temuan yang didapatkan oleh para anggota tidak dipublikasikan, dianggap sebagai temuan pribadi belaka yang tidak boleh dibanggakan, meneladani ilmu padi yang semakin berisi harus semakin merunduk. Tetapi kini persoalan hidup yang dihadapi manusia ini semakin kompleks, mereka membuituhkan tuntunan, mreka membutuhkan petunjuk yang lebih detail dan jelas dari para seniornya, dari para pelatih dan pengurus lainnya. Oleh karenanya maka setiap kali ada temuan dari anggota agar segera melaporkan ke Pengurus, senior dan pelatih untuk selanjutnya dilaporkan ke Guru Besar.  Dan temuan diharapkan tercatat dari berbagai ujicoba yang dilaksanakan secara resmi. Dan dengan demikian tidak menghambat seseorang untuk menerapkan ilmu padinya.

Dengan semangat  ” Jadilah orang pertama Pengguna jurus PS” dan berhasil mengkonfirmasi peruntukan jurus jurus itu. Apa yang ditemukan oleh para pelaku ujicoba anggap saja itu sebagai sesuatu yang pertama, nanti pengurus cabang yang akan menentukan urutan temuan dan nantinya Pengurus Pusat yang akan mencatat dan bahkan melaksanakan diseminasi hasil ujicoba manakala diperlukan.

Dengan demikian maka tidak ada lagi anggota yang belum pernah mengkomfirmasi  peruntukan jurus jurus yang diterimanya, dan dengan demikian pula maka semua anggota memiliki peluang untuk berhasil mencapai temuan temuan terkait peruntukan jurus jurus PS dan dengan demikian pula maka jurus PS dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi setidaknya akan berjalan sejajar, jika belum mampu mendahuluinya. Masa depan jurus PS ada ditabfab para anggotanya.  Wallohu a’lam bishowab.